Menelusri Legenda Meriam Puntung Di Isatana Maimun

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/menelusri-legenda-meriam-puntung-di-istana-maimun.html Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Istana Maimun.-  Di dalam area Istana Maimun kita akan menemukan sebuah koleksi yang bernama Meriam Puntung, bentuknya tidak terlalu panjang, karena meriam ini hanyalah berupa potongan, namun meriam ini memilki kisah cerita legenda yang unik dan menarik bila kita melakukan perjalanan wisata di Isatana Maimun Kota Medan.

Di kisahkah oleh sorang pemandu wisata di kawasan Isatana Maimun tentang cerita legenda Meriam Puntung ini dalam menjabarkan tulisan dalam sebuah prasasti. Konon pada jaman dulu di Kerajaan Timur Raya hiduplah seorang putri yang cantik jelita bernama Putri Hijau. Disebut demikian karena sang putri memiliki tubuh yang selalu memancarkan warna hijau, dan dia memiliki dua orang saudara laki-laki yang bernama Mambang Yasid dan Mambang Khayali.

Suatau ketika, ada seorang Raja Aceh yang jatuh hati dengan kecantikan sang putri dan berniat meminangnya. Namun, pinangan tersebut ditolak oleh kedua saudara laki-laki sang putri. Raja Aceh pun marah lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil melumpuhkan Mambang Yasid, namun tidak Mambang Khayati. Ketika tentara Aceh hendak masuk Istana untuk menculik Sang Putri Hijau, mendadak terjadi suatu keajaiban, Mambang Khayati tiba-tiba berubah menjadi sebuah meriam dan menembak kearah lawan dengan tanpa henti ke arah tentara Aceh.

Karena merim secara terus menerus menembaki ke arah lawan tanpa henti, meriam terpecah menjadi dua bagian. Konon, bagian depan meriam di temukan di daerah Surbakti di dataran tinggi Karo dekat Kabanjahe. Sementara untuk bagian belakang meriam terlempar ke Labuhan Deli, yang kemudian dipindahkan ke Isatana Maimun. Dan untuk masyarakat Medan sendiri menyebut meriam ini dengan sebuatan merian puntung.

Cerita legenda meriam Puntung ini bisa kita dapatkan bila kita mengunjungi tempat wisata sejarah dan budaya di Istana Maimun Kota Medan. Untuk mengetahui pesona dan keindahan Istana Maimun teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat baca : Wisata Sejarah Dan Budaya Di Istana Maimun Medan.

Ada banyak kisah dalam sebuah bangunan unik dan bersejarah di area kawasan Isatana Maimun, dan salah satu yang dapat kita lihat dan kita dengar langusng dalah kisah meriam puntung, di tempat wisata inilah kita dapat Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Istana Meriam.[]




Salam wsiata,

Wisata Sejarah Dan Budaya Di Istana Maimun Medan

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-dan-budaya-di-istana-maimun-medan.html
Wisata Sejarah Dan Budaya Di Isatana Maimun Medan.- Istana yang menjadi tujuan wisatawan dan sering disebut dengan Istana Putri Hijau merupakan warisan dari Kesultanan Deli. Bangunan yang merupakan akulturasi gaya arsitektur enam budaya, yaitu Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu berdiri kokoh dan berlokasi di Jalan Brigjen Katamso yang tidak jauh dari Masjid  Raya Medan jaraknya.

Bila kita perhatikan bangunan Istana Maimun ini sangat kental dengan pengaruh arsitektur Belanda, bisa kita lihat dari bentuk pintu dan jendela yang melebar tinggi, dan pada bagian pintunya terlihat gaya arsitektur Spanyol. Sedangkan  pengaruh Timur Tengah tampak pada keberadaan lengkungan yang berbentuk kapal terbalik pada bagian atap yang menurut informasinya +/- 5 -8 meter. Dan bentuk gaya arsitektur lengkungan atap Istana Maimun, sangat populer juga di India dan Turki. Dan bangunan Istana ini seprti bangunan Istana raja-raja Moghul.

Istana Maimun yang berdiri dan memiliki tiga ruang utama bangunan induk, sisi bagian sayap kanan, dan juga sayap kirinya. Konon infromasi yang bisa kita dapatkan bila melakukan perjalanan wisata di tempat wisata Medan ini, bangunan induk Istana Maimun disebut dengan Balairung yang merupakan singgasana kerajaan. Menurut informasi luas ruangan ini seluas 412 meter persegi, dan sering dipergunakan untuk acara-acara tertentu seperti acara pesta budaya tempat pertunjukan musik tradisonal Melayu sebagai perayaan perkawinan, dan sebagainya.

Namun, di blik pesona keindahan dan infroamsi tentang sejarah dan budaya di Istana Maimun Medan ini, kita juga dapat menemukan sebuah gambaan kisah yang telah mejadi legenda dan cukup di kenal di kalangan masyarakat. Baca : Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Isataa Maimun Medan.

Informasi, Istana Maimun ini di bangun diatas lahan seluas 2.772 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 14,14 meter. Dan pengerjaannya di selesaikan pada tanggal 25 Agustus 1888 pada masa Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah berkuasa. Dan Sultan Makmur merupakan putra sulung dari  Sultan Makmur Perkasa Alam yang menjadi tokoh masyarakat di kenal sebagai pendiri Kota Medan. Istana Maimun ini di rancang oleh seorang arsitek kebangsaan Italia, namun sayangnya sampai saat ini tidak di ketahui namanya tokoh tersebut, itulah informasi yang saya dapatkan.

Jalan-jalan di kota Medan, kuranglah lengkap bila kita tidak mengunjungi sebuah obyek wisata yang memiliki cerita sejarah dan perjalanan asal muasal Kota Medan. Dengan mengunjungi obyke wisata Istana Maimun ini, kita akan mendapatkan banyak pembelajaran, pada saat kita melakukan perjalanan Wisata Sejarah Dan Budaya Di Isatana Maimun Medan.[]


Salam Wisata,

Wisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-budaya-menelusuri-legenda-danau-toba.htmlWisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba.-  Danau Toba selain menyediakan sumber air bersih berlimpah, danau yang dikelilingi tebing terjal dengan ketinggian rata-rata 1.200 meter dengan titik terdalam yang terisi air mencapai 500 meter dan terdapat sebuah Pulau Samosir di tengahnya yang merupakan tempat wisata alam dan budaya ang sangat populer dan terkenal di kawasan Sumatera Utara.

Di kawasaan tempat wisata budaya Danau Toba ini, kita dapat menyaksikan perpaduan antara budaya masyarakat yang tumbuh berkembang berdampingan dengan alam, dan Toba mengundang banyak wisatawan hadir di lokasi ini. Di mana bebatuan yang keras menjadi meja altar, kusrsi, patung, bahkan kubur batu (sarkofagus) di tempat wisata Toba. Dan bebatuan Toba telah berperan dalam perkembangan kebudayaan Batak sejak dulu kala.

Konon menurut cerita legenda Danau Toba, kawasan ini merupakan kisah yang menceritakan tentang bagaimana menjaga kehormatan sebuah keluarga, konon ada juga yang menceritakan tentang asal muasal tempat penciptaan bumi tempat mereka tinggal di daerah tanah Toba. Terlepas dari perbedaan menurut keyakinan dan kepercayaan pendapat masyarakat setempat dari beberapa versi cerita legenda Danau Toba ini sangat menarik untuk ditelusuri.

Lanjut…….
Kisah Legenda Danau Toba yang menceritakan tentang bagaimana menjaga kehormatan keluarga konon bermula dari seorang pemuda bernama Toba mendapatkan ikan mas pada saat mancing di parit kecil. Dan ikan mas itu pun berubah secara ajaib menjadi seorang putri cantik. Sang pemuda pun jatuh hati dan menikahinya, lalu lahirlah Samosir.

Sebelum menikah sang wanita meminta persyaratan kepada si pemuda, agar jangan pernah menyebut keturunan mereka sebagai anak ikan. Namun, suatu hari ketika si Toba kalap dan melihat anaknya bandel, ia mengumpat, " Dasar kau anak ikan !".

Seketika itu juga bumi bergoncang, air membuncah dari tanah yang rekah, hujan turun dengan lebat, dan si Toba pun tersadar dan menyesal bahwa umpatannya mengundang malapetaka, kerena dia telah telah membuka rahasia tentang asal usul istrinya yang seharusnya ditutup rapat.

Namun, segalanya sduah terelambat. Sang istri dan ibu dari anak Toba yang kecewa kembali menjadi ikan. Dia melompat dalam sebuah genangan air yang telah menjelma menjadi danau besar. Belakangan danua tersebut dinamakan dengan nama Tao Toba. Adapun sang anak atas petunjuk ibunya selamat dengan mendaki bukit tinggi di tengah danau, yang belakangan di kenal dengan nama Pulau Samosir.

Bila kita mengunjungi Danau Toba di daerah kawasan Sumatera Utara kita dapat melakukan perjalanan wisata yang bukan hanya menikmati keindahan alam Danau Tobanya. Namun, kita pun dapat melakukan perjalanan wisata budaya untuk menelusuri sebuah cerita legenda masyarakat lokal Danau Toba yang cukup unik, seperti cerita legenda tentang asal muasal yang terdapat di kawasan Pusuk Buhit Dauan Toba yang satu ini.

Lanjut……...
Adapun cerita legenda Danau Toba tentang asal muasal tempat penciptaan bumi mereka tinggal di kawasan Toba diceritakan dalam kisah Sianjur Mulamula, yang menurut tradisi lisan Toba berupa terombo (silsilah) yang diwariskan dari generasi, permukiman pertama atau desa yang terorganisasi didirikan di lembah Sianjur Mulamula, kaki Gunung Pusuk Buhit, pantai barat daya Danau Toba.

Konon menurut kisah keperpercayaan orang Batak, tempat Sianjur Mulamula di lereng Pusuk Buhit merupakan tempat pertama kali diturunkannya orang Batak di atas permukaan bumi. Hal ini diyakini oleh mereka secara turun temurun, Deakparujar, putri Batara Guru yang jelita melarikan diri dari kayangan (dunia atas) ke dunia tengah karena enggan dijodohkan dengan Raja Odopodap yang buruk rupa. Waktu itu, dnia bawah masih berupa lautan.

Putri Batara Guru pun turun dengan menggunakan benang yang dipintalnya, terayun-ayun di antara dunia atas dan dunia bawah yang berupa hamparan air. Deakparujar pun memohon segumpal tanah dari Ompu Mulajadi Na Balon (Sang Pencipta) sebagai tempat untuk berpijak, dan permintaan itu pun dikabulkan.

Deakparujar kemudian menyususn tanah itu menjadi pulau yang terhampar di atas lautan, dan menjadikan sebuah perekampungan. Dan kampung mula-mula ini disebut Sianjur Mulamula. Lalu, Raja Odopodap akhirnya menyusul ke bumi baru itu dan menikahi Deakparujar.

Dari kisah legenda putri Batara Guru yang bernama Deakparujar inilah konon, daerah kawasan Pusuk Buhit yang menjadi tempat asal muasal manusia Batak, ia juga memiliki posisi sangat penting dalam hubungan antara dunia atas dan bumi baru sebagai tempat tinggal manusia. Dan Pusut Buhit menjadi semacam jembatan yang menghubungakan dunia kayangan dengan dunia baru.

Melalui Pusuk Buhit inilah konon, Ompu Mulajadi Na Boloan dan segenap penghuni kayangan turun mengunjungi keluarga Deakparujar. Dan dalam kisah selanjutnya ketika Deakparujar menolak kembali ke dunia atas (kayangan), Ompu Mulajadi Na Bolon menjadi resah dan mengirim utusannya yaitu Naga Padoha untuk membujuk Deakparujar kembali ke kayangan.

Naga Padoha lalu berusaha menghancurkan bumi yang dibuat Deakparujar agar tidak ada lagi tempat berpijak dan putri itu bisa kembali ke kayangan. Naga Padoha pun mengguncangkan bumi dan mencabik-cabiknya. Namun, Deakparujar dapat berhasil melumpuhkan Naga Padoha dengan mengkatnya pada hulu pedang atau suhul dalam bahasa Batak Toba.

Maka peristiwa gempa di daerah Toba, menjadi kebiasaan bagi masyarakat Batak Toba sehari-hari sejak dulu kala. Dan oleh sebab itulah menurut kepercayaan mereka, bila terjadi gempa bumi, masyarakat Batak Toba yang masih memiliki kepercayaan dan keyakinan akan cerita mitos legenda asal muasal Danau Toba ini beranggapan bahwa ada Naga Padoha yang sedang mengguncang bumi, dan mereka pun keram meneriakkan "suhul……., suhul……." dengan harapan menakuti si "penyebab gempa" dan agar gempa segera berhenti.

Dibalik keindahan pesona alam Danau Toba, kita akan mengetahui sebuah cerita legenda dari masyarakat lokal yang unik. Terlepas dari sebuah perdepatan yang panjang tentang perbedaan tersebut, kini kita telah tahu bersama, bahwa di balik sebuah budaya terdapat sebuah warna warni tradisi masyarakt lokal  dari Batak Toba yang unik dan memiliki sebuah pembelajaran budipekerti yang unik dan menjadi sebuah aset bangsa Indonesia yang bisa kita temukan pada saat melakukan perjalanan Wisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba.[]


Salam wisata,

Sumber :
Cerita Masyarakat Batak Toba.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus