Menikmati Wisata Kuliner Martabak Telur Kaki Lima.- Terletak di pinggir jalan atau yang disebut dengan jajanan kaki lima martabak telur merupakan salah satu kuliner yang banyak diminati oleh pecinta kuliner di Indonesia. Bahkan untuk kuliner martabak telor bisa kita dapatkan bukan hanya di pinggir jalan namun hingga rumah makan atau pun restoran bintang lima.
Tempat kuliner martabak telur kaki lima di kawasan lampu merah Arundina yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak Cibubur Jakarta Timur mencuri perhatian saya pada saat melintas di kawasan daerah ini, walau terlihat sederhana dan biasa saja, namun aroma dari masakan si penjual ini membuat saya beserta teman untuk menghampiri warung martabak telur pinggir jalan sederhana untuk mencari tahu dari keunggulan martabak telur kaki lima ini.
Untuk menu kuliner martabak telur kita dapat memilih bahan dasar telur yang digunakannya, seperti telur ayam atau pun telur bebek sebagai bahan yang digunakan martabak telur ini. Dari penyajiannya pun hampir sama seperti martabak telur atau yang dikenal dengan martabak asin di tempat lainnya. Dan untuk harga martabak telur sangat bervaritive dan bersabat ssuai dengan kebutuhan dan selera kita.
Namun hal menarik dari warung martabak telur ini, kita dapat mengkombinasikan telur bebek dan telur ayam untuk dijadikan satu sebagai adonan pembuatannya. Karena, bila hanya menggunakan telur bebek martabak telur tidak terlihat lebih besar dibandingkan dengan menggunakan telur ayam yang memiliki isi putih telurnya lebih banyak sebagai pengembang martabak telur secara alami pada saat proses memasaknya, itulah informasi yang saya dapatkan dari si juru masak warung ini pada saat saya menikmati wisata kuliner martabak telur kaki lima.
Lanjut...............
Konon kuliner martabak telor berasal dari negeri Arab dan dari bahasa Arab Muttabaq yang berarti lipatan. Di samping itu pula bila kita melihat historis dari sejarah perjalanan martabak telor itu sendiri bermula dari kisah persahabatan antara Ahmad bin Abdul Karim dengan seorang pemuda dari India bernama Abdullah bin Hasan al-Mibary yang mempersunting adik kandung perempuannya yang bernama Masni bin Abdul Karim sekitar tahun 1935 - an.
Abdullah yang dikenal dengan sebuatan Tuan Duloh merupakan seorang saudagar kaya pada jamannya dan salah satu keahliannya adalah mebuat makanan yang terbuat dari bahan adonan terigu di dikenal dengan nama martabak, kalau sekarang ini lebih dikenal dengan sebuatan Martabak Mesir. Dan si Abdullah inilah yang dapat memodifikasi resep martabak aslinya dengan citarasa masyarakat Indonesia yang di padu dengan bumbu resep tradisoal dan sayuran terutama pada orang Jawa. Karena untuk pertama kalinya beliau mengembangkan martabak ini di tanah Jawa. Itulah sekilas catatan sejarah tentang asal usul martabak.
Lanjut............
Dalam perjalanan dan perkembangan multikultural di bidang kuliner inilah, kini martabak dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama martabak telur, sedangkan untuk di kawasan negara lain jenis martabak tulur juga cukup dikenal, hanya untuk sajian bumbunya saja yang berbeda, seperti di Singapura, Malaysia, Brunai dan sebagainya.
Tekstur dari martabak telur kaki lima yang kami beli di daerah Cibubur ini sangat khas, lembut dan gurih serta asin, dan kita bisa menikmati dengan menggunakan bumbu yang terbuat dari cuka kecap serta acarnya yang khas, serta dapatkan sensasi perpaduan rasa yang khas. dari martabak telur kaki lima.
Walaupun martabak merupakan kuliner yang dikenalkan dari negeri arab oleh Abdullah bin Hasan al-Mibary, sekarang ini sudah banyak dan mudah ditemukan di daerah Indonesia untuk bisa kita rasakan dan nikmati tanpa harus ke negaraArab atau pun makan di restoran bintang lima, bahkan kita bisa Menikmati Wisata Kuliner Martabak Telur Kaki Lima.[]
Salam wisata,
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Martabak
Tempat kuliner martabak telur kaki lima di kawasan lampu merah Arundina yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak Cibubur Jakarta Timur mencuri perhatian saya pada saat melintas di kawasan daerah ini, walau terlihat sederhana dan biasa saja, namun aroma dari masakan si penjual ini membuat saya beserta teman untuk menghampiri warung martabak telur pinggir jalan sederhana untuk mencari tahu dari keunggulan martabak telur kaki lima ini.
Untuk menu kuliner martabak telur kita dapat memilih bahan dasar telur yang digunakannya, seperti telur ayam atau pun telur bebek sebagai bahan yang digunakan martabak telur ini. Dari penyajiannya pun hampir sama seperti martabak telur atau yang dikenal dengan martabak asin di tempat lainnya. Dan untuk harga martabak telur sangat bervaritive dan bersabat ssuai dengan kebutuhan dan selera kita.
Namun hal menarik dari warung martabak telur ini, kita dapat mengkombinasikan telur bebek dan telur ayam untuk dijadikan satu sebagai adonan pembuatannya. Karena, bila hanya menggunakan telur bebek martabak telur tidak terlihat lebih besar dibandingkan dengan menggunakan telur ayam yang memiliki isi putih telurnya lebih banyak sebagai pengembang martabak telur secara alami pada saat proses memasaknya, itulah informasi yang saya dapatkan dari si juru masak warung ini pada saat saya menikmati wisata kuliner martabak telur kaki lima.
Lanjut...............
Konon kuliner martabak telor berasal dari negeri Arab dan dari bahasa Arab Muttabaq yang berarti lipatan. Di samping itu pula bila kita melihat historis dari sejarah perjalanan martabak telor itu sendiri bermula dari kisah persahabatan antara Ahmad bin Abdul Karim dengan seorang pemuda dari India bernama Abdullah bin Hasan al-Mibary yang mempersunting adik kandung perempuannya yang bernama Masni bin Abdul Karim sekitar tahun 1935 - an.
Abdullah yang dikenal dengan sebuatan Tuan Duloh merupakan seorang saudagar kaya pada jamannya dan salah satu keahliannya adalah mebuat makanan yang terbuat dari bahan adonan terigu di dikenal dengan nama martabak, kalau sekarang ini lebih dikenal dengan sebuatan Martabak Mesir. Dan si Abdullah inilah yang dapat memodifikasi resep martabak aslinya dengan citarasa masyarakat Indonesia yang di padu dengan bumbu resep tradisoal dan sayuran terutama pada orang Jawa. Karena untuk pertama kalinya beliau mengembangkan martabak ini di tanah Jawa. Itulah sekilas catatan sejarah tentang asal usul martabak.
Lanjut............
Dalam perjalanan dan perkembangan multikultural di bidang kuliner inilah, kini martabak dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama martabak telur, sedangkan untuk di kawasan negara lain jenis martabak tulur juga cukup dikenal, hanya untuk sajian bumbunya saja yang berbeda, seperti di Singapura, Malaysia, Brunai dan sebagainya.
Tekstur dari martabak telur kaki lima yang kami beli di daerah Cibubur ini sangat khas, lembut dan gurih serta asin, dan kita bisa menikmati dengan menggunakan bumbu yang terbuat dari cuka kecap serta acarnya yang khas, serta dapatkan sensasi perpaduan rasa yang khas. dari martabak telur kaki lima.
Walaupun martabak merupakan kuliner yang dikenalkan dari negeri arab oleh Abdullah bin Hasan al-Mibary, sekarang ini sudah banyak dan mudah ditemukan di daerah Indonesia untuk bisa kita rasakan dan nikmati tanpa harus ke negaraArab atau pun makan di restoran bintang lima, bahkan kita bisa Menikmati Wisata Kuliner Martabak Telur Kaki Lima.[]
Salam wisata,
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Martabak














