WISATA ZIARAH KE KERAMAT SYECH ABDUL JABAR BANTEN

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html
Wisata ziarah ke keramat Syech Abdul Jabar Banten merupakan lanjutan cerita perjalanan wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten yang saya lakukan bersama rekan-rekan. Tujuan dari perjalanan wisata malam ke lokasi keramat Syech Abdul Jabar Banten ini, kami hanya ingin lebih mengenal dekat dari salah seorang tokoh sejarah dari Kerjaan Banten sekaligus tokoh penyebar agama Islam dari tempat persarean beliau yang terakhir di kawasan Kampung Pasir Kecapi, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tentunya timbul pertanyaan dari beberapa rekan atau pun sahabat para pecinta Ejawantah Wisata dalam mengikuti perjalanan wisata kali ini. Mengapa perjalanan wisata ziarah di makam keramat syech Abdul Jabar Banten ini di lakukan malam hari oleh saya bersama rekan-rekan ? Jawabannya sederhana, karena kami hanya mencari nuansa yang unik dan klasik di tempat wisata ziarah ini lain dari konsep wisata ziarah biasanya. Tanpa bermaksud melakukan uji nyali atau apapun yang di luar dari akidah agama yang kami anut di wilayah keramat Syech Abdul Jabar Banten. Karena kawasan ini merupakan salah satu situs cagar budaya yang berada di kawasan Provinsi Banten yang harus di lestarikan dan di kenalkan oleh halayak masyarakat luas. Seperti yang terdapat dalam papan pengumuman di halaman luar situs keramat Syech Abdul Jabar Banten yang dapat di lihat dalam foto di bawah ini.

Photo :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Hal ini di karenakan mayoritas dari penduduk desa dan masyarakat setempat yang masih menganut agama Islam tanpa meninggalkan nilai Islam tradisional atau kebiasaan secara turun temurun. Dimana di kawasan ini, penghormatan terhadap ulama atau kiyai menempati posisi yang tinggi, termasuk ketika ulama tersebut sudah meninggal dunia. Dan makamnya banyak diziarahi oleh para murid-muridnya dan masyarakat sekitarnya, baik di siang hari, maupun di malam hari.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Siapa tahu dengan melakukan perjalanan wisata ziarah di malam hari kami dapat menemukan orang yang sedang melakukan ritual di kawasan yang di bilang keramat ini, dan mendapatkan informasi dari si pelaku ritual tersebut. Namun, terlepas dari konsep perjalanan wisata ritual di tempat-tempat wisata ziarah di kawasan keramat Syech Abdul Jabar Banten yang sering di lakukan oleh para pelaku ritual di tempat keramat tersebut.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Di kalangan agama Islam yang saya anut, aktivitas wisata ziarah ke makam keramat dan doktrin tawassul masih menimbulkan pertentangan teologis yang belum terselesaikan, anrara pihak yang membolehkan bahkan mensunahkan, dan phak yang membid'ahkan bahkan mengharamkan. Tanpa bermaksud untuk berpihak dan menyanggah suatu prinsip keyakinan dari suatu golongan, maka perjalanan wisata ziarah ke keramat Syech Abdul Jabar Banten ini kami lakukan di malam hari.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Lanjut.............
Pihak yang membolehkan ziarah ke makam keramat umumnya berasal dari kalangan Islam tradisional, sedangkan pihak yang melarang berasal dari kalangan Islam modern. Terlepas dari pertentangan teologis tersebut,  wisata ziarah ke makam keramat merupakan sebuah fakta sosial yang tidak bisa diabaikan, bahkan merupakan suatu nilai tradisi atau bentuk kebudayaan yang menarik bagi diri saya secara pribadi bersama teman-teman untuk di telusuri sebagai dasar untuk saling menghargai.

Photo :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Sedangkan dalam pengetahuan umum yang di ketahui oleh masyarakat luas, orang yang melakukan ziarah umumnya bertujuan untuk mendoakan arwah yang di kubur agar mendapatkan keselamatan atau tempat yang baik di sisi Tuhan, dan terutama mengingatkan kita akan kematian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup yang ada di atas permukaan bumi ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Jadi manfaat dari wisata ziarah malam hari bukan ditujukan untuk kepentingan orang yang berziarah, melainkan untuk kebaikan roh orang yang diziarahi, dan sebagai nasehat untuk diri sendiri bahwa kehidupan di alam kubur pada malam hari yang akan kita alami nantinya akan seperti apa yang kita lihat dan kita rasakan di lokasi makam, dan hanya amal sholeh serta doa dari anak turunan yang sholehlah yang akan menemani kehidupan kita di alam kubur nantinya.

Pada saat saya bersama rombongan datang di lokasi keramat Syach Abdul Jabar Banten, waktu menunjukan jam 02.30 WIB. Dimana saya beserta rombongan juga bertemu dengan beberapa orang perziarah di lokasi ini yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Bangunan pintu gerbang yang bertuliskan huruf cetak dan huruf arab menghiasi pintu gerbang yang tepat di pinggir jalan, dengan 2 tiang yang terbuat dari batu semen bergaya arsitektur Jawa.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Sebuah jalan lorong panjang menuju pusaran pesarean keramat Syech Abdul Jabar Banten yang di apit oleh pemandangan batu nisan di sebalah kanan dan kirinya, yang di tumbuhi oleh pohon beringin besar yang tua berdiri tegak di area tempat pemakaman, jalan ini akan menghantarkan kita hingga sampai di sana. Seperti yang terlihat di dalam foto yang terdapat dibawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Satu persatu dari kami melalui lorong jalan tersebut, sambil ditemani suara serangga di sekitar makam, dengan dinginnya udara malam hari hingga terasa di persendian tulang. Aura mistis pun serasa di sekeliling tubuh yang sempat membangunkan bulu kudu di sekitaran pundak dan pergelangan tangan. Di pertengahan perjalanan saya menuju makam, saya pun mendengarkan sebuah rintihan hingga terdengar di telinga saya yang melontarkan sebuah pertanyaan, "Ada kepentingan kamu datang kemari ?". Jawaban saya, "Saya hanya ingin meliput untuk website blog saya.......". (he,, he,, he,,,, jangan tegang dong........! hanya bercanda ya......)

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Namun, situasi seperti ini tidak berlangsung lama, bila kita yakin dengan keberadaan Tuhan yang selalu mengiringi setiap langkah kaki kita di atas lempeng bumi yang kita injak di mana saja berada. Maka Tuhan akan selalu bersama orang-orang yang beriman yang meyakini dirinya bahwa Tuhan selalu berada dan dekat dengan kita.

Sayangnya di lokasi pusaran makam keramat Syech Abdul Jabar Banten saya tidak mendapatkan ijin untuk mengambil gambar foto dari salah seorang pengurus makam tersebut. Jadi saya tidak dapat melampirkan gambar foto makam keramat Syech Abdul Jabar Banten dari hasil perjalanan wisata malam kali ini.

Setelah melihat dan sampai di pusaran pesarean keramat Syech Abdul Jabar Banten, kami pun melakukan doa bersama untuk mendoakan akhli kubur, dan di lanjutkan dengan perjalanan kembali ke posisi semula di halaman pintu gerbang keramat Syech Abdul Jabar Banten. Terbesit dalam hati saya, sehabat dan setangguh apapun manusia, maka dia akan kembali juga ke dalam tanah. Sungguh nasehat yang dapat kita lihat langsung di lokasi.

Dari informasi yang saya terima dari salah seorang pemandu wisata lokal, Syech Abdul Jabar berasal dari Sumedang. Putra dari Nyi Mas Ayu Rendra, cucu dari Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan hidupnya, setelah dewasa Syech Abdul Jabar hijrah ke daerah Garut, Jawa Barat, setelah itu beliau hijrah kembali ke daerah Bandung. Setelah di Bandung Syech Abdul Jabar di panggil oleh Sultan Hasanuddin untuk ikut menyebarkan agama Islam di daerah Banten. Dan oleh Sultan Hasanuddin Syech Abdul Jabar diangkat menjadi panglima perang di Banten.

Jasa Syech Abdul Jabar Banten dalam mensyiarkan agama Islam, meninggalkan karomah di lingkungan masyarakat setempat. Dimana lokasi sekitar makam dapat ikut terbantu menjadi ramai akan keberadaan situs keramat Syech Abdul Jabar Banten ini. Namun, bagi sahabat atau pun para pecinta Ejawantah Wisata yang akan berkunjung ke lokasi ini, ada baiknya anda tetap pada keyakinan. Dan jadikan suatu perjalanan wisata ziarah merupakan bagian dari sebuah nasehat secara langsung kepada kita tentang sebuah kematian yang akan kita hadapai nanti, tidak lebih dari itu. Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan menuju Desa Kole Pamarayan Banten Tengah, di mana di lokasi tersebut kita akan menemukan sebuah masjid yang didirikan oleh bangsa jin dan ini menurut cerita legenda mitos Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah.






Salam wisata,

Facebook +Google Twitter Digg Technorati Reddit

Written by : Indra Kusuma Sejati - Describe about us

Website blog ini berisikan informasi tempat wisata yang indah, kaya dengan panorama keindahan alam, flora, fauna, kuliner seni, dan budaya Indonesia yang unik dan eksotis. Dengan sarana akses reservasi hotel atau penginapan, sewa mobil, dan tiket pesawat secara online. Info dunia traveling. yang kami kutip dari berbagai pengalaman pribadi dan beberapa sumber.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

Artikel Terkait:

8 komentar

Perjalanan wisata ziarah ke keramat Syech Abdul Jabarnya pasti menegangkan ya Sob ? Dilihat dari foto-fotonya bangunannya sepertinya unik.

Kita zarah sebagai bentuk penghormatan sembari mendoakan ya sob, bukan malah untuk meminta-minta.

Orang-orang soleh yang berjasa di masa lalu, semoga Allah tempatan di tempat terindah di alam kuburnya. Aamiin.

Tentunya sangat menegangkan Sob, dan banyak cerita yang di dapat dari lokasi tersebut. Bukan cerita horor loh, tapi cerita sejarah dan mengingatkan kita akan sebuah kematian nantinya. he,, he,, he,,,,,


Salam wisata,

Benar kang, itulah maksud dari perjalanan wisata ziarah yang saya bersama teman-teman lakukan. Dan hal ini sebagai nasehat untuk kita semua yang hadir di lokasi ini.

Salam wisata,

waduh malam-malam kok berziarah mas, apa nggak takut? hehee kalau saya malah takut soalnya kan gelap dan sepi ^^

Kalau sendiri memang sepi Mba, tapi kalau lebih dari 2 orang dan ramai-ramai jadi seru kalau wisata ziarah malam hari. he,, he,, he,,,,

Salam Wisata,

pandeglang mana ya daerahnya mohon di jelaskan dr kota pandeglang makamnyake arah mana nama kampungnya biar jelas lokasi makam syeh abdul jabar

Kalau bapak perhatikan dai photo-photo yang besar tersebut di atas di sana tertulisa sangat jelas, dan alamatnya pun juga sangat jelas di dalam artikel untuk menuju makam Syech Abdul Jabar. Coba bapak baca lagi pelan-pelan dan teliti.


Salam wisata

Terima Kasih atas kunjungan dan komentar anda. Maaf, komentar yang mengandung iklan, spam dan link promosi atau link hidup akan di hapus.
=======================================================================
Thank you for your visit and your comment. Sorry, comments that contain advertising, spam and link promotion or live links will be removed

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus