Wisata Sejarah Di Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-di-masjid-hidayatullah-setiabudi-jakarta.html Wisata Sejarah Di Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta.- Masjid yang berumur 3 abad dan menjadi bukti sejarah akluturasi budaya dan peradapan sejarah kota Jakarta yang terdiri dari beberapa etnis suku bangsa berdiri tegak di antara bangunan gedun pencakar langit di tengah kota Jakarta.

Masjid Hidayatullah merupakan salah satu saksi bisu perjuangan umat Islam melawan penjajah Belanda, konon sering dipergunakan sebagai tempat untuk mengatur strategi perang, dan melalui masjid inilah pengiriman senjata ke daerah Kerawang dan Cikampek di lakukan pada masa penjajahan Belanda.

Masjid Hidayatullah terletak di Jalan Masjid Hidayatullah, Karet Semanggi Setiabudi, Jakarta Selatan. Letak bangunan masjid yang berada ditengah kota, membuat Masjid Hidayatullah ini ditemani oleh gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-di-masjid-hidayatullah-setiabudi-jakarta.html

Keberadaan bangunan Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta yang terhimpit oleh bangunan kota, membuat pengurus masjid mengalami kesulitan untuk melakukan pengembangan. Namun kegiatan yang di lakukan di masjid Hidyatullah sampai dengan hari ini masih aktif melakukan kegiatan agama seperti menyelenggarakan kegiatan sholat fardhu, sholat Jum'at, hari besar Islam, pengajian rutin serta kegiatan keagamaan lainnya.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-di-masjid-hidayatullah-setiabudi-jakarta.html

Masjid Hidayatullah berdiri pada tahun 1747 di atas tanah wakaf pengusaha Batik Mohammad Yusuf yang tinggal di daerah Karet Jakarta, dari bangunan masjid kita dapat melihat bahwa masjid ini mendapat pengaruh budaya dari Tiongko, Hindu dan juga budaya lokal yaitu Betawi. Perpaduan gaya arsitektur dengan beberapa etnis budaya ini mulai dari luar halaman masjid yang memperlihatkan sebuah atap masjid bersusun tiga lapis yang di adopsi dari etnis Tionghoa, pintu dan jendela masjid yang di adopsi dari etnis Budaya Betawi.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-di-masjid-hidayatullah-setiabudi-jakarta.html

Memasuki ruang dalam Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta, kita akan melihat tiang-tiang penyanggah yang terbuat dari ornamen kayu dengan ukiran indah, kita dapat merasakan nuansa relegius dengan perpaduan seni gaya arsitektur bernilai sejarah tinggi.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-di-masjid-hidayatullah-setiabudi-jakarta.html

Di dalam ruang depan Masjdi Hidayatullah ini, kita dapat melihat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu jati dan berukiran dengan bentuk-bentuk candi kecil yang merupakan alkuturasi seni budaya Hindu untuk seorang imam memberikan nasehat agama atau ceramah dengan ventilasi yang cukup untuk memberikan sinar dalam masjid masuk dengan udara yang bersih dan asri dari luar ruangan yang bergaya tradisional etnis budaya Betawi. Dan di atasnya terdapat sebuah tulisan kaligrafi yang merupakan budaya dari timur tengah.

Berkujung ke Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta, kita bukan hanya dapat merasakan kesejukan tempat dalam melakukan ibadah di tempat ini, namun kta juga dapat menikmati seni dan gaya arsitektur sisi-sisi bangunanan masjid yang bernilai sejarah dan di lindungi oleh pemerintah Indonesia. Bagi teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata yang akan melihat dalam tayangan video dapat melihat tayangan di bawah ini.

Perjalanan wisata bukan hanya dapat mebawa diri kita dalam keadaan senang, namun kita pun dapat mengerti dan memahami bahasa Tuhan melalui alam di sekitar kita, di mana dalam kehidupan ini kita akan menemukan sebuah akhir perjalanan untuk kembali kepada Nya. Semoga pengalaman perjalanan saya kali ini dapat menjadi sebuah nasehat kebaikan untuk kita semua, dan selamat menikmati perjalanan Wisata Sejarah Di Masjid Hidayatulah Setiabudi Jakarta.[]



Salam wisata,

WISATA ZIARAH MASJID AGUNG BANTEN

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-ziarah-masjid-agung-banten.html
Wisata Ziarah Masjid Agung Banten yang terletak di Jalan Banten Lama, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Propinsi Banten. Dari kota Banten menuju lokasi ini kita akan mememrlukan jarak tempah +/- 10 km ke arah sebelah utara.

Wisata ziarah Banten merupakan salah satu wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan domestik dan mancanegara. Karena di daerah Propinsi Banten memiliki tempa-tempat wisata ziarah yang banyak di kunjungi.

Dari pusat informasi sejarah Masjid Agung Banten, masjid ini  memiliki bangunan berupa tiyamah dengan lenggam arsitektur Belanda Kuno yang merupakan bangunan tambahan yang berdiri di sebelah selatan masjid yang di bangun oleh Hendrik Lucas Cardeel seorang arsitek Belanda, dan didirikan pada masa pemerintahana Sultan Maulana Hasanuddin dan  putranya Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566 M atau bertepatan dengan bulan Zulhijjah 966 H.

Dan Menurut informasi arsitek Handrik Lucas Cardeel adalah arsitek yang beragama Islam dan mendapat sebuah gelar dari Sultan dengan nama Pangeran Wiraguna, Menurut K.C Crucg menara ini Masjid Agung Banten sudah ada sebelum tahun 1569 M/1570 M, bahkan berdasarakan tinjauan seni bangunan dan hiasannya ia berkesimpulan menara ini didirikan pada pertengahan kedua abad XVI yaitu antara tahun 1560 M sampai 1570 M.

Lanjut..........
Sepintas Masjid Agung Banten ini relatif terpelihara, meskipun masih banyak yang sudah rusak. Di sebelah kiri dan kanan masjid ini terdapat bangunan Tiyamah dan tempat pemakaman Sultan -sultan Banten. ( Baca : Wisata Malam Di Kawasan Kabupaten Provinsi Banten )

Komplek bangunan Masjid Agung Banten memiliki luas area +/ 1,3 ha yang dikelilingi pagar tembok setinggi satu meter. Pada tembok sisi timur dan barat masjid masing-masing terdapat dua buah gapura di bagian utara dan selatan yang letaknya sejajar, dan berdiri di atas pondasi masif dengan ketinggian +/- 1 meter dari halaman.

Ruang utama Masjid Agung Banten memiliki bentuk empat persegi panjang, dan menurut informasi yang saya terima ruangan ini memiliki luas 25 x 19 meter, dan berlantai ubin dengan ukuran 30 x 30 cm berwarna hijau muda.

Pada dinding sebelah timur Masjid Agung Banten terdapat sebuah didnding pemisah yang memisahkan ruang utama dengan serambi timur, dan terdapat empat buah pintu yang menueurt informasi pintu-pintu tersebut berukuran +/- 174 x 98 meter yang terbuat dari kayu.

Untuk bagian atas pintu Masjid Agung Banten ini berbentuk lengkung setengah lingkaran. Lubang angin pada dinding timur ada dua buah yang mengapit pintu, dan pintu paling selatan berbentuk persegi panjang yang di dalamnya terdapat hiasan motif kertas tempel. Dinding bagian barat berhiasakan pelipit rata, penyangga, setengah lingkaran, dan pelipit rata, peyangga, setengah lingkaran, dan pelipit cekung.

Pada dinding sisi utara Masjid Agung Banten terdapat sebuah pintu berukuran 240 x 125 cm, dan dua buah jendela dengan ukuran 180 x 152 cm, sedangkan pada dinding selatan terdapat satu pintu. Bangunan lain yang ada di halaman Masjid Agung banten ini terdapat sebuah menara dan bancet atau yang dikenal dengan nama jam matahari, informasi yang saya dapatkan tinggi menara ini +/- 23 meter dan dilengkapi dengan 82 buah anak tangga yang dapat mengahantarkan diri kita hingga ke puncak menara.

Sedangkan untuk kolam yang berada di depan serambi timur Masjid Agung Banten kita bisa melihat bentuk kolam yang persegi panjang dengan hiasan tembok yang mengelilingi kolam tersebut, konon kolam ini dulunya sebagai tempat mengambil air wudhu untuk bersuci sebelum masuk ke dalam Masjid Agung Banten ini.

Bergeser ke sebuah tempat sholat, dimana tempat sholat ini bernama pawestren, yaitu ruangan khusus untuk sholat wanita yang letaknya bersampingan dengan ruang utama. Dan pada dinding selatan Masjid Agung Banten terdapat sebuah pntu yang menghubungkan pawestren dengan serambi temapt makam, yang terdapat lubang angin di dinding yang berbentuk segi tiga dan hanya terlihat sebagian yang terbuka karena tertutup atap makam di bagian sebelah selatan Masjid Agung Banten ini. Sedangakn untuk bagian sebalah barat paswastren hanya terdapat lubang angin dengan bentuk kumpulan segitiga dengan di selingi bunga di antaranya.

Wisata Ziarah Masjid Agung Banten dapat membawa kita mengenal lebih dekat dengan kebesaran masa kejayaan dan kebesaran Islam yang ada di daerah kawasan Banten ini, Dimana kita akan dapat menikmati pernak-pernik gaya arsitektur sebuah banguna Masjid Agung Banten yang sangat indah dan unik yang memiliki nilai sejarah yang besar, selama perjalanan pengembangan agama Islam di tanah Jawa.[]




Salam wisata,

WISATA ZIARAH KE MASJID AGUNG DEMAK

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-ziarah-masjid-agung-demak.html
Wisata Zairah Ke Masjid Agung Demak yang merupakan salah satu masjid tertua yang berada di Indonesia dan konon masjid ini merupakan tempat berkumpulnya para Wali Sanga (Wali Sembilan). Masjid ini memiliki historis yang sangat penting bagi perkembangan Islam di Indonesia.

Masjid Agung Demak secara admistratif berlokasi di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Propinsi Jawa Tengah.

Lokasi masjid yang berdekatan dengan pusat Kota Demak, dan memiliki jarak +/- 26 km dari Kota Semarang dari tempat saya memulai perjalanan wisata ziarah ini. Hal ini saya lakukan karena saya lebih dulu berkunjung ke lokasi daerah Semarang. ( Baca : Tempat Wisata Semarang ).

Sesuai namanya, masjid ini terletak di Kota Demak. Dan arsitektur Masjid Agung Demak ini dipengaruhi oleh nilai seniarsitektur Jawa Kuno pada masa Kerajaan Hindu. Dan saya pun mendapatkan penjelasan dari salah seorang petugas dari Masjid Agung Demak dan juga dari beberapa informasi yang saya dapatkan melalui Museum Masjid Agung Demak.

Lanjut.............
Dari informasi yang saya dapatkan bahwa perjalanan Sejarah Masjid Agung Demak ini bersasal dari Raden Fatah bersama para Wali Sanga berinisiatif untuk mendirikan sebuah masjid dengan memberi gambar serupa bulus. Gambar masjid berupa bulus tersebut merupakan candra sengkala memet, yang memiliki arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti dan memiliki makna tahun 1401 Saka.

Tentu saya bertanda tanya apa hubungannya gambar bulus dengan angka 1401 Saka tersebut dalam perencanaan pembangaunan Masjid Agung Demak ini ?......

Dan ternyata infromasi yang saya dapatkan adalah.......
Gambar bulus yang terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari sebuah simbol inilah, diperkirakan Masjid Agung Demak ide pembangunannya di mulai dari tahun 1401 Saka.

Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Demak sendiri dibangun tiga tahap. Tahap pembangunan pertama adalah pada tahun 1466. Ketika itu Masjid Agung Demak masih berupa bangunan Pondok Pesantren Glagahwangi di bawah asuhan Sunan Ampel.

Hal tersebut dapat di lihat dari tanda di sebuah pintu yang bernama "Pintu Bledeg" di mana pintu tersebut mengandung candra sengkala, yang dapat  dibaca Naga Mult Salira Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

http://www.ejawantahtour.com/2014/06/wisata-ziarah-masjid-agung-demak.html
Lanjut.........
Ketika Pesantren Glagahwangi dibawah asuhan Sunan Ampel pada tahun 1477, masjid ini dibangun kembali sebagai masjid Kadipaten Glagahwangi Demak. Dan pada tahun 1478 ketika Raden Fatah diangkat sebagai Sultan I Demak, masjid ini direnovasi dengan penambahan tiga trap.

Sultan Fatah bersama Walisongo memimpin proses pembangunan Masjid Agung Demak ini di bantu masyarakat sekitar. Para wali saling membagi tugasnya masing-masing. Secara umum para wali menggarap tiang utama yang menjadi penyangga masjid. Namun, ada empat wali yang secara khusus memimpin pembuatan soko guru, yaitu ; Sunan Bonang memimpin untuk pembuatan soko guru di bagian barat laut; Sunan Kalijaga memimpin untuk pembuatan soko guru di  bagian timur laut; Sunan Ampel memimpin pembautan soko guru  di bagian tenggara; dan Sunan Gunung Jati memimpin untuk pembuatan soko guru di sebelah barat daya.

Setelah mendapatkan penjelasan perjalanan sejarah dari mulai proses lahirnya ide pembangunanan hingga proses pembuatan Masjid Agung Demak ini, saya pun melanjutkan penelusuran di daerah dalam masjid.

Dari segi arsitekturnya Masjid Agung Demak ini memiliki bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut dengan saka guru (soko guru) yang di bangun oleh para Wali yang tersebut di atas seperti ; Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel; dan Sunan Gunung Jati.

Salah satu tiang utama Masjid Agung Demak tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamakan saka tatal. Bangunan serambi yang merupakan bangunan terbuka, dan tiang penyangga bangunan Masjid Agung Demak ini berjumlah 50 buah, dengan tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.

Masjid Agung Demak ini memiliki keistimewahan berupa arsitektur khas Indonesia. Atap masjid menggunakan atap tajuk bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki atau yang disebut dengan limas yang menggambarkan ; Iman, Islam dan Ihsan. Atap limas Masjid Agung Demak ini ditopang dengan delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Di samping itu Masjid Agung Demak ini memiliki lima buah pintu yang menghubungkan ruang satu dengan yang lainnya, yang memiliki makna rukun Islam, yaitu Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji.

Dan Masjid Agung Demak ini pun memiliki enam buah jendela yang memiliki makna Rukun Iman, yaitu percaya kepada Alloh SWT, Malaikat-malaikat -Nya, Rosul-rosul -Nya, Kitab-kitab -Nya, Hari Kiamat, dan Qadha-qadar -Nya.

Di Lingkungan Masjid Agung Demak ini pun terdapat sejumlah benda-benda peninggalan bersejarah seperti Soko Tatal, Dhampar Kencana, Soko Majapahit, dan Maksurah. Di Samping itu, di lingkungan masjid juga terdapat komplek makam sultan-sultan Demak dan para abdinya, yang terbagi atas empat bagian yaitu : makam Kasepuhan, makam Keneman, makam di sebelah barat Kasepuhan dan Kaneman, dan makam lainnya. Melalui perjalanan wisata zairah ini kita pun dapat mengenal sejarah perjalanan kerajaan Demak. ( Baca : Mengenal Kisah Sejarah Kerajaan Demak )

Wisata Ziarah Ke Masjid Agung Demak membuat kita mengenal lebih jauh sebuah nilai sejarah perkembangan Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa yang terkenal dengan tokoh penyebar agama Islam nya yaitu Wali Sanga (9 wali). Dengan alat tradisional masjid ini di bangun dan tetao bisa di nikmati oelh para jemaah baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Semoga bermanfaat.[]




Salam wisata,

MENELUSURI MASJID KERATON KANOMAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/menelusuri-masjid-keraton-kanoman-cirebon.html
Menelusuri Masjid Keraton Kanoman Cirebon. - Masjid ini merupakan salah satu masjid yang memiliki banguan bernilai sejarah di daerah Cirebon. Masjid yang berlokasi di Kelurahan Pekalipan, sebelah timur Komplek Keraton Kanoman, Kecamatan Leumah Wunggkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Perjalanan wisata sejarah menuju lokasi Masjid Kerton Konaman Cirebon ini merupakan rangkaian perjalanan wisata sejarah saya bersama rekan-rekan di Kota Cirebon. Di mana lokasi masjid ini mudah di jangkau dari setiap lokasi objek wisata rohani yang sebelumnya kami datangi. (Baca : Wisata Sejarah Masjid Cipta Rasa Cirebon )

Lanjut........
Dari informasi yang saya dapatkan di lokasi Masjid Agung Keraton Kanoman ini didirikan atas prakarsa Belanda, tepatnya pada tahun 1930 M oleh Sultan Zulkarnain bersama Sultan Nurbuat. Dan masjid ini dibuat sebagai bagian dari Kesultanan Kanoman yang biasa digunakan pada puncak acara perayaan tradisi adat muludan atau sekatenan di Keraton Kanoman Cirebon.

Masjid Keraton Kanoman Cirebon sampai hari ini masih berfungsi untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah layaknya masjid lainnya, baik sebagai tempat sholat maupun pengajian. Dan menurut informasi jamaah dari masjid ini banyak berdatangan dari berbagai pelosok Cirebon, bahkan dari luar kota dan luar Jawa. Apalagi pada musim bulan Maulid para wisatawan domestik maupun mancanegara banyak yang hadir di  Masjid Keraton Kanoman Cirebon.

Masjid Keraton Kanoman Cirebon memiliki bangunan berbentuk bujur sangkar, berukuran +/- 25 x 30 meter, dan di daerah pojok kanan masjid kita dapat menemukan dua makam, namun sampai dengan hari ini makam tersebut belum diketahui dengan jelas nama tokoh yang di makamkannya yang berada di lokasi. Dari informasi di sekitaran lokasi yang saya dapatkan ada juga pernyataan yang saya terima bahwa makam tersebut merupakan makam pendiri dari masjid ini.

Bangunan Masjid Keraton Kanoman Cirebon memiliki dinding tembok dari bata merah, dan latai memiliki ketinggian lantai +/- 100 cm yang berlapis ubin abu-abu berukuran 30 x 30 cm. Dengan atap yang terbuat dari genteng yang berbentuk tajuk bersusun dan puncaknya dituup dengan mustaka. Atap masjid yang ditopang dengan empat tiang kayu jati bulat yang masih dipertahankan hingga sekarang dan masih bisa di saksikan oleh setiap wisatawan yang berkunjung di tempat ini.

Menurut informasi yang saya terima, masjid ini telah mengalami pemugaran renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan sarana tempat ibadah bagi jamaahnya, dengan adanya penambahan kanopi baru yang berada di bagian depan masjid, sedangkan untuk bagian dalam masjid masih tetap sama seperti aslinya.

Menelusuri Masjid Keraton Kanoman Cirebon kita akan merasakan bahwa sebuah nilai bangunan masjid yang mengandung sejarah ini masih memiliki arti di setiap hati para jamaahnya. Nilai budaya dan sisi sejarah yang terdapat sebuah simbol yang memiliki makna penting bagi sebuah kelestariannya.Hal ini terbukti bahwa sampai hari ini masjid Keraton Kanoman Cirebon masih banyak yang mengunjunginya. Semoga pengalaman penelusurun wisata sejarah saya bersma beberapa teman di lokasi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.




Salam wisata,

MENGENAL LANGGAR AGUNG KASEPUHAN CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/mengenal-langgar-agung-kasepuhan-cirebon.html
Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon -
Langgar Agung atau yang sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai Masjid Langgar Agung sebenarnya adalah sebuah musholah tua yang berada di dalam komplek Kasepuhan Cirebon. Sedangkan nama Langgar sama dengan artinya dengan nama surau atau musholah.

Informasi yang saya dapatkan mengenai awal dibangunnya Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ada beberapa versi.

Menurut catatan Keraton Kasepuhan Cirebon, yang mengacu pada candrasengkala, "waspada panembahe yuganing ratu". Kalimat tersebut bermakna 2241, alias 1422 Saka, jaman tersebut sama dengan tahun 1500 Masehi. Sedangkan menurut naskah Kertabhumi, Langgar Agung Kesepuhan Cirebon di bangun pada tahun 1489 Masehi.

Terlepas dari perbedaan pendapat dari asal usul tahun berdirinya Langgar Agung Kasepuhan Cirebon tersebut di atas. Langgar ini memiliki keunikan tersendiri dari sudut pandang sebuah keindahan arsitekturnya untuk kita kenali dari dekat.

Langgar Agung ini berfungsi sebagai rumah ibadah, dan lokasi tidak jauh dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang merupakan masjid remi dari Kesultanan Cirebon, Jawa Barat. ( Baca : Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon )

Untuk menikmati eksotisme Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ini kita harus menuju ke Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, kota Cirebon, Jawa Barat.
 
Lanjut..............
Informasi yang saya terima konon dulunya Kesultanan Cirebon masih menjadi satu Keraton, namun sekarang ini telah terpecah menjadi tiga yaitu Keraton Kasepuhan dengan Sultan Sepuh sebagai penguasanya, lalu Keraton Kanoman dengan Sultan Anom nya dan yang terakhir Keraton Kacirbonan.

Itulah sedikit warna-warni infromasi yang saya dapatkan mengenai Keraton Kesepuhan Cirobon dari salah seorang pengurus atau kuncen Langgar Agung Kasepuhan Cirebon pada saat saya melakukan perjalanan wisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon ini.

Lanjut............
Langgar Agung Kasepuhan Cirebon memiliki tata ruang model rumah tradisional Jawa. Di mana ruang utama atau yang disebut dengan ruang induk disebut dalem ageng. Dan bilik sebalah kanan kirinya di namakan gandak tengen dan gandak kiwa. Serambi depan langgar memwakili pendopo tanpa dinding dan dinaungi dua ata[ limas berjajar. Sedangkan untuk bilik belakangnya disebut senthong.

Langgar Agung Kasepuhan Cirebon ini terbagi lima ruang, yaitu ruang utama yang menjadi sebuah ruangan masjid atau langgar yang asli, tiga serambi, dan ruang belakang. Lantai langgar yang terbuat dari terkota tanah atau tembikar yang berukuran 30 x 30 cm. Sedangkan untuk serambi bagian selatan disebut sebagai bangsal prabayaksa, dalam bahasa Jawa kuno yang berarti ruang pertemuan.

Di lokasi belakang Langgar Agung Kasepuhan Cirebon terdapat tempat yang disediakan untuk istirahat para kuncen, pengurus masjid. Di dalam masjid atau langgar ini kita bisa menemukan banyak kitab suci Al Qur'an danjuga buku-buku pelajaran agama yang diseimpan di ruangan yang berukuran 5 x 20 meter  yang terbuka dan hanya dipagari dengan besi berwarna coklat setinggi +/- 2 meter.

Mengenal Langgar Agung Kasepuhan Cirebon merupakan pengalaman yang sangat mengasyikan bagi saya, di mana melalui perjalanan wisata sejarah dan budaya di lokasi Kota Cirbon ini dapat mengahantarkan diri kita untuk mengenal lebih jauh tentang keberadaan dan konsidi tempat sejarah yang berada di daerah Kota Cirebon ini. Semoga pengalaman perjalanan wisata sejarah dan budaya kali ini dapat memberikan manfaat kepada teman-teman dan pemabaca setia Ejawantah Wisata untuk mendpatkan informasi untuk menambah pengetahuan kita bersama.





Salam Wisata,

WISATA SEJARAH MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa-cirebon.html
Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon atau disebut dengan Masjid Agung Keraton yang terletak didepan Keraton Kesepuhan Cirebon atau sebelah barat alun-alun Keraton, di Jalan Keraton Kesepuhan No. 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. 

Dari catatan sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon  di bangun pada tahun 1480 atas prakarsa Permaisuri Kesultanan Cirebon yang bernama Nyi Ratu Pakungwati dibantu oleh Walisongo dan beberapa tenaga ahli yang dikirim oleh Sultan Demak, Raden Patah.

Lanjut........
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon merupakan salah satu masjid tertua di Cirebon. Keberadaaan Walisongo yang kala itu memiliki peranan besar terhadap pembangunan masjid ini. Sunan gunung Jati yang bertindak sebagai ketua pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dan menunjuk Sunan kalijaga sebagai arsitek pembangunan masjid ini.

Sunan Kalijaga mendapat kehormatan untuk mendirikan soko guru Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon ini. Soko guru yang dibuat berasal dari kepingan-kepingan kayu yang disusun menjadi tiang sekatal oleh Sunan Kalijaga.  Soko guru tersebut memiliki lambang kesatuan atau kegotong-royongan. Dan ini berfungsi sebagai tiang penyanggah di dalam masjid.

Pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon konon dari cerita yang saya dapatkan pembangunan masjid ini melibatkan 500 tenaga pekerja dari Demak, Majapahit, dan Cirebon. Yang cukup menarik dalam proses pembangunan masjid ini. melibatkan seorang tokoh tahan perang Demak-Majapahit yang bernama Raden Sepet.

Konon tindakan Raden Sepat di datangkan dari Demak dan terlibat dalam pembangunan masjid ini adalah sebagai imbalan Demak kepada Cirebon yang telah membantu mengirim pasukan dalam penyerangan ke Majapahit.

Konon nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon berasal dari kosa kata yang di ambil dari "sang" yang memiliki arti keagungan. Sedangkan "cipta" yang artinya dibangun, dan "rasa" yang artinya digunakan.

Lanjut......
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ini memiliki lima ruangan, yaitu ruangan utama, tiga serambi, dan satu ruang belakang. Pada ruang utama masjid terdapat sembilan pintu yang melambangkan Walisongo.

Dan di bagian mihrab Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon terdapat ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Di bagian mihrab juga terdapat ubin yang bertanda khusus yang melambangkan tiga ajaran pokok agama, yaitu iman, Islam, dan ihsan.

Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon kita bisa menemukan sebuah tempat wudhu, konon air di lokasi tempat wudu ini tidak pernah kering, dan ada sebagain orang yang menamakan air dari tempat wudhu ini dengan nama air 'zam-zam'. Hal ini di sebabkan air di lokasi ini sama persis dengan lokasi air zam-zam di Mekah yang tidak pernah kering. Jadi ini hanya kesamaan saja ya...... dan tetap beda dengan air zam-zam yang aslinya.

Namu, sayangnya pada tahun 1549 Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon ini terbakar. Dan di tempat yang sama kemudian dibangun masjid Agung yang baru yaitu Masjid Agung Keraton yang sekarang ini berdiri.

Wisata Sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon merupakan salah satu perjalanan wisata ziarah Cirobon yang bisa kita lakukan, di mana kita dapat mengenal lebih dekat pesona keindahan sebuah nilai sejarah arsitektur dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya dan bukan untuk di pergunakan sebagai perjalanan ritual yang di salah artikan penerapannya pada saat melakukan wisata ziarah.



Salam wisata,

CERITA LEGENDA MITOS MASJID KOLE PAMARAYAN BANTEN TENGAH

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html
Cerita legenda mitos desa Kole Pamarayan Banten Tengah ini saya dapatkan pada saat saya bersama beberapa teman melakukan perjalanan wisata malam di Kabupaten Provinsi Banten pada akhir tahun 2013. Keindaham alam dengan hamparan sawah dan hutan yang mengelilingi kawasan lokasi Desa Pamarayan Banten Tengah ini sangat asri dan masih memiliki udara yang segar pada saat saya beserta rombongan hadir di lokasi setelah melakukan perjalanan wisata ziarah ke makam Syach Abduljabar Banten di Desa Pasir Kecapi, Pagadungan, Karangtanjung, Pandeglang, Banten.

Tepat jam 06:00 WIB saya beserta rombongan tiba di lokasi "Keramat Kole Pamarayan Banten Tengah" di temani suasana rintik hujan dan awan mendung di sekitar lokasi desa tersebut. Kehadiran saya bersama teman-teman semasa SMA yang tergabung dalam team futsalboedeot94 di lokasi ini pun di sambut oleh seorang tokoh masyarakat sekaligus pengurus masjid, beliau merupakan salah satu ke turunan Ki Buyut Santri yang makamnya berada area masjid.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Terlihat bangunan masjid berwarna putih yang menjadi sosok bangunan situs sejarah yang menjadi sebuah legenda cerita unik dan misterius di tengah-tengah masyarakat asli Desa Kole Pamarayan Banten Tengah secara turun temurun. Dan hal inilah yang menarik perhatian saya untuk ditelusuri dalam perjalanan wisata ziarah di kawasan Banten kali ini.

Bangunan masjidnya memiliki gaya arsitektur berbentuk persegi empat dengan banyak pilar dan dua susun bangunan berbentuk limas sebagai menara masjid diatas bangunannya. Pintu dan jendela gantung yang sudah di renovasi dengan pengecatan berwarna hijau ini bisa kita temukan di luar halaman masuk area masjid seperti yang dapat kita lihat dalam foto di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Bangunan masjid yang diberinama Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah ini merupakan sosok bangunan tua yang telah mengalami pemugaran renovasi di beberapa titk bangunannya. Hal menarik yang saya dapatkan dari pemandu wisata lokal yang bernama Mas Yanto, beliau merupakan penduduk asli Banten dan memiliki hubungan keluarga dari tokoh masyarakat Kole Pamarayan Banten Tengah.

Lanjut............
Bangunan Masjid Kole Pamarayan ada dengan sendirinya tanpa di bangun oleh masyarakat penduduk Desa Kole Pamarayan Banten Tengah. Menurut cerita legenda masyarakat setempat dan masih menjadi keyakinan oleh mereka sampai saat ini, masjid tersebut dulunya di bangun oleh makhluk bangsa "jin". Dan tidak ada yang mengetahui kapan proses pembangunan masjid ini berlangsung. Jadi singkat cerita masjid Kole Pamarayan Banten Tengah ini sudah ada dengan sendirinya secara tiba-tiba di pagi hari pada di tengah Desa Kole Pamarayan Banten Tengah.

Namun, setelah saya telusuri melalui keterangan beberapa sesepuh desa yang hadir dan tidak mau di ambil foto dan disebutkan namanya, mereka tidak mengetahui tahun berapa kejadian ini berlagsung. Karena cerita yang mereka dapatkan tentang masjid ini pun juga dari kake buyut turunan mereka. ( baca tulisan saya tentang mitos)

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Terlepas dari kebenaran cerita legenda dan mitos kepercayaan asli dari masyarakat setempat, bangunan Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah ini pasti memiliki nilai sejarah untuk kawasan wilayah desa tersebut. Untuk bagian dalam bangunan Masjid Kole Pamarayan terawat sangat rapih dan bersih, sampai dengan hari ini Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah masih sering dijadikan tempat peribadatan umat Islam oleh masyarakat desa, dan juga para perzirah yang hadir di lokasi ini. Untuk kondisi dalam bangunan Masjid Kole Pamarayan anda dapat melihat foto-fotonya seperti yang berada di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Foto di atas merupakan bangunan tengah dari Masjid Kole Pamarayan yang di sanggah dengan empat tiang yang terbuat dari batu beralaskan lantai yang terbuat dari keramik. Sedangkan untuk foto yang ada di bawah merupakan mimbar depan masjid untuk imam memimpin sholat bagi jama'ahnya, di sana juga terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari semen dengan ruangan yang bisa untuk duduk bagi imam untuk memberikan nasehat atau pun ceramah pada waktu-waktu tertentu di perayaan hari besar agama, terutama pada saat sholat Jum'at.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Dari keterangan yang saya dapatkan posisi dalam ruangan masjid ini hanya atap dan empat tiang penyanggah yang merupakan penambahan bangunan Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah ini yang mengalami pemugaran setelah di renovasi. Sedangkan untuk dinding bangunan pokok dan bentuk artsitektur lainnya masih sama seperti aslinya.

Keberadaan masjid Kole Pamarayan Banten Tengah ini, sangat mendukung para perziarah yang hadir untuk melakukan wiaata ziarah ke Makam keramat Kole Pamarayan Banten Tengah yang berlokasi tepatnya di sebalah masjid tersebut. Dimana situs makam keramat ini merupakan salah satu cagar budaya masyarkat Desa Kole Pamarayan Banten Tengah yang menjadi tempat persarean terakhir dari salah seorang tokoh pejuang penyebar agama Islam di kawasan kerajaan Banten yang memiliki julukan nama Ki Buyut Santri.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Setelah melakukan silaturahmi dan berbincang-bincang dengan tokoh masayrakat setempat, kami pun menelusuri lokasi Keramat Kole Pamarayan Banten Tengah. Memasuki area makam yang di keramatkan oleh penduduk setempat, tentu kami tidak bisa berprilaku sembarangan. Adab dn budi pekerti dalam bersikap dan berkumunikasipun kami tetap menjunjung tinggi nilai-nilai norma yang berlaku di area ini.

Setelah mendapatkan ijin dari penjaga Makam Keramat Kole Pamarayan Banten Tengah, kami pun masuk ke dalam area dengan tertip, di dalam area tersebut kami pun memanjatkan doa untuk tokoh Ki Buyut Santri yang terdapat di pesarean tersebut.Terlihat sebuah pintu pintu yang berlapis, dimana satu pintu yang terbuat dari besi, dan yang satu lagi terbuat dari kayu. Seperti yang terlihat dalam foto di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Kedua pintu tersebut merupakan batas yang dibuat untuk para perziarah, agar tidak mendekati area makam dan melakukan tindakan di luar batas norma akidah agama. Seperti mengambil tanah makam atau mensobek kain putih yang dijadikan jimat bagi orang-orang yang salah menerapkan ilmu ziarah yang di ajarkan oleh agama. Hal inilah yang saya dapatkan dari keterangan pemandu wisata yang memandu perjalanan wisata ziarah kami ke lokasi Makam Keramat Kole Pamarayan banten Tengah.

Lanjut.......
Sedangkan sebuah tikar yang berada di depan pintu makam itu disediakan untuk duduk bagi para perziarah dalam melakukan doa untuk almarhum Ki Buyut Santri yang berada di Makam Keramat Kole Pamarayan Banten Tengah. Dan patok dari beberapa makam yang ada di sekitar area yang terlihat di dalam foto tersebut di atas merupakan tanda pengingat kepada para perziarah sebagai simbol nasehat bahwa suatu hari kelak kita pun akan mengalami masa yang sama, yaitu kematian yang akan datang menghampiri diri kita dalam kehidupan. Dan pesan yang terlihat dalam perjalanan wisata ziarah adalah sebuah nasehat langsung kepada setiap individu manusianya itu sendiri yang sesuai ajaran dan perintah agama.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Setelah berdoa sejenak, kamipun satu persatu keluar dengan tertib. Diruangan tempat peristirahatan yang telah tersedia di aera Makam Keramat Kole Pamarayan Banten Tengah, kami pun beristirahat sambil meluruskan pinggang yang pegal dengan rebahan. Perjalanan penelusuran beberapa titik tempat wisata malam di kawasan Provinsi Kabupaten Banten pun berakhir di lokasi ini. Seperti yang terlihat dalam foto di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Rasa lelah dan ngantuk pun telah menghampiri diri kami masing-masing. Dengan mempertimbangkan kondisi dan keadaan seperti ini, kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah pemandu wisata ziarah kami Mas Yanto. Stibanya kami di lokasi rumah mas Yanto, kami pun langsung bersitirahat dan sarapan pagi dengan menu kulier taradisonal Indonesia masyarakat setempat yang seadanya.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/cerita-legenda-mitos-masjid-kole.html

Setelah kami beristirahat beberapa jam hingga tenaga kami pulih, maka saya berserta teman-teman berpamitan untuk kembali ke Jakarta. Dalam kesempatan ini saya mewakili team rombongan perjalanan wisata ziarah kali ini mengucapkan terimakasih kepada Mas Yanto dan beberapa tokoh sepuh dan masyarakat Banten yang telah menerima dan melayani kami dengan baik. Sehingga kami dapat mengetahui tempat wisata ziarah Banten yang menjadi situs cagar budaya dan sejarah dari kerajaan Banten yang merupakan salah satu obyek destinasi wisata yang menarik untuk di kunjungi dan di jelajahi di salah satu kawasan daerah Indonesia. Anda akan mengetahui secara langsung cerita unik dari cerita legenda mitos Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah yang di bangsa oleh bangsa "Jin".




Salam wisata,

WISATA ZIARAH KE KERAMAT SYECH ABDUL JABAR BANTEN

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html
Wisata ziarah ke keramat Syech Abdul Jabar Banten merupakan lanjutan cerita perjalanan wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten yang saya lakukan bersama rekan-rekan. Tujuan dari perjalanan wisata malam ke lokasi keramat Syech Abdul Jabar Banten ini, kami hanya ingin lebih mengenal dekat dari salah seorang tokoh sejarah dari Kerjaan Banten sekaligus tokoh penyebar agama Islam dari tempat persarean beliau yang terakhir di kawasan Kampung Pasir Kecapi, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tentunya timbul pertanyaan dari beberapa rekan atau pun sahabat para pecinta Ejawantah Wisata dalam mengikuti perjalanan wisata kali ini. Mengapa perjalanan wisata ziarah di makam keramat syech Abdul Jabar Banten ini di lakukan malam hari oleh saya bersama rekan-rekan ? Jawabannya sederhana, karena kami hanya mencari nuansa yang unik dan klasik di tempat wisata ziarah ini lain dari konsep wisata ziarah biasanya. Tanpa bermaksud melakukan uji nyali atau apapun yang di luar dari akidah agama yang kami anut di wilayah keramat Syech Abdul Jabar Banten. Karena kawasan ini merupakan salah satu situs cagar budaya yang berada di kawasan Provinsi Banten yang harus di lestarikan dan di kenalkan oleh halayak masyarakat luas. Seperti yang terdapat dalam papan pengumuman di halaman luar situs keramat Syech Abdul Jabar Banten yang dapat di lihat dalam foto di bawah ini.

Photo :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Hal ini di karenakan mayoritas dari penduduk desa dan masyarakat setempat yang masih menganut agama Islam tanpa meninggalkan nilai Islam tradisional atau kebiasaan secara turun temurun. Dimana di kawasan ini, penghormatan terhadap ulama atau kiyai menempati posisi yang tinggi, termasuk ketika ulama tersebut sudah meninggal dunia. Dan makamnya banyak diziarahi oleh para murid-muridnya dan masyarakat sekitarnya, baik di siang hari, maupun di malam hari.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Siapa tahu dengan melakukan perjalanan wisata ziarah di malam hari kami dapat menemukan orang yang sedang melakukan ritual di kawasan yang di bilang keramat ini, dan mendapatkan informasi dari si pelaku ritual tersebut. Namun, terlepas dari konsep perjalanan wisata ritual di tempat-tempat wisata ziarah di kawasan keramat Syech Abdul Jabar Banten yang sering di lakukan oleh para pelaku ritual di tempat keramat tersebut.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Di kalangan agama Islam yang saya anut, aktivitas wisata ziarah ke makam keramat dan doktrin tawassul masih menimbulkan pertentangan teologis yang belum terselesaikan, anrara pihak yang membolehkan bahkan mensunahkan, dan phak yang membid'ahkan bahkan mengharamkan. Tanpa bermaksud untuk berpihak dan menyanggah suatu prinsip keyakinan dari suatu golongan, maka perjalanan wisata ziarah ke keramat Syech Abdul Jabar Banten ini kami lakukan di malam hari.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Lanjut.............
Pihak yang membolehkan ziarah ke makam keramat umumnya berasal dari kalangan Islam tradisional, sedangkan pihak yang melarang berasal dari kalangan Islam modern. Terlepas dari pertentangan teologis tersebut,  wisata ziarah ke makam keramat merupakan sebuah fakta sosial yang tidak bisa diabaikan, bahkan merupakan suatu nilai tradisi atau bentuk kebudayaan yang menarik bagi diri saya secara pribadi bersama teman-teman untuk di telusuri sebagai dasar untuk saling menghargai.

Photo :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Sedangkan dalam pengetahuan umum yang di ketahui oleh masyarakat luas, orang yang melakukan ziarah umumnya bertujuan untuk mendoakan arwah yang di kubur agar mendapatkan keselamatan atau tempat yang baik di sisi Tuhan, dan terutama mengingatkan kita akan kematian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup yang ada di atas permukaan bumi ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Jadi manfaat dari wisata ziarah malam hari bukan ditujukan untuk kepentingan orang yang berziarah, melainkan untuk kebaikan roh orang yang diziarahi, dan sebagai nasehat untuk diri sendiri bahwa kehidupan di alam kubur pada malam hari yang akan kita alami nantinya akan seperti apa yang kita lihat dan kita rasakan di lokasi makam, dan hanya amal sholeh serta doa dari anak turunan yang sholehlah yang akan menemani kehidupan kita di alam kubur nantinya.

Pada saat saya bersama rombongan datang di lokasi keramat Syach Abdul Jabar Banten, waktu menunjukan jam 02.30 WIB. Dimana saya beserta rombongan juga bertemu dengan beberapa orang perziarah di lokasi ini yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Bangunan pintu gerbang yang bertuliskan huruf cetak dan huruf arab menghiasi pintu gerbang yang tepat di pinggir jalan, dengan 2 tiang yang terbuat dari batu semen bergaya arsitektur Jawa.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Sebuah jalan lorong panjang menuju pusaran pesarean keramat Syech Abdul Jabar Banten yang di apit oleh pemandangan batu nisan di sebalah kanan dan kirinya, yang di tumbuhi oleh pohon beringin besar yang tua berdiri tegak di area tempat pemakaman, jalan ini akan menghantarkan kita hingga sampai di sana. Seperti yang terlihat di dalam foto yang terdapat dibawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Satu persatu dari kami melalui lorong jalan tersebut, sambil ditemani suara serangga di sekitar makam, dengan dinginnya udara malam hari hingga terasa di persendian tulang. Aura mistis pun serasa di sekeliling tubuh yang sempat membangunkan bulu kudu di sekitaran pundak dan pergelangan tangan. Di pertengahan perjalanan saya menuju makam, saya pun mendengarkan sebuah rintihan hingga terdengar di telinga saya yang melontarkan sebuah pertanyaan, "Ada kepentingan kamu datang kemari ?". Jawaban saya, "Saya hanya ingin meliput untuk website blog saya.......". (he,, he,, he,,,, jangan tegang dong........! hanya bercanda ya......)

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-ziarah-ke-keramat-syech-abdul.html

Namun, situasi seperti ini tidak berlangsung lama, bila kita yakin dengan keberadaan Tuhan yang selalu mengiringi setiap langkah kaki kita di atas lempeng bumi yang kita injak di mana saja berada. Maka Tuhan akan selalu bersama orang-orang yang beriman yang meyakini dirinya bahwa Tuhan selalu berada dan dekat dengan kita.

Sayangnya di lokasi pusaran makam keramat Syech Abdul Jabar Banten saya tidak mendapatkan ijin untuk mengambil gambar foto dari salah seorang pengurus makam tersebut. Jadi saya tidak dapat melampirkan gambar foto makam keramat Syech Abdul Jabar Banten dari hasil perjalanan wisata malam kali ini.

Setelah melihat dan sampai di pusaran pesarean keramat Syech Abdul Jabar Banten, kami pun melakukan doa bersama untuk mendoakan akhli kubur, dan di lanjutkan dengan perjalanan kembali ke posisi semula di halaman pintu gerbang keramat Syech Abdul Jabar Banten. Terbesit dalam hati saya, sehabat dan setangguh apapun manusia, maka dia akan kembali juga ke dalam tanah. Sungguh nasehat yang dapat kita lihat langsung di lokasi.

Dari informasi yang saya terima dari salah seorang pemandu wisata lokal, Syech Abdul Jabar berasal dari Sumedang. Putra dari Nyi Mas Ayu Rendra, cucu dari Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan hidupnya, setelah dewasa Syech Abdul Jabar hijrah ke daerah Garut, Jawa Barat, setelah itu beliau hijrah kembali ke daerah Bandung. Setelah di Bandung Syech Abdul Jabar di panggil oleh Sultan Hasanuddin untuk ikut menyebarkan agama Islam di daerah Banten. Dan oleh Sultan Hasanuddin Syech Abdul Jabar diangkat menjadi panglima perang di Banten.

Jasa Syech Abdul Jabar Banten dalam mensyiarkan agama Islam, meninggalkan karomah di lingkungan masyarakat setempat. Dimana lokasi sekitar makam dapat ikut terbantu menjadi ramai akan keberadaan situs keramat Syech Abdul Jabar Banten ini. Namun, bagi sahabat atau pun para pecinta Ejawantah Wisata yang akan berkunjung ke lokasi ini, ada baiknya anda tetap pada keyakinan. Dan jadikan suatu perjalanan wisata ziarah merupakan bagian dari sebuah nasehat secara langsung kepada kita tentang sebuah kematian yang akan kita hadapai nanti, tidak lebih dari itu. Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan menuju Desa Kole Pamarayan Banten Tengah, di mana di lokasi tersebut kita akan menemukan sebuah masjid yang didirikan oleh bangsa jin dan ini menurut cerita legenda mitos Masjid Kole Pamarayan Banten Tengah.






Salam wisata,

WISATA MALAM DI KAWASAN KABUPATEN PROVINSI BANTEN

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html
Wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten. Provinsi Banten yang terkenal dengan kawasan wisata alam yang memiliki pemandangan yang indah dan nilai sejarah yang tidak terlepas dari nilai dan tradisi budaya masyarakat Indonesia pada umumnya dan khususnya di kawasan daerah Provinsi Banten. Ada banyak kawasan wisata di kawasan Kabupaten Provinsi Banten ini yang dapat kita kunjungi dan nikmati, seperti wisata ziarah, wisata edukasi, wisata seni dan budaya, serta wisata sejarahnya. Dimana masing-masing dari konsep wisata tersebut memiliki ciri khas unik dan menarik dari khasanah kehidupan mulitikulural budaya dalam masyarakat Indonesia.

Dalam perjalanan wisata kali ini, saya bersama beberapa rekan akan melakukan penelurusan di kawasan Kabupaten Provinsi Banten. Dimana kawasan Banten memiliki keunikan dan keindahan tersendiri bila kita telusuri di malam hari untuk mengenal lebih dekat tardisi dan budaya masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata ziarah di malam hari di beberapa tempat persarean (makam) yang merupakan tokoh-tokoh yang memiliki nama besar dari kawasan daerah Banten dan juga merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Tepat jam 21.20 WIB kami berangkat melakukan perjalanan wisata malam menuju kawasan Kabupaten Provinsi Banten dari Jakarta dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan menggunakan jalur akses jalan tol Jakarta - Merak dan keluar melalui pintu keluar jalan tol di kawasan Serang Timur. Kami mengambil pintu keluar jalan tol Serang Timur di karenakan kami harus menjemput salah seorang rekan kami yang bernama Mas Yanto yang akan menjadi pemandu wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten, dan kebetulan beliau merupakan penduduk asli Banten.

Setelah keluar dari jalan tol kami menjemput salah saorang rekan yang akan menjadi pemandu wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten di salah satu tempat yang telah kami tentukan, dan sebelum melakukan perjalanan jelajah ke daerah kawasan wisata ziarah malam hari, kami pun memutuskan untuk singgah di salah satu rumah makan di kawasan kota Serang Timur untuk makan malam, sambil mempersiapkan fisik dan kondisi tubuh dengan berisirahat sejanak setelah melakukan perjalanan selama +/- 1 jam 1/2 dengan kendaraan pribadi. Untuk menu makan malam ini saya memilih menu makanan khas kuliner Indonesia pecel ayam kaki lima.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Tepat jam 01.20 WIB kami sampai di kawasan daerah Masjid Agung Banten yang terletak di Desa Banten Lama. Lokai ini terletak sekitar +/- 10 km sebelah utara Kota Serang. Tepatnya di Jalan Raya Banten Lama, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Indonesia. Nuansa kehidupan malam di kawasan Kabupaten Banten Lama yang terasa unik dan klasik penuh nilai relejius pun mulai dapat terasa. Para pedagang pun banyak yang buka hingga 24 jam di kawasan wisata Masjid Agung Banten ini. Dimana kita dapat menikmati wisata belanja kuliner jajan pasar tradisional dari kerajinan masayrakat setempat seperti yang dapat anda lihat di dalam foto yang terdapat di bawah ini.

Photo :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Karena kondisi malam dan waktu yang terlalu sempit, saya tidak sempat mengabadikan foto bangunan Masjid Agung Banten. Namun, nuansa bangunan utama Masjid Agung Banten yang bertumpuk lima mirip pagoda China yang merupakan karya seorang arsitek Cina yang bernama Tjak Ban Tjut, dan dua buah serambi yang di bangun yang menjadi pelengkap di sebelah sisi utara dan selatan bangunan utama dapat terlihat jelas dalam perjalanan wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten kali ini. Dan kami pun tiba di salah satu rumah salah seorang tokoh masyarakat yang berada di lokasi desa tersebut.

Dari keterangan salah seorang tokoh masyarakat setempat yang saya kenal dari salah seorang peandu wisata lokal bernama Mas Yanto, Masjid Agung Banten ini di bangun pertama kalinya oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), beliau merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Dan hal ini di perkuat oleh data yang saya dapat di lokasi yang dapat anda lihat dalam foto di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Lanjut keterangan ............
Di lokasi Masjid Agung Banten ini juga terdapat komplek sultan-sultan (raja-raja) Banten beserta keluarganya yang dapat di kunjungi oleh masyarakat luas yang mau melakukan wisata ziarah. Dan tempat ziarah makam yang berlokasi di kawasan Masjid Agung Banten ada beberapa tempat, yaitu makam Sultan Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar, Sultan Maulana Mahummad dan Sultan Zainal Abidin, dan masih banyak lagi tempat wisata ziarah yang terdapat di lokasi ini. Nama-nama tokoh dari raja-raja Banten tersebut merupakan salah satu penggerak dalam sejarah kerajaan Banten yang pernah memimpin daerah Banten dalam mengisi perjalanan sejarah Indonesia.

Untuk perjalanan wisata malam ziarah di kawasan ini,  rekan-rekan saya memilih beberapa tempat yang akan kita kunjungi. Dan untuk di lokasi ini kami memilih kawasan wisata ziarah Makom Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai seorang tokoh pendiri dari Masjid Agung Banten. Untuk pintu masuknya saya beserta rombongan melalui jalur pintu masuk ziarah dari KH. Tubagus Ahmad Chotib di salah satu sisi area Majid Agung Banten, seperti yang dapat anda lihat dalam foto di bawah ini saya bersama rekan saya bernama Mas Yanto pemandu wisata malam kali ini di depan pintu gerbang masuk ke lokasi makom  Sultan Maulana Hasanuddin Banten di kawasan Masjid Agung Banten.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Petualangan perjalanan wisata malam ziarah ini kami lakukan dari kawasan pintu gerbang KH. Tubagus Ahmad Chotib yang merupakan salah satu perintis kemerdekaan Republik Indonesia dari Banten, hal ini dapat terlihat sangat jelas di dalam tulisan yang terdapat di papan petunjuk yang berada di depan pintu gerbang.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Lanjut...............
Dengan tertip kami memasuki pintu gerbang satu persatu secara teratur. Memasuki kawansan makan keluarga kerajaan Banten di malam hari terasa aura relejius dan mistis yang akan terasa di setiap bagian tubuh kita, hingga membangunkan bulu kudu halus di sekitar legan dan pundak bagi siapa saja yang melakuka perjalanan wisata ziarah malam hari di kawasan Kabupaten  Provinsi Banten. Suasana ini hanya dapat dinetralisir oleh kita dengan cara berdoa dan niatan yang baik. Seperti yang terlihat di dalam foto di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Tidak terlalu jauh dari pintu gerbang kita bisa melihat sebuah bangunan yang terbuat dari batu semen, di mana di lokasi tersebut terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Di lokasi inilah banyak para wisatawan domestik mau pun mancanegara dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam melakukan perjalanan wisata ziarah untuk mengenang jasa perjuangan dari seorang putra pertama dari anak Sunan Gunung Jati Cirebon yang menyebarkan agama Islam di kawasan Banten Lama, serta membangun pemerintahan kerajaan untuk mengatur dan mensejahterakan masyarakat di kawasan Banten pada masa era kejayaan pada masanya. Lokasi wisata ziarah Makom Sultan Maulana Hasanuddin Banten dapat anda lihat di dalam foto yang berada di bawah ini.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Dimana di lokasi Makom Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini saya mendapatkan keterangan dari nara sumber pemandu wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten ini yang saya tulis di halaman yang lain. Setelah berdoa bersama untuk Sang Sultan Banten, dan mendapatkan informasi tentang sejarah perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini kami pun mengabadikan beberapa foto di area wisata ziarah ini, tentu untuk mengambil foto-foto ini kami minta ijin dengan pengurus lokasi makom ini terlebih dahulu.

Photo  :
http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/12/wisata-malam-di-kawasan-kabupaten.html

Walau pun pengambilan di lokasi wisata ziarah ini sudah mendapatkan ijin dari penjaga dan pengurus makom, masih ada saja nuansa mistis yang mempengaruhi hasil dari proses pengambilan gambar di lokasi ini dari pihak astral yang tidak terlihat oleh kasad mata. Tapi hal ini tidak mengurangi niatan saya bersama beberapa teman untuk mengunjungi beberapa obyek wisata ziarah yang akan kami kunjungi di malam hari di beberapa kawasan Kabupaten Provinsi Banten.

Untuk wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten lainnya akan saya buat dalam halaman tersendiri, di mana tempat-temapat obyek wisata tersebut yang saya dan teman-teman  lakukan di kawasan obyek wisata ziarah Syech Abdul Jabar Banten dan wisata ziarah Masjid Kole Pamarayan Banten dengan keunikan cerita masing-masing yang saya dapatkan di lokasi tersebut.

Bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata yang akan mengunjungi obyek wisata malam di kawasan Kabupaten Provinsi Banten, anda dapat menikmati salah satu kawasan obyek wisata di kawasan Majid Agung Banten ini yang merupakan salah satu masjid tertua yang berada di Indonesia. Masjid ini memiliki nilai perjalanan sejarah, dan setiap harinya ramai di kunjungi para perziarah yang datang ke lokasi ini. Di lokasi ini pun anda dapat menikmati wisata edukasi perjalanan sejarah dari kerajaan Banten, dan telah menjadi salah satu situs cagar budaya yang telah di tetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui dinas pariwisata daerah setempat.

Bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata yang berasal dari luar Pulau Jawa, atau pun dari kawasan negara lainnya yang memiliki kegemaran melakukan wisata ziarah di kawasan Indonesia, anda dapat menjadikan kawasan wisata ziarah di daerah Banten Lama ini dalam kunjungan ziarah anda berikutnya. Anda dapat menikmati sensasi perjalanan wisata ziarah malam hari di kawasan Kabupaten Provinsi Banten Indonesia.  Dan bagi yang memerlukan penginapan di daerah kawasan wisata ziarah Banten, anda dapat mengunjungi halaman pesan hotel murah yang akan mengarahkan anda untuk menemukan harga penawaran harga hotel yang dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan wsiata anda di kawasan daerah Banten. Semoga bermanfaat bagi anda yang memerlukan informasi obyek wisata ziarah di kawasan Kabupaten Provinsi Banten.



Salam wisata,

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus