WISATA CIREBON DI MUSEUM KERETA SINGA BARONG

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-cirebon-di-museum-kereta-singa-barong.html
Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong. - Museum yang menampilkan hasil kerajinan seniman lokal yang mengangkat tradisi lokal dengan perpaduan seni keindahan budaya bangsa lainnya pada masa Penembahan Ratu Pakungwati I.

Museum Kereta Singa Barong terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya museum ini berada di sisi bangunan Taman Dewandaru Keraton Kasepuhan Cirebon.

Di Museum Kereta Singa Barong ini kita dapat menemukan sebuah kereta buatan 1549 yang dibuat atas prakarsa Raja Cirebon Penembahan Ratu Pakungwati I, dengan arsiteknya yang bernama Penembahan Losari. Pembuatan Kereta ini melibatkan seniman pemahat yang bernama Ki Notoguna dari Kaliwulu. Nama kereta tersebut adalah Kereta Singa Barong.

Kereta Singa Barong sampai saat ini masih terawat baik dan dapat dilihat di area Museum Kereta Singa Barong bila kita mengunjungi tempat wisata Cirebon. Kereta ini merupakan pengejawantahan dari persahabatan dengan bangsa-bangsa lain.

Hal tersebut dapat kita lihat pada penampilan wajah kereta sebagai wujud tiga binatang yang digabung menjadi satu, yaitu bertubuh burak, berbelalai gajah, dan bermahkota naga. Belalai gajah yang terdapat di Kereta Singa Barong  merupakan perwujudan persahabatan dengan India yang beragama Hindu, sedangkan naga merupakan lambang persahabatan dengan Cina yang beragama Buddha, dan gambar badan Burak lengkap dengan sayapnya merupakan lambang persahabat dengan Mesir yang beragama Islam.

Lanjut.........
Konon, Kereta Singa Barong tersebut asli buatan para ahli kereta Keraton Kasepuhan Cirebon. Dimana melalui kereta ini kita dapat mengetahui sebuah gambaran bahwa pengetahuan ilmu teknologi pada masa tersebut bagi orang Cirebon sudah tinggi.

Melalui perlenngkapan Kereta Singa Barong yang terbuat sekitar abad 16 ini, sudah diterapkan teknologi suspensi dengan menyusun per lempengan besi yang dilapisi karet-karet pada empat roda keretanya.

Saya atau siapapun pastilah bisa membayangakn bahwa Kereta Singa Barong tersebut terbiasa di gunakan di jalan yang berbatu dan tidak sehalus jalan sekarang, namun para penumpang di dalamnya sudah dapat menikmati perjalanan dengan kereta tersebut dengan empuknya. Keren ya ?..... he,, he,, he,,

Lanjut.........
Konon menurut informasi cerita, Kereta Singa Barong ini dulunya sering digunakan raja untuk kirab berkeliling Kota Cirebon setiap 1 Sura atau 1 Muharam, dan kereta ini ditratik oelh empat kerbau bule. Dan penggunaan kereta untuk kirab yang berlangsung setahun sekali itu berlangsungsecara turun temurun, mulai dari Penembahan Ratu Pakungwati I hingga  digunakan untuk kirab pada tahun 1941. Dan pada tahun 1942 penggunaan Kereta Singa Barong ini sudah dihentikan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan.

Di dalam Museum Kereta Singan Barong, kita juga dapat menemukan seperangkat Gamelan Degung persembahan Ki Gede Kawungsang Banten pada tahun 1426, dikarenakan putrinya yang bernama Dewi Kawung Anten dinikahi oleh Sunan Gunungjati.

Koleksi Museum Singa Barong Cirebon, kita pun dapat melihat benda-benda sejak awal abad ke-15 dari berbagai negara, seperti perhiasan, tombak dan keris, busana, mabeler, ukiran kayu, serta pakaian perang prajurit Cirebon.

Melalui Museum Kereta Singa Barong inilah kita dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang sejarah perjalanan dari Keraton Kasepuhan Cirebon dari mulai berdiri hingga masa sekarang ini. Atau teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat melihat di halaman berikut ( Baca : Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon ).

Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong sangatlah mengasyikan, dimana tempat wisata museum ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang bernilai tinggi dan cukup dikenal pada masal lalu, apalagi dengan seni pembuatan ukiran serta alat suspensi kereta yang digunakan di Kereta Singa Barong ini. Bila sudah berkunjung di Keraton kasepuhan Cirebon jangan lupa mengunjungi Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong.[]




Salam wisata,

WISATA CIREBON DI KERATON KASEPUHAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-cirebon-di-keraton-kasepuhan-cirebon.html
Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon. - Eksotisme Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati dan cukup dikenal di kalanangan masyarakat luas hingga macanegara.

Tempat wisata di Keraton Kasepuhan Cirebon ini memiliki segala informasi tradisi, budaya serta catatan sejarah yang berada di Kota Cirebon dan sekitarnya.

Keraton Kasepuhan Cirebon ini terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Di sinilah tempat akar sejarah pusat pemerintahan dan pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Konon, Kota Cirebon telah menjadi kota pelabuhan yang ramai sejak tahun 1500 -an. Dan pada saat itulah terjadi perbauran kebudayaan dari banyaknya orang yang datang ke kota ini. Pelabuhan Muarajati Cirebon kala itu menjadi tempat pertemuan para pedagang dari Tiongkok, Arab, Persia, India, Malaka, Tumasik, Pasai, Jawa Timur, dan Palembang. Tidaklah heran kala itu ekonomi masyarakat Cirebon terbilang sangat makmur.

Lanjut........
Informasi Perjalanan Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon.
Kasultanan Cirebon yang didirikan oleh Walangsungsang atau yang dikenal dengan nama Pangeran Cakrabuana dengan membangun Istana Pakungwati, yang kemudain terpecah menjadi tiga keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta satu keprabonan.

Konon nama Istana Pakungwati berasal dari anak Pangeran Crabuana yang bernama Dewi Pakungwati yang menikah dengan Sunan Gunungjati. Dan Keraton Pakungwati ini sempat diperluas dan diperbaruhi oleh Sunan Gunungjati pada tahun 1483.

Nama Pakungwati yang menjadi nama Istana Cirebon ini tetap di pertahankan hingga masa pemerintahan Penembahan Ratu I dan Penembahan Ratu II pada tahun 1649-1677. Setelah itu barulah kerajaan terpecah menjdai dua, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman ketika Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten mengutus Trunojoyo untuk membebaskan dua putra Penembahan Girilaya, yakni Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya dari tahanan Amangkurat I di Mataram.

Lanjut informasi,,,,,,,
Pengeran Martawijaya inilah yang kemudian bergelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin pada tahuan 1677-1703 yang memimpin Keraton Kasepuhan Cirebon. Sedangkan, Pangerah Kartawijaya memimpin Keraton Kanoman dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin pada tahun 1677-1723.

Bila kita perhatikan dari keterangan catatan sejarah di atas, bahwa Lokasi Keraton Kasepuhan Cirebon ini dulunya bekas dari Keraton Pakungwati, yang berlokasi di dekat alun-alun  dan masjid Agung Sang Cipta Rasa yang letaknya hanya dibatasi oleh jalan raya. ( Baca : Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ).

Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon.................
Di lokasi keraton terdapat dua pintu gerbang utama untuk kita dapat masuk ke dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Pintu utara yang disebut dengan nama Kretek Pangrawit dan pintu selatan disebut Lawang Sanga Kretek yang memiliki arti "pintu sembilan". Konon nama pintu di seblah selatan Keraton kasepuhan Cirbon diambil dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa.

Menikmati Wisata Cirebon di Keraton Kasepuhan Cirebon, kita dapat melihat letak bangunan keraton secara langsung yang terdiri dari bangunan induk, Pencaratna yang konon menjadi tempat menghadap wedana keraton,  Pancaniti yaitu sebagai tempat perwira melatih prajurit, tempat jaksa menuntut hukuman mati dan tempat tontonan, Setinggil, Paseban sebagai rumah jaga. Srimanganti,Sinagbrata, dapur, dan yang tidak kalah menarik adalah Langgar Agung sebagai tempat sholat pada kerabat keraton. ( Baca : Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ).

Di lokasi Komplek Sitinggil Keraton Kasepuhan Cirebon kita bisa melihat sebuah bangunan yang berada di tanah yang lebih tinggi dari tempat lainnya. Karena bangunan ini memiliki arti tanah yang tinggi. Komplek Stiinggil dindingnya dihiasi persolen dari Tiongkok, dan bagun tersebut terdiri dari beberapa bangunan tanpa dinding, hanya ditopang dengan empat buah tiang dan beratapkan limas.

Bangunan Kompleks Sitiinggil, di lokasi ini kita dapat melihat tempat penghluu keraton pada saat memberikan audiensi yang di berinama Semar Kinandu. Dan tempat duduk sultan pada saat upacara keagamaan yang diberinama Malang Semirang. Dan sebuah Gamelan Sekati yang merupakan sarana alat musik gamelan yang digunakan pada saat upacara-upacara penting berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Di hadapaan Sitiinggil kita bisa melhat sebuah bangunan yang bernama Paseban Panegada, yaitu tempat jaga untuk para prajurit keraton.Tidak jauh dari Paseban pangada kita dapat menemukan sebuah tembok yang memanjang hingga memasuki halaman keraton kasepuhan Cirebon, tembok ini disebut Pintu Gledek. Stelah memasuki Pintu Gledek barulah kita dapat melihat sebuah Arca Singa Kembar yang saling berhadapan di atas gununan sebagai lambang Keraton Kasepuhan Cirebon yang memiliki arti bahwa raja-raja Kesepuhan Cirebon merupakan keturunan dari Padjadjaran.

Di tempat wisata Cierebon Keraton Kesepuhan inilah kita dapat menyaksikan sebuah mahakarya hasil pekerja seni pada masa lalu yang cukup membuat diri kita terkagung-kagung dengan hasil buatan orang-orang Cirebon, yaitu sebuah Kereta Singa Barong. ( Baca : Wisata Cirebon Di Museum Kereta Singa Barong )

Wisata Cirebon Di Keraton Kasepuhan Cirebon dapat membuka mata hati dan pikiran saya secara pribadi, bahwa di aera ini kita dapat melihat dan menyaksikan sebuah kearifan masayrakat dengan tradisi dan budaya dari masayrkat Cirebon dari dekat. Dari sebuah nilai seni gaya arsitektur yang bersjarah tinggi, hingga ornamen-ormen yang unik dan berkualitas penuh dengan pembelajaran. ini semua hanya bisa dinikmati kita bila kita melakukan Wisata Cirebon Di Kareton Kasepuhan Cirebon.[]




Salam wisata,

TEMPAT WISATA TAMAN SARI GUA SUNYARAGI CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/tempat-wisata-taman-sari-gua-sunyaragi-cirebon.html
Tempat Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon.- Gua Sunyaragi merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang berlokasi Jl. Brigjend Dharsono (By Pass), Kampung Karang Bolong, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kosambi, Cirebon, Jawa Barat.

Konon menurut mitos kepercayaan dari masyarakat setempat, bangunan Taman Sari Gua Sunyaragi yang terbuat dari batu karang ini dibangun dengan menggunakan balatentara makhluk jin untuk mengangkut batu karang dari Laut Jawa ke tempat petilasan ini.

Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan tempat yang berfungsi sebagai peristirahatan keluarga Sultan Keraton Kasepuhan. Di tempat inilah para pembesar keraton dan prajurit bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan, itu sih menurut cerita yang saya dapatkan dari informasi di tempat wisata Gua Sunyaragi Cirebon atau yang disebut dengan nama lain Istana Air Cirebon.

Konon, Sunyaragi berasal dari gabungan kata sunya yang berarti "sepi", dan ragi yang berarti "jasmani". Dan bila di gabungkan kalimat Surnyaragi berati menyepi dengan laku tapa untuk mencapai ketenenangan jiwa.

Selain sebagai tempat menyepi untuk meningkatkan ilmu kanuragan Taman Sari Gua Sunyaragi konon dulunya juga sebagai tempat mengatur strategi perlawanan perang, pembuatan senjata, dan juga pusat latihan oleh keprajuritan kerajaan.

Lanjut.......
Taman Sari Gua Sunyaragi terdapat 12 bagian gua, dimana gua-gua tersebut hingga sekarang masih kita dapat temukan di tempat wisata Gua Sunyaragi Cirebon ini. Adapun ke 12 Gua Sunyaragi tersebut adalah :
  1. Gua Pengawal yang berfungsi sebagai pusat prajurit yang mengawasi keadaan istana.
  2. Gua Bangsal Jinem sebagai tempat pertemuan tamu-tamu keraton, danjuga sebagai tempat sultan memberikan wejangan dan melatih prajuritnya.
  3. Gua Peteng yang berarti gua gelap, di mana gua ini sebagai tempat pangeran dan sultan melakukan lelaku semedi atau tapa untuk menjernihkan pikiran dan mendapatkan ilmu kanuragan.
  4. Gua yang dijadikan Gedung Penembahan, ruang ini terdiri atas Ruang Kaputran tempat para pengeran, dan Ruang Kaputren tempat para putri raja.
  5. Gua yang dijaikan sebagai Balai Kambang, yaitu sebuah pintu masuk yang di pergunakan oleh para tamu dalam melakukan kunjungan ke istana pada tempo dulu. Konon para tamu yang hadir di istana dulunya menggunakan perahu, dan setiap kedatangan tamu di istana ini akan di sambut di halaman Balai Kambang ini. Balai Kambang sendiri memiliki arti tempat yang mengapung.
  6. Gua Padang Ati, merupakan tempat bersemedinya para pangeran mencari petunjuk Tuhan.
  7. Gua Kelanggengan, yaitu sebuah tempat semi yang dipercaya untuk meminta kelanggengan rumah tangga bagi para mereka yang telah berumah tangga atau pun yang akan segera mendapatkan jodoh bagi mereka yang masih sendiri. Konon, banyak para pejabat juga yang melakukan ritual di tempat ini yang bertujuan untuk mendapatkan kelanggengan jabtannya.
  8. Gua Pende Kemasan, yaitu tempat membuat senjata tajam.
  9. Gua Simayang yang menjadi tempat pos penjagaan.
  10. Gua Pawon yang menjadi tempat dapur dan penyimpanan makanan.
  11. Gua Arga Jumut sebagai tempat orang penting keraton, dan
  12. Gua Langse sebagai tempat santai.
Lanjut..........
Selain terdapat gua-gua di tempat wisata Gua Sunyaragi Cirebon juga terdapat taman-taman yang indah, terbuka dan dilengkapi tempat duduk dari batu. Taman-taman tersebut adalah Taman Bajenggi Obahing Bumi, Taman Putri Bucu, Taman Perawan Sunti, dan Taman Kaputren.

Masih di lokasi Taman Sari Gua Sunyaragi, dimana di tempat ini memiliki sebuah bangunan Pesangrahan yang berupa tempat tinggal dengan dilengkapi kolam. Bila dilihat dari bentuknya, pesanggrahan ini bergaya arsitektur Eropa bercampur unsur lokal dengan atapnya yang berbentuk limas.

Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang berada di Kota Cirebon Jawa Barat. Ada banyak pembelajaran ilmu pengetahuan yang tersirat di lokasi Gua Sunyaragi ini. Dimana dari masing-masing tempat memiliki fungsi dan kegunaannya, terlepas dari sebuah cerita mitos atau pun kepercayaan yang beredar di lokasi, melalui perjalanan wisata Ciebon kali ini kita bisa  mengetahui bahwa hidup ini harus dapat di tata dengan benar sesuai dengan tempat dan fungsinya untuk selalu mencapai tingkat kemurnian pikiran dan hati. Itulah pelajaran yang bisa kita ambil di Tempat Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon.[]



Salam Wisata,

MENELUSURI MASJID KERATON KANOMAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/menelusuri-masjid-keraton-kanoman-cirebon.html
Menelusuri Masjid Keraton Kanoman Cirebon. - Masjid ini merupakan salah satu masjid yang memiliki banguan bernilai sejarah di daerah Cirebon. Masjid yang berlokasi di Kelurahan Pekalipan, sebelah timur Komplek Keraton Kanoman, Kecamatan Leumah Wunggkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Perjalanan wisata sejarah menuju lokasi Masjid Kerton Konaman Cirebon ini merupakan rangkaian perjalanan wisata sejarah saya bersama rekan-rekan di Kota Cirebon. Di mana lokasi masjid ini mudah di jangkau dari setiap lokasi objek wisata rohani yang sebelumnya kami datangi. (Baca : Wisata Sejarah Masjid Cipta Rasa Cirebon )

Lanjut........
Dari informasi yang saya dapatkan di lokasi Masjid Agung Keraton Kanoman ini didirikan atas prakarsa Belanda, tepatnya pada tahun 1930 M oleh Sultan Zulkarnain bersama Sultan Nurbuat. Dan masjid ini dibuat sebagai bagian dari Kesultanan Kanoman yang biasa digunakan pada puncak acara perayaan tradisi adat muludan atau sekatenan di Keraton Kanoman Cirebon.

Masjid Keraton Kanoman Cirebon sampai hari ini masih berfungsi untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah layaknya masjid lainnya, baik sebagai tempat sholat maupun pengajian. Dan menurut informasi jamaah dari masjid ini banyak berdatangan dari berbagai pelosok Cirebon, bahkan dari luar kota dan luar Jawa. Apalagi pada musim bulan Maulid para wisatawan domestik maupun mancanegara banyak yang hadir di  Masjid Keraton Kanoman Cirebon.

Masjid Keraton Kanoman Cirebon memiliki bangunan berbentuk bujur sangkar, berukuran +/- 25 x 30 meter, dan di daerah pojok kanan masjid kita dapat menemukan dua makam, namun sampai dengan hari ini makam tersebut belum diketahui dengan jelas nama tokoh yang di makamkannya yang berada di lokasi. Dari informasi di sekitaran lokasi yang saya dapatkan ada juga pernyataan yang saya terima bahwa makam tersebut merupakan makam pendiri dari masjid ini.

Bangunan Masjid Keraton Kanoman Cirebon memiliki dinding tembok dari bata merah, dan latai memiliki ketinggian lantai +/- 100 cm yang berlapis ubin abu-abu berukuran 30 x 30 cm. Dengan atap yang terbuat dari genteng yang berbentuk tajuk bersusun dan puncaknya dituup dengan mustaka. Atap masjid yang ditopang dengan empat tiang kayu jati bulat yang masih dipertahankan hingga sekarang dan masih bisa di saksikan oleh setiap wisatawan yang berkunjung di tempat ini.

Menurut informasi yang saya terima, masjid ini telah mengalami pemugaran renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan sarana tempat ibadah bagi jamaahnya, dengan adanya penambahan kanopi baru yang berada di bagian depan masjid, sedangkan untuk bagian dalam masjid masih tetap sama seperti aslinya.

Menelusuri Masjid Keraton Kanoman Cirebon kita akan merasakan bahwa sebuah nilai bangunan masjid yang mengandung sejarah ini masih memiliki arti di setiap hati para jamaahnya. Nilai budaya dan sisi sejarah yang terdapat sebuah simbol yang memiliki makna penting bagi sebuah kelestariannya.Hal ini terbukti bahwa sampai hari ini masjid Keraton Kanoman Cirebon masih banyak yang mengunjunginya. Semoga pengalaman penelusurun wisata sejarah saya bersma beberapa teman di lokasi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.




Salam wisata,

MENGENAL LANGGAR AGUNG KASEPUHAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/mengenal-langgar-agung-kasepuhan-cirebon.html
Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon -
Langgar Agung atau yang sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai Masjid Langgar Agung sebenarnya adalah sebuah musholah tua yang berada di dalam komplek Kasepuhan Cirebon. Sedangkan nama Langgar sama dengan artinya dengan nama surau atau musholah.

Informasi yang saya dapatkan mengenai awal dibangunnya Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ada beberapa versi.

Menurut catatan Keraton Kasepuhan Cirebon, yang mengacu pada candrasengkala, "waspada panembahe yuganing ratu". Kalimat tersebut bermakna 2241, alias 1422 Saka, jaman tersebut sama dengan tahun 1500 Masehi. Sedangkan menurut naskah Kertabhumi, Langgar Agung Kesepuhan Cirebon di bangun pada tahun 1489 Masehi.

Terlepas dari perbedaan pendapat dari asal usul tahun berdirinya Langgar Agung Kasepuhan Cirebon tersebut di atas. Langgar ini memiliki keunikan tersendiri dari sudut pandang sebuah keindahan arsitekturnya untuk kita kenali dari dekat.

Langgar Agung ini berfungsi sebagai rumah ibadah, dan lokasi tidak jauh dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang merupakan masjid remi dari Kesultanan Cirebon, Jawa Barat. ( Baca : Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon )

Untuk menikmati eksotisme Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ini kita harus menuju ke Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, kota Cirebon, Jawa Barat.
 
Lanjut..............
Informasi yang saya terima konon dulunya Kesultanan Cirebon masih menjadi satu Keraton, namun sekarang ini telah terpecah menjadi tiga yaitu Keraton Kasepuhan dengan Sultan Sepuh sebagai penguasanya, lalu Keraton Kanoman dengan Sultan Anom nya dan yang terakhir Keraton Kacirbonan.

Itulah sedikit warna-warni infromasi yang saya dapatkan mengenai Keraton Kesepuhan Cirobon dari salah seorang pengurus atau kuncen Langgar Agung Kasepuhan Cirebon pada saat saya melakukan perjalanan wisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon ini.

Lanjut............
Langgar Agung Kasepuhan Cirebon memiliki tata ruang model rumah tradisional Jawa. Di mana ruang utama atau yang disebut dengan ruang induk disebut dalem ageng. Dan bilik sebalah kanan kirinya di namakan gandak tengen dan gandak kiwa. Serambi depan langgar memwakili pendopo tanpa dinding dan dinaungi dua ata[ limas berjajar. Sedangkan untuk bilik belakangnya disebut senthong.

Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ini terbagi lima ruang, yaitu ruang utama yang menjadi sebuah ruangan masjid atau langgar yang asli, tiga serambi, dan ruang belakang. Lantai langgar yang terbuat dari terkota tanah atau tembikar yang berukuran 30 x 30 cm. Sedangkan untuk serambi bagian selatan disebut sebagai bangsal prabayaksa, dalam bahasa Jawa kuno yang berarti ruang pertemuan.

Di lokasi belakang Langgar Agung Kasepuhan Cirebon terdapat tempat yang disediakan untuk istirahat para kuncen, pengurus masjid. Di dalam masjid atau langgar ini kita bisa menemukan banyak kitab suci Al Qur'an danjuga buku-buku pelajaran agama yang diseimpan di ruangan yang berukuran 5 x 20 meter  yang terbuka dan hanya dipagari dengan besi berwarna coklat setinggi +/- 2 meter.

Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon merupakan pengalaman yang sangat mengasyikan bagi saya, di mana melalui perjalanan wisata sejarah dan budaya di lokasi Kota Cirbon ini dapat mengahantarkan diri kita untuk mengenal lebih jauh tentang keberadaan dan konsidi tempat sejarah yang berada di daerah Kota Cirebon ini. Semoga pengalaman perjalanan wisata sejarah dan budaya kali ini dapat memberikan manfaat kepada teman-teman dan pemabaca setia Ejawantah Wisata untuk mendpatkan informasi untuk menambah pengetahuan kita bersama.





Salam Wisata,

WISATA SEJARAH MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa-cirebon.html
Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon atau disebut dengan Masjid Agung Keraton yang terletak didepan Keraton Kesepuhan Cirebon atau sebelah barat alun-alun Keraton, di Jalan Keraton Kesepuhan No. 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. 

Dari catatan sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon  di bangun pada tahun 1480 atas prakarsa Permaisuri Kesultanan Cirebon yang bernama Nyi Ratu Pakungwati dibantu oleh Walisongo dan beberapa tenaga ahli yang dikirim oleh Sultan Demak, Raden Patah.

Lanjut........
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon merupakan salah satu masjid tertua di Cirebon. Keberadaaan Walisongo yang kala itu memiliki peranan besar terhadap pembangunan masjid ini. Sunan gunung Jati yang bertindak sebagai ketua pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dan menunjuk Sunan kalijaga sebagai arsitek pembangunan masjid ini.

Sunan Kalijaga mendapat kehormatan untuk mendirikan soko guru Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon ini. Soko guru yang dibuat berasal dari kepingan-kepingan kayu yang disusun menjadi tiang sekatal oleh Sunan Kalijaga.  Soko guru tersebut memiliki lambang kesatuan atau kegotong-royongan. Dan ini berfungsi sebagai tiang penyanggah di dalam masjid.

Pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon konon dari cerita yang saya dapatkan pembangunan masjid ini melibatkan 500 tenaga pekerja dari Demak, Majapahit, dan Cirebon. Yang cukup menarik dalam proses pembangunan masjid ini. melibatkan seorang tokoh tahan perang Demak-Majapahit yang bernama Raden Sepet.

Konon tindakan Raden Sepat di datangkan dari Demak dan terlibat dalam pembangunan masjid ini adalah sebagai imbalan Demak kepada Cirebon yang telah membantu mengirim pasukan dalam penyerangan ke Majapahit.

Konon nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon berasal dari kosa kata yang di ambil dari "sang" yang memiliki arti keagungan. Sedangkan "cipta" yang artinya dibangun, dan "rasa" yang artinya digunakan.

Lanjut......
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ini memiliki lima ruangan, yaitu ruangan utama, tiga serambi, dan satu ruang belakang. Pada ruang utama masjid terdapat sembilan pintu yang melambangkan Walisongo.

Dan di bagian mihrab Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon terdapat ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Di bagian mihrab juga terdapat ubin yang bertanda khusus yang melambangkan tiga ajaran pokok agama, yaitu iman, Islam, dan ihsan.

Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon kita bisa menemukan sebuah tempat wudhu, konon air di lokasi tempat wudu ini tidak pernah kering, dan ada sebagain orang yang menamakan air dari tempat wudhu ini dengan nama air 'zam-zam'. Hal ini di sebabkan air di lokasi ini sama persis dengan lokasi air zam-zam di Mekah yang tidak pernah kering. Jadi ini hanya kesamaan saja ya...... dan tetap beda dengan air zam-zam yang aslinya.

Namu, sayangnya pada tahun 1549 Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ini terbakar. Dan di tempat yang sama kemudian dibangun masjid Agung yang baru yaitu Masjid Agung Keraton yang sekarang ini berdiri.

Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon merupakan salah satu perjalanan wisata ziarah Cirobon yang bisa kita lakukan, di mana kita dapat mengenal lebih dekat pesona keindahan sebuah nilai sejarah arsitektur dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya dan bukan untuk di pergunakan sebagai perjalanan ritual yang di salah artikan penerapannya pada saat melakukan wisata ziarah.



Salam wisata,
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus