(7 Wonders) PANORAMA KEINDAHAN BROMO DI ATAS PASIR BERBISIK

Panorama keindahan Gunung Bromo merupakan salah satu keajaiban yang terdapat di Indonesia. Dan Bromo juga merupakan gunung berapi yang masih aktif  dan menjadi salah satu icon wisata alam yang banyak diminati oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berlokasi di daerah Jawa Timur, tepatnya di dikelilingi empat wilayah Kabupaten yang mengelilinginya, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Dengan kata lain lokasi Bromo bisa di tembus dengan melalui jalur akses dari ke empat wilayah tersebut.

Perjalanan ke Bromo kali ini penulis bersama rekan-rekan dalam rangka mengisi liburan panjang. Dan jalur perjalanan kali ini penulis menggunakan akses perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Probolinggo, kemudian ke Cemoro Lawang. Di daerah Cemoro Lawang perjalanan kami beralih menggunakan kendaraan Jeep yang kami sewa untuk menuju ke wilayah Bromo.

Namun, sebelum kami beralih ke dalam kendaraan Jeep yang kami sewa, ada beberapa hal persiapan penting yang harus kami lakukan sebelum kami berangkat menuju Pananjakan Bromo, hal ini agar mempermudah perjalanan kita pada saat di Bromo nanti.  Persiapan yang harus kita lakukan adalah :

  1. Persiapkan kondisi tubuh kita dengan benar sebelum naik dan meneruskan ke puncak Bromo.
  2. Pakailah jaket tebal sebagai penghangat tubuh,
  3. Pakailah syal untuk menutupi bagian leher dari hawa dingin.
  4. Pergunakan sarung tangan
  5. Pakailah topi yang dapat menutupi hingga telinga kita, sebagai alat penutup kepala dan telingan dari udara dingin.
  6. Pergunakanlah kaos kaki yang tebal.
  7. Jangan lupa membawa obat-obatan ringan sebagai persiapan di sana.

Bila semua persiapan sudah dilakukan dengan baik, maka perjalanan dapat dilanjutkan menuju Pananjakan Bromo dengan mengan menggunakan kendaraan Jeep yang kita sewa. Untuk tarif sewa Jeep yang kami gunakan sebesar Rp. 600.000,-./ mobil. Dengan menggunakan Jeep sewaan kami langsung meluncur ke lokasi Pananjakan. Udara dingin di pagi hari disertai kabut tebal menyambut kedatanag kami di daerah Pananjakan Bromo.

Dari Cemoro Lawang menuju Pananjakan Bromo kami menghabiskan waktu +/- 25 menit, dengan kondisi jalan yang berliku, curam dan berbatu. Di sertakan ketebalan kabut pagi yang mengurangi jarak pandang kita untuk dapat melihat kondisi jalan yang kita lewati


 Lanjut.................
Tepat pukul 05.00 WIB kami pun bergerak menuju di mana kami harus sampai lokasi yang berjarak +/- 2 km untuk berjalan kaki melalui jalan setapak menuju titik spot menyaksikan proses panorama keindahan terbitnya fajar hingga keluarnya matahari pagi yang dapat dinikmati oleh setiap pengunjung yang hadir di lokasi ini. Perlahan namun pasti fajar yang dinanti pun keluar dari persembunyiannya.

Jalan menuju lokasi spot ini cukup curam, licin dan berbatu, bagi Anda yang tidak ditunjang fisik yang kuat untuk ke lokasi ini, penulis menyarankan agar menggunakan jasa penyewaan tunggangan kuda yang dapat kita sewa, untuk menghantar kita ke tempat tersebut. Tarif untuk jasa penyewaan kuda Rp. 50.000,-. Dan harga ini sudah menjadi keseragaman bagi para penawar jasa tunggangan kuda di kawasan Bromo.

Proses berjalannya waktu terbitnya sang fajar dari tempat persembunyiannya, bersamaan dengan kesibukan para wisatawan yang berada di sekitaran kami pun di sibukan dengan pengambilan gambar momen yang luar biasa ini. Terkadang momen seperti ini, tidak semua orang dapat menemukannya, dan  momen indah seperti ini akan terlihat jelas bila di dukung suasana cuaca yang cerah dan tidak mendung.  Informasi ini penulis dapatkan dari salah seorang pemandu wisata kawasan Bromo.

Di lokasi pucak banyak sekali para pedagang yang menjajakan makanan gorengan dan mie instan panas, serta minuman hangat seperti kopi dan teh untuk ditawarkan bagi wisatawan yang hadir dilokasi tersebut. Makanan dan minuman ini di jual dengan harga berkisar Rp. 3.000,- sampai dengan Rp. 5.000,-. Hal ini dapat membantu kita untuk menghangatkan tubuh di suhu udara 5 - 18 derajat celcius, angka pada pengukur suhu udara yang penulis bawa.

Lanjut...............,
Memandang sebuah gunung Batok di atas Segara Wedi (hamparan pasir) hal ini mengingatkan penulis akan sebuah kisah hasil karya reportase dari seorang Mpu Prapanca dalam Kitab Nagara Kretagama, yang mengisahkan cerita catatan perjalanan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatihnya Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit berserta rombongannya pada masa keemasannya. Dimana sebuah kisah yang menjadi sejarah asal mula sebuah kegiatan Festival Majapahit atau yang kita kenal dengan nama Pestaraya Bromo .

Dalam lamunan penulis tersadar dengan suasana hari yang semakin cerah, hingga kehangatan cahaya matahari pagi dapat kita nikmati bersama di atas pucak ini. Tidak lupa untuk melampiaskan ekspresi bernasis ria bersama di depan kamera.


Setelah puas kita melakukan photo-photo di atas puncak, maka kini giliran kita menuju ke lokasi tempat parkir kendaraan jeep yang kita sewa untuk mempersiapkan diri untuk menuju ke kawah Bromo. Sebagai penambahan informasi untuk para sahabat Ejawantah Wisata. Daerah Bromo ini tercatat sebagai tempat populasi Jip Toyota FJ-40 terbanyak di dunia loh...., dari infromasi yang penulis terima di lokasi. Lebih dari 300 kendaraan Jeep yang terkonsentrasi dalam satu kawasan yang terorganisir untuk melayani para tamu wisatawan yang berkunjung di kawasan Bromo ini.

Dan untuk kawasan di daerah Bromo ini kendaraan Jeep merupakan salah satu sarana transportasi yang dapat menyesuaikan dengan karakter medan yang sangat menantang dan mampu mendaki bukit, gunung, menyusuri tebing, dan jurang yang membelah padang pasir dan menyibak rerumptan di kawasan Bromo ini.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kawah Bromo dengan kendaraan Jeep yang kami sewa. Jalan yang menurun dan berliku kami nikmati dalam perjalanan ini yang pada akhirnya akan membawa kami hingga pada kawasan kaldera Gunung Bromo yang tercipta akibat letusan Gunung Bromo yang luar biasa sehingga  terciptalah keunikan lautan pasir seluas 5.250 hektar yang berada di ketinggian +/- 2.100 meter dari permukaan laut.

Di mana lokasi ini dikenal dengan nama lainnya kawasan"pasir berbisik". Hal ini disebabakan lokasi ini pernah dijadikan objek pembuatan film berjudul "pasir berbisik" yang dijadikan tempat pembatas kendaraan Jeep dalam menghantar para wisatawannya untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan kuda. Untuk harganya sekali jalan Rp.50.000,-. Jadi kita tinggal memilih, apa kita akan menggunakan kuda pulang pergi atau hanya sekali jalan saja.

Untuk para sahabat yang tidak memiliki fisik yang kurang kuat, bisa menggunakan kuda sebagai transportasi untuk menghantarkan kita menuju pembatas anak tangga untuk menuju kawah Bromo. Dan bagi yang mau menikmati perjalanan di atas pasir Bromo kita bisa melakukannya sambil berjalan kaki. Namun, bagi sahabat yang membawa anak yang masih kecil, sebaiknya melanjutkan dengan menggunakan jasa tunggangan kuda yang berada di kawasan tersebut.

Melihat seorang warga masyarakat Tengger yang berdiri bersama kudanya dihadapan penulis, mengingatkan kisah sejarah masyarakat Tengger yang merupakan penduduk asli pribumi. Dimana Suku Tengger merupakan kelompok suku Jawa terakhir yang menganut kepercayaan Hindu Jawa yang dipengaruhi oleh agama Budha dan kepercayaan animisme dan dinanisme. Dan menurut catata sejarah, adanya suatu perubahan politik pada akhir abad 15-16 yang menyebabkan sebagian besar orang-orang Majapahit terpaksa harus menyingkir ke Blambangan dan yang pada akhirnya mereka menyebrang ke Bali.

Konon masyarakat Tengger asli merupakan keturunan sisa-sisa orang Majapahit yang tidak ikut pindah dan menetap untuk bermukim dikawasan Tengger hingga sekarang. Perpaduan harmonisasi  antara alam dan tradisi orang Tengger yang dipertahankan hingga kini, menjadi magnet penarik bagi para pengunjung yang datang di kawasan Gunung Bromo.

Tidak jauh dari lokasi menuju anak tangga kawah Gunung Bromo, kita bisa menemukan sebuah bangunan rumah peribadatan sebuah pura yang terdapat di bawah persis Gunung Batok, pura ini bernama Pura Luhur Poten Gunung Bromo.

Informasi dari pemandu wisata lokal kepada penulis sebagai pemeluk agama Hindu Suku Tengger tidak seperti pemuluk agama Hindu pada umunya. Poten yang memiliki arti sebidang tanah di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu,

Melanjutkan perjalanan hingga anak tangga yang akan menghantarkan kita ke puncak kawah Gunung Bromo. Perjalanan terhenti sejenak di beberapa titik pemberhentian untuk istirahat sejenak.

Sebuah medan perjalanan yang berbukit, penuh dengan tantangan dalam menguji daya tahan fisik setiap orang yang akan menuju ke puncak kawah Gunung Bromo.

Sebelum sampai kepada anak tangga menuju puncak kawah Gunung Bromo, telihat pemandangan dari jarak jauh sebuah barisan orang yang sedang menaiki anak tangga menuju kawah Gunung Bromo.

Dan pada akhirnya kami sampai di lokasi anak tangga paling bawah untuk menuju kawah Gunung Bromo. Namun perjuangan perjalanan yang kami lakukan belum berakhir, dan ini baru permulaan yang akan kita lakukan untuk menaiki anak tangga yang berjumlah 250 anak tangga hingga sampai ke puncak kawah Gunung Bromo ini.

Satu demi satu anak tangga yang rata-rata tertutup pasir akibat erupsi Gunung Bromo beberapa akhir ini yang membuat lokasi tersebut terlihat dalam keadaan sedikit mengalami kerusakan. Yang pada akhirnya membawa diri kita hingga sampai di anak tangga terakhir di mana kita bisa langsung tiba untuk melihat kawah Gunung Bromo.

Untuk dilokasi puncak kawah Gunung Bromo ini sebaiknya kita harus menjaga prilaku dan juga dapat saling menjaga diri. Hal ini dikarenakan posisi di puncak kawah Gunung Bromo tidak ada pembatas untuk pengaman bagi orang-orang yang naik hingga puncak Gunung Bromo tersebut.

Dan penulis menyarankan bahwa kita harus memiliki stamina fisik yang cukup bagus. Karena kita akan melalui medan yang cukup berat di area ini. Walau pun di daerah tersebut terdapat anak tangga yang dapat digunakan menuju puncak Gunung Bromo, kita harus benar-benar dapat mengukur kemampuan diri kita sendiri.

Jangan pernah memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak kawah Gunung Bromo bila kondisi fisik tubuh sudah tidak kuat, lebih baik berhenti sejenak untuk mengatur keseimbangan daya tahan fisik kita untuk dapat kembali pulih kembali, dan setelah itu dapat melanjutkan kembali perjalanan kita untuk sampai ke puncak kawah Gunung Bromo terebut.

Setelah kita istirahat di atas puncak kawah Gunung Bromo, barulah kita mengatur posisi untuk mengambil gambar secara bergantian. Hal ini agar kita bisa mengendalikan tubuh kita untuk memberikan rasa aman dan nyaman agar kembali kepada tingkat kestabilan fisik tubuh yang normal.

Kawah Gunung Bromo ini merupakan objek sentral dimana kawah Gunung Merapi yang selalu diberikan sesaji sebagai tumbal pada saat upacara adat di daerah Gunung Bromo yang beranama Kasada, yang diadakan pada tanggal pertengahan bulan Kasada.

Puncak kawah Gunung Bromo inilah merupakan akhir dari objek wisata yang selalu di kunjungi oleh setiap para wisatawan yang hadir di lokasi Gunung Bromo. Di mana kita bisa melihat dari dekat sebuah pemandangan alam dari hasil Maha Karya Tuhan yang di perlihatkan kepada umat manusia. Informasi tentang kawah Gunung Bromo ini yang penulis terima dari berbagai sumber, kawah ini masih merupakan kawah aktif dari Gunung Berapi Bromo. Dan pada masa-masa tertentu wilayah pegunungan Bromo tertutup untuk umum bila terjadi erupsi gejala alam.

Setelah menghabis waktu untuk berfoto dan mendapatkan informasi di area  puncak kawah Gunung Bromo ini, maka penulis beserta rekan-rekan memutuskan untuk kembali ke area parkiran Jeep untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Cemoro Lawang.

Pengalaman penulis kali ini dalam melakukan perjalanan wisata di area Bromo memberikan kesah yang  tetap masih indah, dengan kultur budaya, dan keramahan para penduduk masyarakatnya. Di mana kehidupan masyarakatnya masih memelihara adat dan istiadat yang luhur sebagai pedoman kehidupan mereka.

Bila para sahabat ingin mengetahui masyarakat ras Jawa Lama yang masih memegang teguh adat dan istiadat yang bersifat baik hati, bersahabat, ramah kepada setiap tamu, tenang, dan mulia, dalam kehidupan kesehariannya. Datanglah ke Bromo dan lihatlah dari dekat pola dan sikap kepribadian maysarakat Tengger dari dekat, maka kita akan menemukan keunikan yang memberikan banyak pembelajaran tersendiri.

Mengakhiri perjalanan penulis ke Bromo kali ini, ada beberapa tips yang bisa dipergunakan bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata untuk melakukan perjalanan ke Bromo. Tips ini berdasarkan informasi dan pengalaman pribadi penulis yang dilakukan dalam melakukan perjalanan ke Bromo, yaitu :

  1. Pilihlah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan ke Bromo. Sebaiknya untuk melakukan perjalan ke Bromo di lakukan pada musim kemarau. Hal ini akan memudahkan kita untuk dapat mendapatkan momen indah pada saat proses pergerakan terbitnya fajar di puncak Pananjakan Bromo.
  2. Persiapkan fisik tubuh kita secara benar. Dengan kondisi tubuh kita dalam keadaan fit, hal ini tidak akan mudah drop untuk menerima perubahan cuaca yang terjadi dilokasi  Bromo nantinya.
  3. Persiapkan perlengkapan pribadi secara benar dan tepat. Seperti jaket tebal, syal, kaos kaki, sun block. topi, masker penutup hidung,
  4. Atur waktu perjalan sahabat dengan baik, agar waktu sampai di daerah Probolinggo pada saat malam hari, dan para sahabat bisa melakukan reservasi terlebih dahulu untuk pemesanan kendaraan Jeep yang akan kita gunakan menghantar kita selama perjalanan di kawasan Bromo. Untuk pemesanan kendaraan Jeep sahabat bisa browsing di internet untuk mengetahuinya.
  5. Persiapkan obat-obatan ringan seperti minyak angin, balsem, dan sebagainya. Untuk penderita penyakit tertentu dan memerlukan obat khusus dokter, maka jangan lupa membawa obat-obatan yang menjadi anjuran dokter Anda. Dan ada baiknya sahabat melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan fisik Anda untuk melakukan perjalanan ke Bromo.
Semoga pengalaman perjalanan wisata penulis ke Bromo, Jawa Timur ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para sahabat semua, dan dapat membantu para sahabat melakukan perjalanan menuju daerah Bromo dengan persiapan dari waktu, perlengkapan dan biaya yang akan di keluarkan.

Pelajaran yang penulis dapatkan dari melakukan perjalanan wisata Bromo kali ini adalah jangan pernah merasa bisa menaklukkan alam, karena alam hanya dapat bersinerji dengan manusia yang dapat mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri. Dan Tengger merupakan pembelajaran hidup dari sebuah sejarah Kerajaan Majapahit yang masih tersisa yang bernilai tinggi dari sesuatu apa pun yang ada di dunia ini.


Salam wisata,

"Artikel ini masuk dalam nominasi Kontes Lomba Blog Hidden Paradise 2013"
Penyelenggara : Daihatsu Indonesia & Viva.Co.id
Facebook +Google Twitter Digg Technorati Reddit

Written by : Indra Kusuma Sejati - Describe about us

Website blog ini berisikan informasi tempat wisata yang indah, kaya dengan panorama keindahan alam, flora, fauna, kuliner seni, dan budaya Indonesia yang unik dan eksotis. Dengan sarana akses reservasi hotel atau penginapan, sewa mobil, dan tiket pesawat secara online. Info dunia traveling. yang kami kutip dari berbagai pengalaman pribadi dan beberapa sumber.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

Artikel Terkait:

24 komentar

Naik kuda di daerah pegunungan kayaknya asyik banget. Nggak apa-apa lah bayar 50 ribu. Yang penting puas

Benar kang, kepuasan memang tidak bisa di ukur dengan materi.

