Legenda Roro Jonggrang Di Candi Prambanan.- Putri ramping cantik jelita yang menjadi sebuah arca di tengah-tengah kerumunan banyak candi di area Candi Prambanan ini, merupakan salah satu bukti cerita tradisi masyarakat Jawa yang konon menurut cerita rakyat Roro Jonggrang merupakan seorang putri dari anak turunan Raja Boka.
Bila kita jalan-jalan ke tempat wisata Candi Prambanan yang berlokasi di daerah Sleman Yogyakarta, kita akan menemukan sebuah cerita legenda masyarakat yang sampai hari ini masih tetap dilestarikan dan dijaga keberadaannya disekiataran daerah asalnya.
Cerita legenda Roro Jonggrang ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan wisatawan mancanegara yang berkunjung di lokasi Candi Prambanan ini pun mengenal dan tahu cerita rakyat dari Prambanan ini. Disamping itu pula kawasan Candi Prambanan ini memiliki sebuah mitos bahwa bila orang yang sedang berpacaran datang ke lokasi candi Prambanan hubungannya tidak akan pernah langgeng dan akan putus di tengah jalan. Tapi ini hanya sebuah cerita mitos belaka loh.... ha,, ha,, ha,,,
Baca juga : Candi Prambanan Atmosfer Putri Ramping
Legenda Roro Jonggrang.
Informasi yang saya terima waktu berkunjung di lokasi Candi Prambanan, konon dulunya kawasan ini dimiliki oleh sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raja Baka atau sekarang sering disebut dengan nama Raja Boko. Kerajaan-kerajaan kecil yang ada di sekitaran Kerajaan Prambanan pun begitu banyak dan semuanya tunduk di bawah satu kepemimpinan pusat dibawah Kerajaan Prambanan.
Awal kisah legenda Roro Jonggrang bermula pada saat sebuah kerajaan yang memiliki nama besar dari daerah Pengging yang dipimpin dengan seorang ksatria sakti dengan nama Bondowoso. Dimana kala itu ksatria ini memiliki sebuah pusaka andalan yang cukup dikenal sakti dengan nama Bandung, serta memiliki bala tentara dari bangsa jin yang selalu siap membantunya. Sehingga ksatria ini dikenal dengan nama Bandung Bondowoso.
Lanjut Cerita.....
Sehingga suatu hari Raja Pengging yang terkenal dengan sifat arogan dan selalu ingin memperluas daerah kekuasaannya memanggil Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Dan singkat cerita Bandung Bondowoso pun pergi ke daerah Prambanan bersama bala tentara bantuan dari bangsa jin untuk menyrang Kerajaan Prambanan.
Sesampainya di daerah Prambanan, Bandung Bondowoso bersama pasukannya langsung masuk ke dalam Istana Prambanan, di sana Prabu Baka dan tentarnya pun langsung terlihat kaget dan kalang kabut karena kurang persiapan dalam menghadapi pasukan Bandung Bondowoso bersama bala tentaranya.
Dalam pertempuran ini Raja Baka meninggal karena terkena senja ampuh dari Bandung Bondowoso, sehingga tahta kerajaan Prambanan jatuh dalam kekuasaan raja Pengging. Untk menghormati jasa Bandung Bondowoso inilah raja pengging mengamanatkan kepada Bandung Bondowoso untuk mengurus bekas kerajaan Prambanan dan menempati Istana Prambanan serta mengurus segala isinya termasuk keluarga dari Prabu Baka.
Perkenalan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang diawali pada saat Bandung Bondowoso berada di Istana Prambanan, dan tanpa panjang lebar hasrat memiliki sang ksatriapun yang mengalir di dalam tubuh Bandung Bondowoso ini mulai merasakan jatuh hati kepada seorang gadis manis Roro Jonggrang untuk melamarnya.
Bandung Bondowoso bertanya, "Wahai Roro Jonggrang, maukah kamu menjadi permaisuriku ?"
Melihat dan medengar langsung pertanyaan yang dilontarkan oleh Bandung Bondowoso, membuat gadis manis Roro Jonggrang pun terdiam sambil memutar otak untuk mencari seribu satu alasan untuk menolak lamaran dari Bandung Bondowoso tersebut.
Hingga Roro Jonggrang pun mendapatkan suatu alasan syarat sebagai tantangan yang harus dikerjakan oleh Bandung Bondowoso dalam hal meminang Roro Jonggrang, yaitu dengan meminta dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam kepada Bandung Bondowoso bila lamarannya akan diterima olehnya.
Mendengar tantangan yang diajukan oleh Roro Jonggrang untuk minta dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam, Bandung Bondowoso pun menyanggupinya dengan tenang. Karena bagi dia syarat itu sangatlah mudah untuk diwujudkannya, karena Bandung Bondowoso akan mengrahkan bala tentara bantuan jin nya untuk mewujudkan permintaan Roro Jonggrang.
Dan pada malam harinya pekerjaan pembuatan seribu candi dan dua buah sumur di lakukan oleh bala tentara bangsa jin yang dimiliki Bandung Bondowoso untuk mewujudkan permintaan dari Roro Jonggrang.
Lanjut.......
Roro Jonggrang yang ikut menyaksikan proses pembuatan seribu candi pun mulai merasa gelisah ketakutan, karena dalam waktu dua pertiga malam proses pekerjaan pembuatan seribu candi tersebut sudah hampir terpenuhi dan hanya tertinggal dua candi saja yang masih dalam prose pekerjaan.
Menyaksikan hal ini Roro Jonggrang pun tidak kalah akal, dia langsung meminta bantuan para dayang-dayangnya untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga yang wangi sehingga terlihat perubahan suasana pagi dengan warna langit memerah dan suara ayam pun berkoko.
Melihat warna langit yang berubah menjadi merah, bunyi suara lesung, wangi harum kembang dan suara ayam berkok, para bala tentara Bandung Bondowos dari bangsa jin pun langsung meninggalkan pekerjaan mereka. Karena menurut mereka hari telah pagi, dan mereka pun harus segera pergi.
Mengetahui proses pembautan seribu candi yang di lakukan oleh Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun menghampirinya dan berkata, "Kamu telah gagal memenuhi syarat dariku."
Melihat dan mengetahui kejadian itupun lalu Bandung Bondowoso menjawab dengan nada keras dan lantang, "Kamu curang Roro Jonggrang. Sesungguhnya kamulah yang mengggalkan pembangunan seribu candi ini, maka sebagai gantinya kamu aku kutuk menjadi arca yang berada di dalam candi yang keseribu !"
Karena kesaktian Bandung Bondowoso inilah, maka Roro Jonggrang berubah menjadi sebuah patung arca, dimana bentuk arca patung Roro Jonggrang inilah yang hingga sampai saat ini bisa kita saksikan di dalam area Candi Prambanan.
Mendengar kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang diceritakan oleh pemandu wisata di kawasan Candi Prambanan ini, tentu saja bisa menambah wawasan pengetahuan kita akan sebuah pembelajaran dari sifat angkuh, keserakahan, dan kelicikan akan sebuah tahta, wanita serta kekuasaan. Terlpes dari kebenaran sebuah cerita legenda masyarakat ini, di kawasan ini kita dapat menikmati bukan hanya pemandangan yang unik dan indah dari salah satu candi terbesar jaman hindu kuno ini yang menjadi pusat dan perhatian seluruh dunia yang ada di tanah Jawa.
Bagi kita yang akan mengetahui lebih jelas bisa langsung datang ke lokasi tempat wisata Candi Prambanan di daerah Sleman Yogyakarta, dan dapatkan segala informasi yang jelas dan bukan katanya tentang cerita Legenda Roro Jonggrang Di Candi Prambanan.[]
Salam wisata,
Bila kita jalan-jalan ke tempat wisata Candi Prambanan yang berlokasi di daerah Sleman Yogyakarta, kita akan menemukan sebuah cerita legenda masyarakat yang sampai hari ini masih tetap dilestarikan dan dijaga keberadaannya disekiataran daerah asalnya.
Cerita legenda Roro Jonggrang ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan wisatawan mancanegara yang berkunjung di lokasi Candi Prambanan ini pun mengenal dan tahu cerita rakyat dari Prambanan ini. Disamping itu pula kawasan Candi Prambanan ini memiliki sebuah mitos bahwa bila orang yang sedang berpacaran datang ke lokasi candi Prambanan hubungannya tidak akan pernah langgeng dan akan putus di tengah jalan. Tapi ini hanya sebuah cerita mitos belaka loh.... ha,, ha,, ha,,,
Baca juga : Candi Prambanan Atmosfer Putri Ramping
Legenda Roro Jonggrang.
Informasi yang saya terima waktu berkunjung di lokasi Candi Prambanan, konon dulunya kawasan ini dimiliki oleh sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raja Baka atau sekarang sering disebut dengan nama Raja Boko. Kerajaan-kerajaan kecil yang ada di sekitaran Kerajaan Prambanan pun begitu banyak dan semuanya tunduk di bawah satu kepemimpinan pusat dibawah Kerajaan Prambanan.
Awal kisah legenda Roro Jonggrang bermula pada saat sebuah kerajaan yang memiliki nama besar dari daerah Pengging yang dipimpin dengan seorang ksatria sakti dengan nama Bondowoso. Dimana kala itu ksatria ini memiliki sebuah pusaka andalan yang cukup dikenal sakti dengan nama Bandung, serta memiliki bala tentara dari bangsa jin yang selalu siap membantunya. Sehingga ksatria ini dikenal dengan nama Bandung Bondowoso.
Lanjut Cerita.....
Sehingga suatu hari Raja Pengging yang terkenal dengan sifat arogan dan selalu ingin memperluas daerah kekuasaannya memanggil Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Dan singkat cerita Bandung Bondowoso pun pergi ke daerah Prambanan bersama bala tentara bantuan dari bangsa jin untuk menyrang Kerajaan Prambanan.
Sesampainya di daerah Prambanan, Bandung Bondowoso bersama pasukannya langsung masuk ke dalam Istana Prambanan, di sana Prabu Baka dan tentarnya pun langsung terlihat kaget dan kalang kabut karena kurang persiapan dalam menghadapi pasukan Bandung Bondowoso bersama bala tentaranya.
Dalam pertempuran ini Raja Baka meninggal karena terkena senja ampuh dari Bandung Bondowoso, sehingga tahta kerajaan Prambanan jatuh dalam kekuasaan raja Pengging. Untk menghormati jasa Bandung Bondowoso inilah raja pengging mengamanatkan kepada Bandung Bondowoso untuk mengurus bekas kerajaan Prambanan dan menempati Istana Prambanan serta mengurus segala isinya termasuk keluarga dari Prabu Baka.
Perkenalan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang diawali pada saat Bandung Bondowoso berada di Istana Prambanan, dan tanpa panjang lebar hasrat memiliki sang ksatriapun yang mengalir di dalam tubuh Bandung Bondowoso ini mulai merasakan jatuh hati kepada seorang gadis manis Roro Jonggrang untuk melamarnya.
Bandung Bondowoso bertanya, "Wahai Roro Jonggrang, maukah kamu menjadi permaisuriku ?"
Melihat dan medengar langsung pertanyaan yang dilontarkan oleh Bandung Bondowoso, membuat gadis manis Roro Jonggrang pun terdiam sambil memutar otak untuk mencari seribu satu alasan untuk menolak lamaran dari Bandung Bondowoso tersebut.
Hingga Roro Jonggrang pun mendapatkan suatu alasan syarat sebagai tantangan yang harus dikerjakan oleh Bandung Bondowoso dalam hal meminang Roro Jonggrang, yaitu dengan meminta dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam kepada Bandung Bondowoso bila lamarannya akan diterima olehnya.
Mendengar tantangan yang diajukan oleh Roro Jonggrang untuk minta dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam, Bandung Bondowoso pun menyanggupinya dengan tenang. Karena bagi dia syarat itu sangatlah mudah untuk diwujudkannya, karena Bandung Bondowoso akan mengrahkan bala tentara bantuan jin nya untuk mewujudkan permintaan Roro Jonggrang.
Dan pada malam harinya pekerjaan pembuatan seribu candi dan dua buah sumur di lakukan oleh bala tentara bangsa jin yang dimiliki Bandung Bondowoso untuk mewujudkan permintaan dari Roro Jonggrang.
Lanjut.......
Roro Jonggrang yang ikut menyaksikan proses pembuatan seribu candi pun mulai merasa gelisah ketakutan, karena dalam waktu dua pertiga malam proses pekerjaan pembuatan seribu candi tersebut sudah hampir terpenuhi dan hanya tertinggal dua candi saja yang masih dalam prose pekerjaan.
Menyaksikan hal ini Roro Jonggrang pun tidak kalah akal, dia langsung meminta bantuan para dayang-dayangnya untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga yang wangi sehingga terlihat perubahan suasana pagi dengan warna langit memerah dan suara ayam pun berkoko.
Melihat warna langit yang berubah menjadi merah, bunyi suara lesung, wangi harum kembang dan suara ayam berkok, para bala tentara Bandung Bondowos dari bangsa jin pun langsung meninggalkan pekerjaan mereka. Karena menurut mereka hari telah pagi, dan mereka pun harus segera pergi.
Mengetahui proses pembautan seribu candi yang di lakukan oleh Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun menghampirinya dan berkata, "Kamu telah gagal memenuhi syarat dariku."
Melihat dan mengetahui kejadian itupun lalu Bandung Bondowoso menjawab dengan nada keras dan lantang, "Kamu curang Roro Jonggrang. Sesungguhnya kamulah yang mengggalkan pembangunan seribu candi ini, maka sebagai gantinya kamu aku kutuk menjadi arca yang berada di dalam candi yang keseribu !"
Karena kesaktian Bandung Bondowoso inilah, maka Roro Jonggrang berubah menjadi sebuah patung arca, dimana bentuk arca patung Roro Jonggrang inilah yang hingga sampai saat ini bisa kita saksikan di dalam area Candi Prambanan.
Mendengar kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang diceritakan oleh pemandu wisata di kawasan Candi Prambanan ini, tentu saja bisa menambah wawasan pengetahuan kita akan sebuah pembelajaran dari sifat angkuh, keserakahan, dan kelicikan akan sebuah tahta, wanita serta kekuasaan. Terlpes dari kebenaran sebuah cerita legenda masyarakat ini, di kawasan ini kita dapat menikmati bukan hanya pemandangan yang unik dan indah dari salah satu candi terbesar jaman hindu kuno ini yang menjadi pusat dan perhatian seluruh dunia yang ada di tanah Jawa.
Bagi kita yang akan mengetahui lebih jelas bisa langsung datang ke lokasi tempat wisata Candi Prambanan di daerah Sleman Yogyakarta, dan dapatkan segala informasi yang jelas dan bukan katanya tentang cerita Legenda Roro Jonggrang Di Candi Prambanan.[]
Salam wisata,
Label:
Candi,
Legenda,
Prambanan,
Wisata Sejarah



