CANDI RATU BOKO ISTANA DALAM SEBUAH PERBEDAAN RATU BANGAU

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/05/candi-ratu-boko-istana-dalam-sebuah.html
Menelusuri komplek Candi Prambanan, Jawa Tengah Yogyakarta, kurang sempurna bila kita tidak mengunjungi komplek Candi Ratu Boko. Hal ini disebabkan kedua candi ini memiliki nilai  perjalanan sejarah cerita legenda masyarakat tentang kedua candi tersebut.

Dari cerita sejarah yang penulis dapatkan informasi dari pusat sejarah informasi di daerah Candi Prambanan, Candi Ratu Boko yang berasal dari sebuah cerita masyarakat setempat yang memiliki arti arfiah "Raja Bangau" yaitu sosok seorang ayah dari "Loro Jonggrang" si putri ramping cantik yang dapat kita lihat dalam area Candi Prambanan.

Lokasi komplek Candi Ratu Boko sendiri berjarak +/- 3 km dari area Candi Prambanan dan terletak di daerah perbukitan. Untuk mencapai lokasi Candi Ratu Boko ini kita bisa memilih pintu masuk yang tersedia melalui dua alternatif.

Lokasi pitu masuk Candi Ratu Boko yang pertama akan berakhir di tempat parkir untuk kendaraan besar seperti Bus. Bila masuk dari pintu masuk di sini kita akan mendaki  anak tangga yang lumayan terjal posisinya. Lokasi ini sangat cocok bagi para pengunjung yang masih memiliki kondsi fisik yang masih kuat. Lokasi pitu pertema ini tidak jauh dari Candi Prambanan dan papan petunjuk untuk menuju lokasi Candi Ratu Boko ini dapat kita temukan di sekitar lokasi ini.

Dan lokasi ke dua untuk menuju lokasi Candi Ratu Boko ini, kita bisa melewati jalan belakang, dan lokasinya agak jauh dari Candi Prambanan. Dan papan petunjuknya kurang terlihat. Bila kita masuk melalui pintu ke dua ini, maka kita akan melewati area persawahan dengan jalan menanjak, dan kita akan diarahkan hingga sampai ke lokasi tempat palataran  Kompleks Candi Ratu Boko. Untuk jalur kedua ini kita dapat menghemat tenaga, karena kondisi medannya tidak terjal.
Dari catatan sejarah..........

Candi Ratu Boko merupakan peninggalan masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun sekitar abad 9 M. Tempat ini bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh dengan kedamaian).

Sebagai biara lokasi ini tentulah sebagai tempat untuk menyepi dalam memusatkan diri pada kehidupan spiritual. Berada di kompleks Candi Ratu Boko ini, penulis dapat merasakan kedamaian sekaligus keheningan yang berpadu dalam setiap tarikan nafas udara yang kita hirup di area sekelilingnya.

Tanpa terasa diri ini terbawa dalam suasana masa lalu yang sepi dan sunyi dari kegiatan manusia seperti sekarang ini. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, sebuah pemandangan sosok Candi Prambanan yang megah menjulang ke angkasa dengan latar belakang Gunung Merapi terlihat berdiri tegak sebagai simbol cerita legenda masyarakat sekitarnya.

Informasi yang penulis dapatkan........
Lokasi Candi Ratu Boko memiliki luas are sekitar 250.000 m persegi, dan terbagi atas empat wilayah.yaitu ; tengah, barat, tenggara, dan timur. Lokasi bagian tengah Candi Ratu Boko meliputi gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban.

Dan dibagian barat hanya perbukitan. Serta dibagian tenggara terdapat sebuah pendopo, balai-balai, tiga candi, kolam, dan komplek Keputren. Sementara dibagian timur bisa disaksikan kompleks gua, stupa Budha, dan kolam.

Pada saat penulis tiba dilokasi parkiran dari pintu kedua, kita akan menaiki beberapa anak tangga, sebelum akhirnya melihat gerbang kompleks. Dimana dilokasi ini penulis disambut dengan dua buah gapura tinggi. Yang pertama gapura yang memiliki tiga pintu, sementara yang kedua memiliki lima pintu.

Pada saat penulis memasuki gerbang gapura pertama, penulis mendapatkan sebuah tulisan "Panabwara". Menurut keterangan dari salah seorang pemandu wisata lokal yang mendampingi perjalanan penulis dilokasi ini. Tulisan bila mengacu kepada Prasasti Wanua Tengah III, kata tersebut merujuk ke Rakai Panabwara yang merupakan keturunan Rakai Panangkaran dan pengambil alih istana.

Tidak jauh dari gapura kedua penulis menemui sebuah bangunan candi yang berbahan dasar batu putih. Dan masyarakat di sekitar daerah ini, sering mnyebut dengan nama Candi Batu Putih. Tidak jauh dari Candi ini penulis diajak ke lokasi Candi Pembakaran yang berbentuk bujur sangkar (26 m x 26 m) yang memiliki dua teras..

Sesuai dengan namanya, Candi Pembakaran ini digunakan untuk pembakaran jenazah. Namun, dalam kesehariannya lokasi ini sering dijadikan tempat angon binatang ternak oleh penduduk sekitarnya.

Tidak jauh dari lokasi Candi Pembakaran di sebelah tenggara, penulis menemukan kolam penuh dengan beberapa cerita misteri. Konon menurut cerita pemandu wisata kami, sumur yang bernama Amrta Mantana yang memilki arti air suci yang diberikan mantra ini dapat membawa keberuntungan. Dan air ini sering dipergunakan oleh umat beragama Hindu untuk melakukan Upacara Tawur Agung sehari sebelum perayaan Nyepi.

Walaupun didirikan oleh seorang Budha, Kompleks Candi Ratu Boko ini memiliki unsur-unsur Hindu nya. Hal ini bisa penulis temukan dilokasi ada simbol Lingga dan Yoni, arca Ganesha, dan lempengan emas bertuliskan "Om Rudra ya namah swaha" sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra yang merupakan nama lain Dewa Siwa.

Melihat hal ini semua, penulis berkesimpulan bahwa sudah berabad-abad silam sikap toleransi tumbuh di negara Indonesia ini. Karena di lokasi ini saja penulis dapat menemukan pada jaman Rakai Panangkaran yang merupakan pengikut Budha, mereka dapat hidup berdampingan dengan para pengikut Hindu.

Tanpa terasa hari  semakin sore dan senja pun akan pamit meninggalkan perjalanan penulis kali ini. Lembayung senja yang menampakan  keindahannya dalam setiap semburatnya menerobos  gerbang Candi Ratu Boko yang merubah sosok Candi menjadi sebuah siloet yang indah bagai sebuah lukisan pembelajaran kepada kita tentang arti perbedaan yang dapat hidup berdampingan dengan alam.

Semoga perjalanan wisata penulis kali ini dapat memberikan pembelajaran yang positif bagi diri kita semua, tentang arti perbedaan yang dapat hidup berdampingan secara harmonis yang selalu terjaga dalam kisah cerita yang dapat kita saksikan dalam sebuah sosok candi ini.


Salam wisata,

Info :
Hotel Kawasan Prambanan

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus