WISATA CIREBON DI MUSEUM KERETA SINGA BARONG

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-cirebon-di-museum-kereta-singa-barong.html
Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong. - Museum yang menampilkan hasil kerajinan seniman lokal yang mengangkat tradisi lokal dengan perpaduan seni keindahan budaya bangsa lainnya pada masa Penembahan Ratu Pakungwati I.

Museum Kereta Singa Barong terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya museum ini berada di sisi bangunan Taman Dewandaru Keraton Kasepuhan Cirebon.

Di Museum Kereta Singa Barong ini kita dapat menemukan sebuah kereta buatan 1549 yang dibuat atas prakarsa Raja Cirebon Penembahan Ratu Pakungwati I, dengan arsiteknya yang bernama Penembahan Losari. Pembuatan Kereta ini melibatkan seniman pemahat yang bernama Ki Notoguna dari Kaliwulu. Nama kereta tersebut adalah Kereta Singa Barong.

Kereta Singa Barong sampai saat ini masih terawat baik dan dapat dilihat di area Museum Kereta Singa Barong bila kita mengunjungi tempat wisata Cirebon. Kereta ini merupakan pengejawantahan dari persahabatan dengan bangsa-bangsa lain.

Hal tersebut dapat kita lihat pada penampilan wajah kereta sebagai wujud tiga binatang yang digabung menjadi satu, yaitu bertubuh burak, berbelalai gajah, dan bermahkota naga. Belalai gajah yang terdapat di Kereta Singa Barong  merupakan perwujudan persahabatan dengan India yang beragama Hindu, sedangkan naga merupakan lambang persahabatan dengan Cina yang beragama Buddha, dan gambar badan Burak lengkap dengan sayapnya merupakan lambang persahabat dengan Mesir yang beragama Islam.

Lanjut.........
Konon, Kereta Singa Barong tersebut asli buatan para ahli kereta Keraton Kasepuhan Cirebon. Dimana melalui kereta ini kita dapat mengetahui sebuah gambaran bahwa pengetahuan ilmu teknologi pada masa tersebut bagi orang Cirebon sudah tinggi.

Melalui perlenngkapan Kereta Singa Barong yang terbuat sekitar abad 16 ini, sudah diterapkan teknologi suspensi dengan menyusun per lempengan besi yang dilapisi karet-karet pada empat roda keretanya.

Saya atau siapapun pastilah bisa membayangakn bahwa Kereta Singa Barong tersebut terbiasa di gunakan di jalan yang berbatu dan tidak sehalus jalan sekarang, namun para penumpang di dalamnya sudah dapat menikmati perjalanan dengan kereta tersebut dengan empuknya. Keren ya ?..... he,, he,, he,,

Lanjut.........
Konon menurut informasi cerita, Kereta Singa Barong ini dulunya sering digunakan raja untuk kirab berkeliling Kota Cirebon setiap 1 Sura atau 1 Muharam, dan kereta ini ditratik oelh empat kerbau bule. Dan penggunaan kereta untuk kirab yang berlangsung setahun sekali itu berlangsungsecara turun temurun, mulai dari Penembahan Ratu Pakungwati I hingga  digunakan untuk kirab pada tahun 1941. Dan pada tahun 1942 penggunaan Kereta Singa Barong ini sudah dihentikan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan.

Di dalam Museum Kereta Singan Barong, kita juga dapat menemukan seperangkat Gamelan Degung persembahan Ki Gede Kawungsang Banten pada tahun 1426, dikarenakan putrinya yang bernama Dewi Kawung Anten dinikahi oleh Sunan Gunungjati.

Koleksi Museum Singa Barong Cirebon, kita pun dapat melihat benda-benda sejak awal abad ke-15 dari berbagai negara, seperti perhiasan, tombak dan keris, busana, mabeler, ukiran kayu, serta pakaian perang prajurit Cirebon.

Melalui Museum Kereta Singa Barong inilah kita dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang sejarah perjalanan dari Keraton Kasepuhan Cirebon dari mulai berdiri hingga masa sekarang ini. Atau teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat melihat di halaman berikut ( Baca : Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon ).

Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong sangatlah mengasyikan, dimana tempat wisata museum ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang bernilai tinggi dan cukup dikenal pada masal lalu, apalagi dengan seni pembuatan ukiran serta alat suspensi kereta yang digunakan di Kereta Singa Barong ini. Bila sudah berkunjung di Keraton kasepuhan Cirebon jangan lupa mengunjungi Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong.[]




Salam wisata,

WISATA CIREBON DI KERATON KASEPUHAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-cirebon-di-keraton-kasepuhan-cirebon.html
Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon. - Eksotisme Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati dan cukup dikenal di kalanangan masyarakat luas hingga macanegara.

Tempat wisata di Keraton Kasepuhan Cirebon ini memiliki segala informasi tradisi, budaya serta catatan sejarah yang berada di Kota Cirebon dan sekitarnya.

Keraton Kasepuhan Cirebon ini terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Di sinilah tempat akar sejarah pusat pemerintahan dan pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Konon, Kota Cirebon telah menjadi kota pelabuhan yang ramai sejak tahun 1500 -an. Dan pada saat itulah terjadi perbauran kebudayaan dari banyaknya orang yang datang ke kota ini. Pelabuhan Muarajati Cirebon kala itu menjadi tempat pertemuan para pedagang dari Tiongkok, Arab, Persia, India, Malaka, Tumasik, Pasai, Jawa Timur, dan Palembang. Tidaklah heran kala itu ekonomi masyarakat Cirebon terbilang sangat makmur.

Lanjut........
Informasi Perjalanan Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon.
Kasultanan Cirebon yang didirikan oleh Walangsungsang atau yang dikenal dengan nama Pangeran Cakrabuana dengan membangun Istana Pakungwati, yang kemudain terpecah menjadi tiga keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta satu keprabonan.

Konon nama Istana Pakungwati berasal dari anak Pangeran Crabuana yang bernama Dewi Pakungwati yang menikah dengan Sunan Gunungjati. Dan Keraton Pakungwati ini sempat diperluas dan diperbaruhi oleh Sunan Gunungjati pada tahun 1483.

Nama Pakungwati yang menjadi nama Istana Cirebon ini tetap di pertahankan hingga masa pemerintahan Penembahan Ratu I dan Penembahan Ratu II pada tahun 1649-1677. Setelah itu barulah kerajaan terpecah menjdai dua, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman ketika Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten mengutus Trunojoyo untuk membebaskan dua putra Penembahan Girilaya, yakni Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya dari tahanan Amangkurat I di Mataram.

Lanjut informasi,,,,,,,
Pengeran Martawijaya inilah yang kemudian bergelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin pada tahuan 1677-1703 yang memimpin Keraton Kasepuhan Cirebon. Sedangkan, Pangerah Kartawijaya memimpin Keraton Kanoman dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin pada tahun 1677-1723.

Bila kita perhatikan dari keterangan catatan sejarah di atas, bahwa Lokasi Keraton Kasepuhan Cirebon ini dulunya bekas dari Keraton Pakungwati, yang berlokasi di dekat alun-alun  dan masjid Agung Sang Cipta Rasa yang letaknya hanya dibatasi oleh jalan raya. ( Baca : Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ).

Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon.................
Di lokasi keraton terdapat dua pintu gerbang utama untuk kita dapat masuk ke dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Pintu utara yang disebut dengan nama Kretek Pangrawit dan pintu selatan disebut Lawang Sanga Kretek yang memiliki arti "pintu sembilan". Konon nama pintu di seblah selatan Keraton kasepuhan Cirbon diambil dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa.

Menikmati Wisata Cirebon di Keraton Kasepuhan Cirebon, kita dapat melihat letak bangunan keraton secara langsung yang terdiri dari bangunan induk, Pencaratna yang konon menjadi tempat menghadap wedana keraton,  Pancaniti yaitu sebagai tempat perwira melatih prajurit, tempat jaksa menuntut hukuman mati dan tempat tontonan, Setinggil, Paseban sebagai rumah jaga. Srimanganti,Sinagbrata, dapur, dan yang tidak kalah menarik adalah Langgar Agung sebagai tempat sholat pada kerabat keraton. ( Baca : Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ).

Di lokasi Komplek Sitinggil Keraton Kasepuhan Cirebon kita bisa melihat sebuah bangunan yang berada di tanah yang lebih tinggi dari tempat lainnya. Karena bangunan ini memiliki arti tanah yang tinggi. Komplek Stiinggil dindingnya dihiasi persolen dari Tiongkok, dan bagun tersebut terdiri dari beberapa bangunan tanpa dinding, hanya ditopang dengan empat buah tiang dan beratapkan limas.

Bangunan Kompleks Sitiinggil, di lokasi ini kita dapat melihat tempat penghluu keraton pada saat memberikan audiensi yang di berinama Semar Kinandu. Dan tempat duduk sultan pada saat upacara keagamaan yang diberinama Malang Semirang. Dan sebuah Gamelan Sekati yang merupakan sarana alat musik gamelan yang digunakan pada saat upacara-upacara penting berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Di hadapaan Sitiinggil kita bisa melhat sebuah bangunan yang bernama Paseban Panegada, yaitu tempat jaga untuk para prajurit keraton.Tidak jauh dari Paseban pangada kita dapat menemukan sebuah tembok yang memanjang hingga memasuki halaman keraton kasepuhan Cirebon, tembok ini disebut Pintu Gledek. Stelah memasuki Pintu Gledek barulah kita dapat melihat sebuah Arca Singa Kembar yang saling berhadapan di atas gununan sebagai lambang Keraton Kasepuhan Cirebon yang memiliki arti bahwa raja-raja Kesepuhan Cirebon merupakan keturunan dari Padjadjaran.

Di tempat wisata Cierebon Keraton Kesepuhan inilah kita dapat menyaksikan sebuah mahakarya hasil pekerja seni pada masa lalu yang cukup membuat diri kita terkagung-kagung dengan hasil buatan orang-orang Cirebon, yaitu sebuah Kereta Singa Barong. ( Baca : Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong )

Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon dapat membuka mata hati dan pikiran saya secara pribadi, bahwa di aera ini kita dapat melihat dan menyaksikan sebuah kearifan masayrakat dengan tradisi dan budaya dari masayrkat Cirebon dari dekat. Dari sebuah nilai seni gaya arsitektur yang bersjarah tinggi, hingga ornamen-ormen yang unik dan berkualitas penuh dengan pembelajaran. ini semua hanya bisa dinikmati kita bila kita melakukan Wisata Cirebon Di Kareton Kasepuhan Cirebon.[]




Salam wisata,

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus