Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong. - Museum yang menampilkan hasil kerajinan seniman lokal yang mengangkat tradisi lokal dengan perpaduan seni keindahan budaya bangsa lainnya pada masa Penembahan Ratu Pakungwati I.
Museum Kereta Singa Barong terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya museum ini berada di sisi bangunan Taman Dewandaru Keraton Kasepuhan Cirebon.
Di Museum Kereta Singa Barong ini kita dapat menemukan sebuah kereta buatan 1549 yang dibuat atas prakarsa Raja Cirebon Penembahan Ratu Pakungwati I, dengan arsiteknya yang bernama Penembahan Losari. Pembuatan Kereta ini melibatkan seniman pemahat yang bernama Ki Notoguna dari Kaliwulu. Nama kereta tersebut adalah Kereta Singa Barong.
Kereta Singa Barong sampai saat ini masih terawat baik dan dapat dilihat di area Museum Kereta Singa Barong bila kita mengunjungi tempat wisata Cirebon. Kereta ini merupakan pengejawantahan dari persahabatan dengan bangsa-bangsa lain.
Hal tersebut dapat kita lihat pada penampilan wajah kereta sebagai wujud tiga binatang yang digabung menjadi satu, yaitu bertubuh burak, berbelalai gajah, dan bermahkota naga. Belalai gajah yang terdapat di Kereta Singa Barong merupakan perwujudan persahabatan dengan India yang beragama Hindu, sedangkan naga merupakan lambang persahabatan dengan Cina yang beragama Buddha, dan gambar badan Burak lengkap dengan sayapnya merupakan lambang persahabat dengan Mesir yang beragama Islam.
Lanjut.........
Konon, Kereta Singa Barong tersebut asli buatan para ahli kereta Keraton Kasepuhan Cirebon. Dimana melalui kereta ini kita dapat mengetahui sebuah gambaran bahwa pengetahuan ilmu teknologi pada masa tersebut bagi orang Cirebon sudah tinggi.
Melalui perlenngkapan Kereta Singa Barong yang terbuat sekitar abad 16 ini, sudah diterapkan teknologi suspensi dengan menyusun per lempengan besi yang dilapisi karet-karet pada empat roda keretanya.
Saya atau siapapun pastilah bisa membayangakn bahwa Kereta Singa Barong tersebut terbiasa di gunakan di jalan yang berbatu dan tidak sehalus jalan sekarang, namun para penumpang di dalamnya sudah dapat menikmati perjalanan dengan kereta tersebut dengan empuknya. Keren ya ?..... he,, he,, he,,
Lanjut.........
Konon menurut informasi cerita, Kereta Singa Barong ini dulunya sering digunakan raja untuk kirab berkeliling Kota Cirebon setiap 1 Sura atau 1 Muharam, dan kereta ini ditratik oelh empat kerbau bule. Dan penggunaan kereta untuk kirab yang berlangsung setahun sekali itu berlangsungsecara turun temurun, mulai dari Penembahan Ratu Pakungwati I hingga digunakan untuk kirab pada tahun 1941. Dan pada tahun 1942 penggunaan Kereta Singa Barong ini sudah dihentikan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan.
Di dalam Museum Kereta Singan Barong, kita juga dapat menemukan seperangkat Gamelan Degung persembahan Ki Gede Kawungsang Banten pada tahun 1426, dikarenakan putrinya yang bernama Dewi Kawung Anten dinikahi oleh Sunan Gunungjati.
Koleksi Museum Singa Barong Cirebon, kita pun dapat melihat benda-benda sejak awal abad ke-15 dari berbagai negara, seperti perhiasan, tombak dan keris, busana, mabeler, ukiran kayu, serta pakaian perang prajurit Cirebon.
Melalui Museum Kereta Singa Barong inilah kita dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang sejarah perjalanan dari Keraton Kasepuhan Cirebon dari mulai berdiri hingga masa sekarang ini. Atau teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat melihat di halaman berikut ( Baca : Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon ).
Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong sangatlah mengasyikan, dimana tempat wisata museum ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang bernilai tinggi dan cukup dikenal pada masal lalu, apalagi dengan seni pembuatan ukiran serta alat suspensi kereta yang digunakan di Kereta Singa Barong ini. Bila sudah berkunjung di Keraton kasepuhan Cirebon jangan lupa mengunjungi Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong.[]
Salam wisata,
Museum Kereta Singa Barong terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya museum ini berada di sisi bangunan Taman Dewandaru Keraton Kasepuhan Cirebon.
Di Museum Kereta Singa Barong ini kita dapat menemukan sebuah kereta buatan 1549 yang dibuat atas prakarsa Raja Cirebon Penembahan Ratu Pakungwati I, dengan arsiteknya yang bernama Penembahan Losari. Pembuatan Kereta ini melibatkan seniman pemahat yang bernama Ki Notoguna dari Kaliwulu. Nama kereta tersebut adalah Kereta Singa Barong.
Kereta Singa Barong sampai saat ini masih terawat baik dan dapat dilihat di area Museum Kereta Singa Barong bila kita mengunjungi tempat wisata Cirebon. Kereta ini merupakan pengejawantahan dari persahabatan dengan bangsa-bangsa lain.
Hal tersebut dapat kita lihat pada penampilan wajah kereta sebagai wujud tiga binatang yang digabung menjadi satu, yaitu bertubuh burak, berbelalai gajah, dan bermahkota naga. Belalai gajah yang terdapat di Kereta Singa Barong merupakan perwujudan persahabatan dengan India yang beragama Hindu, sedangkan naga merupakan lambang persahabatan dengan Cina yang beragama Buddha, dan gambar badan Burak lengkap dengan sayapnya merupakan lambang persahabat dengan Mesir yang beragama Islam.
Lanjut.........
Konon, Kereta Singa Barong tersebut asli buatan para ahli kereta Keraton Kasepuhan Cirebon. Dimana melalui kereta ini kita dapat mengetahui sebuah gambaran bahwa pengetahuan ilmu teknologi pada masa tersebut bagi orang Cirebon sudah tinggi.
Melalui perlenngkapan Kereta Singa Barong yang terbuat sekitar abad 16 ini, sudah diterapkan teknologi suspensi dengan menyusun per lempengan besi yang dilapisi karet-karet pada empat roda keretanya.
Saya atau siapapun pastilah bisa membayangakn bahwa Kereta Singa Barong tersebut terbiasa di gunakan di jalan yang berbatu dan tidak sehalus jalan sekarang, namun para penumpang di dalamnya sudah dapat menikmati perjalanan dengan kereta tersebut dengan empuknya. Keren ya ?..... he,, he,, he,,
Lanjut.........
Konon menurut informasi cerita, Kereta Singa Barong ini dulunya sering digunakan raja untuk kirab berkeliling Kota Cirebon setiap 1 Sura atau 1 Muharam, dan kereta ini ditratik oelh empat kerbau bule. Dan penggunaan kereta untuk kirab yang berlangsung setahun sekali itu berlangsungsecara turun temurun, mulai dari Penembahan Ratu Pakungwati I hingga digunakan untuk kirab pada tahun 1941. Dan pada tahun 1942 penggunaan Kereta Singa Barong ini sudah dihentikan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan.
Di dalam Museum Kereta Singan Barong, kita juga dapat menemukan seperangkat Gamelan Degung persembahan Ki Gede Kawungsang Banten pada tahun 1426, dikarenakan putrinya yang bernama Dewi Kawung Anten dinikahi oleh Sunan Gunungjati.
Koleksi Museum Singa Barong Cirebon, kita pun dapat melihat benda-benda sejak awal abad ke-15 dari berbagai negara, seperti perhiasan, tombak dan keris, busana, mabeler, ukiran kayu, serta pakaian perang prajurit Cirebon.
Melalui Museum Kereta Singa Barong inilah kita dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang sejarah perjalanan dari Keraton Kasepuhan Cirebon dari mulai berdiri hingga masa sekarang ini. Atau teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat melihat di halaman berikut ( Baca : Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon ).
Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong sangatlah mengasyikan, dimana tempat wisata museum ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang bernilai tinggi dan cukup dikenal pada masal lalu, apalagi dengan seni pembuatan ukiran serta alat suspensi kereta yang digunakan di Kereta Singa Barong ini. Bila sudah berkunjung di Keraton kasepuhan Cirebon jangan lupa mengunjungi Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong.[]
Salam wisata,




