Mengenal Menara Mercusuar Tambling - Menara ini di bangun pada jaman kolonial Belanda sekitar tahun 1879, dan menurut informasi meara Tambling merupakan salah satu situs bersejarah yang menjadi salah satu saksi bisu meletusnya Gunung Krakatau yang menjadi legenda pada tahun 1883, di mana [ada masa itu kta semua tahu dari beberapa sumber daftar pustaka bahwa letusan Gunung Krakatau mengakibatkan air bah tsunami dengan gelombang ketinggian mencapai +/- 50 meter.
Hal yang menarik dari cerita legenda letusan Gunung Krakatau inilah yang membuat kita jadi berpikir, bahwa akbat dari gelombang tsunami dari letusan Gunung Krakatau bisa mencapai wilayah lebih dari ratusan kilo meter, dan abunya pun ikut terbawa hingga ke beberapa negara. Namun, salah satu keajaiban yang nyata hingga kini masih bisa kita lihat bahwa menara mecusuar Tambling yang letaknya tidak jauh dari pusat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda ini, sampai hari ini masih berdiri kokoh, sedangkan tinggi dari menara Tambling ini hanya bekisar +/- 70 meter.
Menara Mercusuar Tambling ini berada di lokasi kawasan konservasi alam di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat. Kondisi bangunan menara ini cukup tinggi dan terlihat memprihatinkan, dan bila kita masuk di dalamnya kita akan menemukan sebuah anak tangga yang akan menghantarkan kita menuju puncak menara, namun bila kita perhatikan banyak anak tangga yang sudah rapuh dan sebagian fisiknya sudah banyak yang patah. Jadi bila kita akan naik hingga ke puncak menara ini harus berhati-hati karena, dikhawatirkan kita akan jatuh ke bawah.
Mengenal Menara Mercuas Tambling dari dekat kita akan menemukan sebuah tulisan yang menempel di dinding menara yang memberi tahukan informasi tentang keberadaan menara ini. Di sana kita bisa melihat bahwa menara mecusuar ini di bangun pada masa Raja Willem III pada tahun 1879. Dan informasi yang saya terima di lokasi, untuk bahan dasar material pembangunan menara ini langsung di datangkan dari negeri Belanda. Dan sekarang menara ini berada di bawah otoritas Departemen Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut , dan memiliki nama lain : "Instalasi Menara Suar Belimbing DSI 2290"
Untuk mengunjung merana Mercusuar Tambling tidak mudah, karena lokasi ini di jaga ketat oleh pihak pemerintah yang di beri tugas terutama dari pihak polisi kehutanan yang di beri tugas untuk menjaga kelestarian laan konservasi alam di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan. Namun, bila kita akan hadir di lokasi ini kita bisa menghubungi pihak swasta yang mengolah Taman konservasi alam ini untuk melakukan reservasi. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat sumber website resmi yang terdapat dalam artikel yang saya tulis ( Baca : Tempat Wisata Konservasi Alam Tambling)
Fungsi menara mercusuar Tambling ini konon di gunakan sebagai sarana untuk memantau alur pelayaran dari Teluk Semangka menuju ke Teluk Lampung, dan jalur arah balik dari Teluk Lampung menuju Teluk Semangka, bagi kapal-kapal yang berlayar dari Samudera Hindia. Dengan posisi letak yang strategis di tepi pantai, maka lokasi ini pada masa tersebut di bangunlah menara ini pada masa pemerintahan Belanda.
Mengenal Menara Mercusuar Tambling dari dekat akan membuat kita mengenal sebuah nilai positif dari segi kekuatan arsitekturnya yang hingga kini masih berdiri tegak dan kokoh walau sudah berusia ratusan tahun, dan hal yang tidak kalah menarik bangunan ini mengingatkan kita akan sebuah pembelajaran kepada kita bahwa apa yang terjadi di masa silam merupakan pelajaran yang bisa di ambil di masa kini untuk menghadapi sebuah masa depan yang lebih baik, karena kekutan dan keteguhan yang memiliki pondasi dasar yang kuat dan kokoh, tidak akan tergerus oleh jaman dan terbawa arus.
Salam wisata,
Hal yang menarik dari cerita legenda letusan Gunung Krakatau inilah yang membuat kita jadi berpikir, bahwa akbat dari gelombang tsunami dari letusan Gunung Krakatau bisa mencapai wilayah lebih dari ratusan kilo meter, dan abunya pun ikut terbawa hingga ke beberapa negara. Namun, salah satu keajaiban yang nyata hingga kini masih bisa kita lihat bahwa menara mecusuar Tambling yang letaknya tidak jauh dari pusat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda ini, sampai hari ini masih berdiri kokoh, sedangkan tinggi dari menara Tambling ini hanya bekisar +/- 70 meter.
Menara Mercusuar Tambling ini berada di lokasi kawasan konservasi alam di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat. Kondisi bangunan menara ini cukup tinggi dan terlihat memprihatinkan, dan bila kita masuk di dalamnya kita akan menemukan sebuah anak tangga yang akan menghantarkan kita menuju puncak menara, namun bila kita perhatikan banyak anak tangga yang sudah rapuh dan sebagian fisiknya sudah banyak yang patah. Jadi bila kita akan naik hingga ke puncak menara ini harus berhati-hati karena, dikhawatirkan kita akan jatuh ke bawah.
Mengenal Menara Mercuas Tambling dari dekat kita akan menemukan sebuah tulisan yang menempel di dinding menara yang memberi tahukan informasi tentang keberadaan menara ini. Di sana kita bisa melihat bahwa menara mecusuar ini di bangun pada masa Raja Willem III pada tahun 1879. Dan informasi yang saya terima di lokasi, untuk bahan dasar material pembangunan menara ini langsung di datangkan dari negeri Belanda. Dan sekarang menara ini berada di bawah otoritas Departemen Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut , dan memiliki nama lain : "Instalasi Menara Suar Belimbing DSI 2290"
Untuk mengunjung merana Mercusuar Tambling tidak mudah, karena lokasi ini di jaga ketat oleh pihak pemerintah yang di beri tugas terutama dari pihak polisi kehutanan yang di beri tugas untuk menjaga kelestarian laan konservasi alam di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan. Namun, bila kita akan hadir di lokasi ini kita bisa menghubungi pihak swasta yang mengolah Taman konservasi alam ini untuk melakukan reservasi. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat sumber website resmi yang terdapat dalam artikel yang saya tulis ( Baca : Tempat Wisata Konservasi Alam Tambling)
Fungsi menara mercusuar Tambling ini konon di gunakan sebagai sarana untuk memantau alur pelayaran dari Teluk Semangka menuju ke Teluk Lampung, dan jalur arah balik dari Teluk Lampung menuju Teluk Semangka, bagi kapal-kapal yang berlayar dari Samudera Hindia. Dengan posisi letak yang strategis di tepi pantai, maka lokasi ini pada masa tersebut di bangunlah menara ini pada masa pemerintahan Belanda.
Mengenal Menara Mercusuar Tambling dari dekat akan membuat kita mengenal sebuah nilai positif dari segi kekuatan arsitekturnya yang hingga kini masih berdiri tegak dan kokoh walau sudah berusia ratusan tahun, dan hal yang tidak kalah menarik bangunan ini mengingatkan kita akan sebuah pembelajaran kepada kita bahwa apa yang terjadi di masa silam merupakan pelajaran yang bisa di ambil di masa kini untuk menghadapi sebuah masa depan yang lebih baik, karena kekutan dan keteguhan yang memiliki pondasi dasar yang kuat dan kokoh, tidak akan tergerus oleh jaman dan terbawa arus.
Salam wisata,