Salam wisata

1. saya belum pernah naik kuda
2. belum pernah ke bromo
3. belum pernah dengar pasir berbisik :)
Semoga segera bisa mewujudkan ketiganya

Amiiiiiiin......... semoga bisa ke sana bersama anak-anak dan keluarga ya.

Salam wisata

Bromo sudah beberapa kali jadi obrolan dengan suami untuk dikunjungi. Tapi suami dan anak-anak menyangsikan kemampuan saya mendaki. Dan itu memang betul. qiqiqi. Naik kuda aja kali ya. Tapi kasian kudanya ga tuh mas Indra? wkwkwk..

Salam.

Asal jangan pilih kuda yang kecil ya Mba, nanti gantian malah kudanya yang capek. Ha,,,,x9

Salam wisata

Assalaamu'alaikum wr.wb, mas Indra...

Hadir menyambung silaturahmi, untuk mengucapkan

Esok adalah harapan, sekarang adalah pengalaman, kelmarin adalah kenangan yang tak luput dari ke khilafan dan kesalahan. Semoga RAMADHAN kali ini lebih baik dari RAMADHAN tahun lalu..amin.

Selamat menyambut Ramadhan yang mulia.
Salam Ramadhan dari Sarikei, Sarawak. :D

SITI FATIMAH AHMAD

Walaikusalam Wr Wb......

Terimakasih Bunda, semoga kita bisa menjalankan dengan lancar dan penuh kebarokahan segala sesuatunya. Senang bisa di sapa dengan Bunda dari Serawak Mlaysia. Semoga tetap terus bisa terjaga tali silaturahmi ini ya Bun.

Salam Wisata

Bberapa waktu yang lalu ke sana sama Yuni. Sayangnya tidak tepat waktunya karena bermotor ria. Tidak disarankan masuk hanya bertiga.
Mungkin kelak direncanakan nginep biar leluasa.
Pasir berbisik dilanjutkan menuju arah tumpang .. bener2 menakjubkan pemandangannya. Harus ke sana lagi.
Trims.
Salam

Benar Kang, dan terimakasih atas penambahan lokasinya. Bromo tidak membosankan dan selalu memberikan kesan yang indah dan menarik bagi setiap pengunjungnya.

Salam wisata

macam best je naik gunung ni...

http://www.suterablogger.com

Jom, datanglah ke Bromo.

Salam wisata

mantap juga ya, saya sih belum pernah ke bromo boss, tapi kalo liat info yang di sampaikan baik berupa tulisan atau foto-foto pada artikel ini hihihi..jadi ngeri juga ya lihat tangganya.
terima kasih sudah berbagi biss, ijin share. Salam.

Yuk ke Bromo Sob.

Salam wisata

aku malah ga terobsesi sama gunung penanjakan
sudah terlalu banyak foto beredar di internet
lebih seneng cari spot di bukit teletubis atau di ranu panenya

Pengen off roader kesana, kayaknya sangat mengasyikkan.

Masih banyak spot yang bagus di Bromo ko Kang, Dan terimakasih atas penambahan lokasi spot yang bagus di Bromo.

Salam wisata

Boleh tuh, asyik loh kalau off roader di daerah Bromo.

Salam wisata

Tambah pengen pergi ke Bromo. Pengen ngerasain offroadnya juga

keren reviewnya cukup bermanfaat nih buat para traveler indonesia yang ingin lebih mengenal banyaknya keindahan alam di negeri kita ini. Permisi saya juga mau share info tujuan wisata lainnya nih , di mohon komentarnya yang membangun. http://resturamadhandream.blogspot.com/2013/08/7-wonders-plengkung-alas-purwo.html

Harus ngerasaikan off road di Bromo Mba, enak banget berpetualang di padang pasar yang terletak di negeri awan. Dan ini petualangan ini sangat mengasyikan ko. Di tunggu ke Bromonya ya Mba.

Salam wisata

Terimakasih Sob atas kunjungannya, semoga bermanfaat kisah pengalaman pribadi dalam melakukan perjalanan di daerah Bromo.

Salam wisata

I think this is among the most significant information for me. And i'm glad reading your article. But want to remark on some general things, The website style is great, the articles is really nice : D. Good job,

Very nice post. I simply stumbled upon your weblog and wanted to mention that Ive really enjoyed browsing your weblog posts. After all I will be subscribing in your rss feed and I am hoping you write again very soon!

Terima Kasih atas kunjungan dan komentar anda. Maaf, komentar yang mengandung iklan, spam dan link promosi atau link hidup akan di hapus.
=======================================================================
Thank you for your visit and your comment. Sorry, comments that contain advertising, spam and link promotion or live links will be removed

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus