MENGENAL MENARA MERCUSUAR TAMBLING

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-menara-mercusuar-tambling.html
Mengenal Menara Mercusuar Tambling - Menara ini di bangun pada jaman kolonial Belanda sekitar tahun 1879, dan menurut informasi meara Tambling merupakan salah satu situs bersejarah yang menjadi salah satu saksi bisu meletusnya Gunung Krakatau yang menjadi legenda pada tahun 1883, di mana [ada masa itu kta semua tahu dari beberapa sumber daftar pustaka bahwa letusan Gunung Krakatau mengakibatkan air bah tsunami dengan gelombang ketinggian mencapai +/- 50 meter.

Hal yang menarik dari cerita legenda letusan Gunung Krakatau inilah yang membuat kita jadi berpikir, bahwa akbat dari gelombang tsunami dari letusan Gunung Krakatau bisa mencapai wilayah lebih dari ratusan kilo meter, dan abunya pun ikut terbawa hingga ke beberapa negara. Namun, salah satu keajaiban yang nyata hingga kini masih bisa kita lihat bahwa menara mecusuar Tambling yang letaknya tidak jauh dari pusat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda ini, sampai hari ini masih berdiri kokoh, sedangkan tinggi dari menara Tambling ini hanya bekisar +/- 70 meter.

Menara Mercusuar Tambling ini berada di lokasi kawasan konservasi alam di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat. Kondisi bangunan menara ini cukup tinggi dan terlihat memprihatinkan, dan bila kita masuk di dalamnya kita akan menemukan sebuah anak tangga yang akan menghantarkan kita menuju puncak menara, namun bila kita perhatikan banyak anak tangga yang sudah rapuh dan sebagian fisiknya sudah banyak yang patah. Jadi bila kita akan naik hingga ke puncak menara ini harus berhati-hati karena, dikhawatirkan kita akan jatuh ke bawah.

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-menara-mercusuar-tambling.html

Mengenal Menara Mercuas Tambling dari dekat kita akan menemukan sebuah tulisan yang menempel di dinding menara yang memberi tahukan informasi tentang keberadaan menara ini. Di sana kita bisa melihat bahwa menara mecusuar ini di bangun pada masa Raja Willem III pada tahun 1879. Dan informasi yang saya terima di lokasi, untuk bahan dasar material pembangunan menara ini langsung di datangkan dari negeri Belanda. Dan sekarang menara ini berada di bawah otoritas Departemen Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut , dan memiliki nama lain : "Instalasi Menara Suar Belimbing DSI 2290"

Untuk mengunjung merana Mercusuar Tambling tidak mudah, karena lokasi ini di jaga ketat oleh pihak pemerintah yang di beri tugas terutama dari pihak polisi kehutanan yang di beri tugas untuk menjaga kelestarian laan konservasi alam di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan. Namun, bila kita akan hadir di lokasi ini kita bisa menghubungi pihak swasta yang mengolah Taman konservasi alam ini untuk melakukan reservasi. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat sumber website resmi yang terdapat dalam artikel yang saya tulis ( Baca : Tempat Wisata Konservasi Alam Tambling)

Fungsi menara mercusuar Tambling ini konon di gunakan sebagai sarana untuk memantau alur pelayaran dari Teluk Semangka menuju ke Teluk Lampung, dan jalur arah balik dari Teluk Lampung menuju Teluk Semangka, bagi kapal-kapal yang berlayar dari Samudera Hindia. Dengan posisi letak yang strategis di tepi pantai, maka lokasi ini pada masa tersebut di bangunlah menara ini pada masa pemerintahan Belanda.

Mengenal Menara Mercusuar Tambling dari dekat akan membuat kita mengenal sebuah nilai positif dari segi kekuatan arsitekturnya yang hingga kini masih berdiri tegak dan kokoh walau sudah berusia ratusan tahun, dan hal yang tidak kalah menarik bangunan ini mengingatkan kita akan sebuah pembelajaran kepada kita bahwa apa yang terjadi di masa silam merupakan pelajaran yang bisa di ambil di masa kini untuk menghadapi sebuah masa depan yang lebih baik, karena kekutan dan keteguhan yang memiliki pondasi dasar yang kuat dan kokoh, tidak akan tergerus oleh jaman dan terbawa arus.





Salam wisata,

TEMPAT WISATA KONSERVASI ALAM TAMBLING

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/tempat-wisata-konservasi-alam-tambling.html
Tempat Wisata Konservasi Alama Tambling - Tambling mungkin banyak orang yang tidak mengenalnya. Tambling merupakan salah satu kawasan konservasi alam baru yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat, dengan luas wilayah mencapai 45.000 hektar, dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata bagi para pecinta alam dan ilmuan lingkungan hidup.

Konon, dulunya Tambling ini merupakan kawasan tempat berburu hewan, karena populasi hewan yang melimpah pada saat itu. Dan sejak tahun 2001 kegiatan berburu di kawasan Tambling sudah dilarang seiring masuknya pihak swasta yang tertarik menjadikan kawasan Tambling ini sebagai kawasan konservasi alam.

Tambling banyak menyimpan kekayaan alam, khususnya satwa langka yang dilindungi, salah saatwa langka yang dilindungi di kawasan ini adalah harimau Sumatera yang kini keberadaan populasinya menurut data berada diangka +/- 300 ekor di Pulau Sumatera.

Selain harimau Sumatera yang menjadi salah satu icon tempat wisata konservasi alam di Tambling ini, namun di tempat lokasi wisata ini masih memiliki tempat yang indah dan dapat dinikmati dalam perjalanan wisata petualangan, yaitu Danau Sleman. Menurut informasi data yang saya peroleh, Danau Sleman memiliki luas 850 hektar dan terletak di dalam kawasan Tambling.

Kawasan Danau Sleman sendiri merupakan tempat habitat beragam satwa, di mana tempat ini sekelilingnya di tumbuhi pohon mangrove. Dan tidak jauh dari Danau Sleman ini kita bisa menemukan segerombolan kelelawar yang hidup bebas di kawasan ini. (Baca : Mengenal Menara Mercusuar Tambling)

Tambling ini juga memiliki tempat kawasan potensi sejarah, di mana di dalam kawasan ini kita dapat menemukan sebuah bangunan menara tua berbentuk mercusuar yang usianya lebih dari 100 tahun, dan bangunan menara itu hingga sampai saat ini masih kokoh berdiri di sana.

Dan bukan hanya kekayaan flora fauna saja yang di miliki di kawasan tempat wisata konservasi alam Tambling ini, tempat ini juga memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim. Di mana Tambling juga merupakan tempat pertemuan arus air hangat dari Samudera Pasific dan arus air dingin dari Samudera Hindia. Itulah sebabnya kawasan Tambling juga memiliki beragam satwa biota laut yang bisa dinikmati oleh para wisatawan bila hadir di tempat wisata Tambling ini.

Saat ini kawasan Tambling dalam kesehariannya dikelola oleh pihak ketiga atau swasta. Atas izin kementrian kehutanan Republik Indonesia, mereka bertanggung jawab dalam mengelola kawasan dan menjaga perkembangan populasi satwa endemik yang ada di kawasan tersebut.

Tempat Wisata Konservasi Alam Tambling dengan keanekaragaman yang dimilikinya membuat tempat ini menjadi sebuah kawasan hutan hujan tropis dataran rendah yang masih tersesisah ditengah ancaman defortasi yang terus menggila di Indonesia. Tempat wisata konservasi Tambling bakwase yang menyejukan dengan kehdairannya yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia sebagai penyeimbang kestabilan ekosistem di atas muka bumi ini.






Salam wisata.

Sumber :
www.tamblingwildlife.com
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus