Menelusuri Jajak Sejarah Situs Biting - Perjalanan wisata di kawasan daerah Kabupaten Lumajang ini merupakan kelanjutan perjalanan wisata saya dalam menelusuri jejak ritual sejarah Raja Hayam Wuruk bersama kedua teman saya . Di mana kawasan daerah ini di kenal sebagai daerah penghasil buah pisang dengan nama yang tidak asing lagi adalah buah "pisang agung". Bentuk buahnya yang besar dan tahan lama bila di simpan, hal inilah yang menjadi salah satu ciri khas dari daerah kawasan tersebut.
Dari kawasan wisata Situs Banyubiru yang berada di daerah Kabupaten Psuruan Jawa Timur, perjalanan saya lanjutkan ke kawasan daerah Kabupetn Lumajang, Jawa Timur dengan menggunakan kendaraan motor bersama teman saya. Perjalanan ini menempuh waktu +/- 45 menit dengan mengambil jalur jalan utama.
Informasi yang saya dapatkan dari teman saya. Daerah Kabupaten Lumajang ini merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata untuk para wisatawan domestik dan mancanegara (internasional). Karena di daerah kawasan ini memiliki tempat wisata alam yang menarik sekali untuk di kunjungi. Namun, dalam perjalanan wisata kali ini saya mengambil konsep yang berbeda untuk menelusuri kawasan daerah ini dengan mengikuti jejak sejarah dari perjalanan ritual Raja Hayam Wuruk, dengan menelusuri jejak sejarah Situs Biting.
Lanjut.................
Di kawasan daerah Lumajang ini kita akan menemukan suatu situs bangunan bersejarah dari peninggalan Kerajaan Majapahit. Di mana dalam catatan sejarah yang terdapat di dalam Kitab Negarakertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca diterangakn bahwa kawasan ini pernah di kunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada saat beliau melakukan perjalanan ritual menuju Candi Jabung. ( Baca : Jejak Ritual Raja Hayam Wuruk )
Menelusuri jalan setapak yang beralaskan tanah merah di antara perumahan adan kampung desa di sekitar Dusun Biting, membuat perjalanan wisata ini bagaikan perjalanan wisata yang penuh nuansa petualngan yang mengasyikan. Untungnya pada saat saya sampai di lokasi, cuaca sangat bersahabat dan tidak turun hujan. Dan teman saya pun sepertinya sudah hafal dengan lokasi area ini. Jadi tidak ada kendala yang berarti dalam perjalanan kali ini.
Konon, Situs Biting ini tercatat juga sebagai bangunan sejarah dari peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Aria Wiraraja. Dan lokasi Situs Biting ini berlokasi di daerah Dusun Biting, Desa Ketorenon, Kecamatan Sukodonon, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Posisi Situs Biting ini ternyata berdiri di atas lahan milik warga dan Perhutani. Itulah informasi yang saya dapatkan di lokasi. Nah loh...... lo bisa ya ?.... ya bisa lah.... karena situs ini kan pada awalnya tidak di ketahui dan enatah berapa luas dari bagian Situs Biting ini yang masih terpendam dalam tanah akibat proses siklus alam. Hal ini terungkap setelah di lokasi Situs Biting di adakan penelitian dalam bidang arkeologi dan sejarah di sana.
Lanjut............
Bentuk bangunan dari Situs Biting ini terlihat seperti bukit kecil yang berada di dekat perumahan yang berjarak +/- 40 meter, dan lokasinya dekat dengan sebuah sugai. Secara sepintas bila kita lihat dan mendekati situs Biting ini, bangunan ini bagaikan benteng pertahanan. Konon dulunya benteng ini sebagai tempat untuk mengintai musuh dan sekaligus menjadi benteng pertahanan dari Kerajaan Lamajang Tigang Juru.
Menaiki bukit kecil hingga berdiri di atas benteng membuat saya merasa takjub dengan stratergi ilmu perang yang di gunakan pada masa lalu. Walau terlihat hanya berupa kotak dengan kedalaman +/- 8 - 10 meter dan ketebalan dinding diding seluas +/- 6 meter lokasi ini bisa menggambarkan betapa strategi ilmu perang bangsa Indonesia yang di gunakan pada masa Kerajaan dulu sudah bisa memberikan sebuah inspirasi. Belum lagi bila di kawasan ini terus di kembangkan penggalian untuk di lakukan penelitian arkeologi dan sejarah. tentu akan terkuak tentang kebesaran dari Kerajaan Majapahit yang pernah ada di lokasi ini.
Setelah melihat beberapa titk obyek di lokasi Situs Biting ini, saya bersama teman saya pun melanjutkan perjalanan wisata saya menuju ke kawasan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Di mana di kawasan Probolinggo tersebut saya akan menuju salah satu situs Candi Jabung yang memiliki catatan cerita sejarah yang menarik untuk di telusuri. ( Baca : Di Balik Keindahan Candi Jabung )
Terlepas dari informasi yang saya lihat dan saya dapatkan di lokasi Situs Biting ini, tentu kita sebagai warga dan masyarakat berharap agar upaya dan pelestarian akan sebuah pengembangan dari penelitian sebuah sejarah dari analisa ilmu arkeologi ini dapat berjalan dengan lancar. Sehingga apa yang menjadi suatu pertanyaan dari Misteri dan Kebesaran Kerjaan Majaphit yang telah tersohor di penjuru negeri nusantara hingga belahan bumi ini, bisa di nikmati oleh genarasi bangsa Indonesia.
Menelusuri jejak Sejarah Situs Biting ini kita akan di bawa dalam nuansa kebesaran dari kejayaan Kerajaan Majapahit yang hingga kini masih belum tuntas terpecahkan. Semoga informasi yang saya dapatkan di lokasi Situs Biting ini dapat menawambah wawasan kita bersama bagi para pecinta Ejawantah Wisata, terutama dalam memberikan piliha konsep perjalanan wisata. Karena perjalan wisata sejarah di Indonesia itu lebih nikmat dan banyak ilmu pengentahuan yang dapat kita peroleh sebagai penunjang pendidikan dan pengetahuan.
Salam wisata,
Dari kawasan wisata Situs Banyubiru yang berada di daerah Kabupaten Psuruan Jawa Timur, perjalanan saya lanjutkan ke kawasan daerah Kabupetn Lumajang, Jawa Timur dengan menggunakan kendaraan motor bersama teman saya. Perjalanan ini menempuh waktu +/- 45 menit dengan mengambil jalur jalan utama.
Informasi yang saya dapatkan dari teman saya. Daerah Kabupaten Lumajang ini merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata untuk para wisatawan domestik dan mancanegara (internasional). Karena di daerah kawasan ini memiliki tempat wisata alam yang menarik sekali untuk di kunjungi. Namun, dalam perjalanan wisata kali ini saya mengambil konsep yang berbeda untuk menelusuri kawasan daerah ini dengan mengikuti jejak sejarah dari perjalanan ritual Raja Hayam Wuruk, dengan menelusuri jejak sejarah Situs Biting.
Lanjut.................
Di kawasan daerah Lumajang ini kita akan menemukan suatu situs bangunan bersejarah dari peninggalan Kerajaan Majapahit. Di mana dalam catatan sejarah yang terdapat di dalam Kitab Negarakertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca diterangakn bahwa kawasan ini pernah di kunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada saat beliau melakukan perjalanan ritual menuju Candi Jabung. ( Baca : Jejak Ritual Raja Hayam Wuruk )
Menelusuri jalan setapak yang beralaskan tanah merah di antara perumahan adan kampung desa di sekitar Dusun Biting, membuat perjalanan wisata ini bagaikan perjalanan wisata yang penuh nuansa petualngan yang mengasyikan. Untungnya pada saat saya sampai di lokasi, cuaca sangat bersahabat dan tidak turun hujan. Dan teman saya pun sepertinya sudah hafal dengan lokasi area ini. Jadi tidak ada kendala yang berarti dalam perjalanan kali ini.
Konon, Situs Biting ini tercatat juga sebagai bangunan sejarah dari peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Aria Wiraraja. Dan lokasi Situs Biting ini berlokasi di daerah Dusun Biting, Desa Ketorenon, Kecamatan Sukodonon, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Posisi Situs Biting ini ternyata berdiri di atas lahan milik warga dan Perhutani. Itulah informasi yang saya dapatkan di lokasi. Nah loh...... lo bisa ya ?.... ya bisa lah.... karena situs ini kan pada awalnya tidak di ketahui dan enatah berapa luas dari bagian Situs Biting ini yang masih terpendam dalam tanah akibat proses siklus alam. Hal ini terungkap setelah di lokasi Situs Biting di adakan penelitian dalam bidang arkeologi dan sejarah di sana.
Lanjut............
Bentuk bangunan dari Situs Biting ini terlihat seperti bukit kecil yang berada di dekat perumahan yang berjarak +/- 40 meter, dan lokasinya dekat dengan sebuah sugai. Secara sepintas bila kita lihat dan mendekati situs Biting ini, bangunan ini bagaikan benteng pertahanan. Konon dulunya benteng ini sebagai tempat untuk mengintai musuh dan sekaligus menjadi benteng pertahanan dari Kerajaan Lamajang Tigang Juru.
Menaiki bukit kecil hingga berdiri di atas benteng membuat saya merasa takjub dengan stratergi ilmu perang yang di gunakan pada masa lalu. Walau terlihat hanya berupa kotak dengan kedalaman +/- 8 - 10 meter dan ketebalan dinding diding seluas +/- 6 meter lokasi ini bisa menggambarkan betapa strategi ilmu perang bangsa Indonesia yang di gunakan pada masa Kerajaan dulu sudah bisa memberikan sebuah inspirasi. Belum lagi bila di kawasan ini terus di kembangkan penggalian untuk di lakukan penelitian arkeologi dan sejarah. tentu akan terkuak tentang kebesaran dari Kerajaan Majapahit yang pernah ada di lokasi ini.
Setelah melihat beberapa titk obyek di lokasi Situs Biting ini, saya bersama teman saya pun melanjutkan perjalanan wisata saya menuju ke kawasan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Di mana di kawasan Probolinggo tersebut saya akan menuju salah satu situs Candi Jabung yang memiliki catatan cerita sejarah yang menarik untuk di telusuri. ( Baca : Di Balik Keindahan Candi Jabung )
Terlepas dari informasi yang saya lihat dan saya dapatkan di lokasi Situs Biting ini, tentu kita sebagai warga dan masyarakat berharap agar upaya dan pelestarian akan sebuah pengembangan dari penelitian sebuah sejarah dari analisa ilmu arkeologi ini dapat berjalan dengan lancar. Sehingga apa yang menjadi suatu pertanyaan dari Misteri dan Kebesaran Kerjaan Majaphit yang telah tersohor di penjuru negeri nusantara hingga belahan bumi ini, bisa di nikmati oleh genarasi bangsa Indonesia.
Menelusuri jejak Sejarah Situs Biting ini kita akan di bawa dalam nuansa kebesaran dari kejayaan Kerajaan Majapahit yang hingga kini masih belum tuntas terpecahkan. Semoga informasi yang saya dapatkan di lokasi Situs Biting ini dapat menawambah wawasan kita bersama bagi para pecinta Ejawantah Wisata, terutama dalam memberikan piliha konsep perjalanan wisata. Karena perjalan wisata sejarah di Indonesia itu lebih nikmat dan banyak ilmu pengentahuan yang dapat kita peroleh sebagai penunjang pendidikan dan pengetahuan.
Salam wisata,

















