Mengenal Gajah Mada Di tempat Wisata Jakarta.- Dalam sejarah Gajah Mada dikenal dengan nama lain Mpu Mada, Jaya Mada, atau Dwira Mada. Dan menurut versi agama nama lain Gajah mada adalah Lembu Muksa, yang dianggap sebagai penjrlmaan Mahadewa Wisnu.
Nama Gajah Mada memiliki arti Gajah yang galak dan tangkas, penuh dengan kegiatan ketika ia sedang memendam birahi. Hal ini dapat kit lihat dari perjalanan hidup nya dalam membaktikan dirinya kepada Kerajaan Majapahit pada tempo dulu.
Memperkenalkan sosok Gajah Mada dari dekat kepada anak-anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kita yang memiliki anak-anak di usia sekolah. Hal inilah yang membuat saya harus memutar otak untuk dapat membantu menjawab setiap pertanyaan dari anak saya dalam membantu mengarahkannya untuk mengenal sosok nama besar Gajah Mada dalam sejarah perjalanan negeri Nusantara Indonesia.
Langkah sederhana agar anak mengenal dan mengetahui sejarah biasanya saya mengajaknya berkunjung ke tempat wisata di Jakarta yang di dalamnya memiliki keterangan tentang perjalanan sejarah itu sendiri. Jadi mereka tidak terlalu merasakan sebuah kejenuhan. Namun, resikonya kita harus siap-siap menjawab dari setiap pertanyaan anak-anak kita dengan bahasa mereka.
Tempat wisata Jakarta untuk memperkenalkan toko Gajah Mada mudah kita temukan, salah satunya di Museum Keprajuritan TMII yang terletak di dalam area TMII Jakarta Timur. Atau kita dapat menemukan di tempat wisata Jakarta seperti museum lainnya yang terdapat di daerah atau pun kota di dekat tempat tinggal kita.
Lanjut.......
Asal usul Gajah Mada sampai hari ini tidak diketahui sumber sejarah yang pastinya, dari tanggal lahir atau pun tempat lahir dari tokoh Gajah Mada ini. Banyak versi yang menceritakan tokoh Gajah Mada ini. Baik versi cerita kepercayaan orang Bali yang mengatakan bahwa Gajah Mada dilahirkan di Pualu Bali Agung. Hal ini terungkap seperti tertulis dalam kitab Usana Jawa. Sedangkan menurut versi lain Gajah Mada di lahirkan di daerah aliran Sungai Brantas daerah Malang, Jawa Timur.
Terlepas dari perdebatan asal usul nama besar Gajah Mada ini berasal dari daerah mana ? Namun, ada pembelajaran yang bisa kita peroleh dari tokoh yang memiliki nama besar ini. Bila kita melihat masa lalunya Gajah Mada, ia adalah seorang anak yang di lahirkan dari rakyat jelata, tidak bertopang kepada darah turunan raja, dan merupakan rakyat murba yang acap kali dilangkahi oleh sejarah yang berpihak kepada yang dianggapnya lebih menarik dari perhatiannya.
Hal yang cukup membuat gempar dari Gajah Mada ini adalah bunyi dari Sumpah Palapa yang diucapkannya, yang hingga saat ini cukup dikenal di seluruh jagad Nusantara.
Lanjut........
Konon, menurut cerita sejarah, pada saat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa seperti yang tertera di atas dihadapan Ratu Tribhuwanatunggadewi, dia mendapatkan perlakukan diejek sambil di caci maki, dan banyak yang tidak percaya, dan dihina oleh Arya Tadah. Hal ini di karenakan Gajah Mada mengucapkan sumpahnya dengan kesuguhan hati, dan ia pun sangat marah ketika menjadi bahan ejekan dan tertawakan. Dan kesungguhan Sumpah Palapa Gajah Mada pun dapat dia buktikan dalam menunaikan tugas Politik Nasantara-nya.
Pada hakikatnya, Sumpah Palapa Gajah Mada tersebut merupakan penguman resmi tentang program politik pemerintah yang dipimpinnya. Karena Ratu Tribhuwanatunggadewi yang saat itu memerintah. pada dasarnya banyak berhutang budi kepada Gajah Mada. Maka dalam kenyataannya, politik pemerintahan itu hampir seluruhnya ada di tangan Patih Amangku Bumi. Dan program politik Gajah Mada tersebut sebenarnya adalah kelanjutan gagasan Nusantara Raja Kertanegara. Lebih tepatnya disebut sebagai Gagasan Nusantara II.
Tentu ada dari teman-teman dan pemabaca setia Ejawantah Wisata yang memiliki pertanyaan siapakah tokoh Ratu Tribuwanatunggadewi ini, dan apa hubungannya dengan cerita Gajah Mada ?
Seperti yang pernah saya jelaskan dalam artikel postinga terdahulu bahwa Gajah Mada memiliki peranan penting di lingkungan Kerajaan Majapahit, hal ini bisa dibuktikan seperti yang tertulis dalam prasasti Gajah Mada. ( Baca : Mengenal Prasati Gajah Mada ).
Lanjut........
Bagitu kuat karismatik Patih Gajah Mada, sehingga hampir seluruh Nusantara dapat dipersatukan di bawah Kerajaan Majapahit. Patih yang sangat terkenal di jamannya, sebanding dengan pemerintah waktu tersebut di bawah Prabu Hayam Wuruk. Sampai saat ini nama besar dan kemasyuran Patih Gajah Mada cukup dikenal dan dikagumi, ia merupakan tokoh yang pandai dan piawai dalam segala hal seperti ; strategi, hubungan, ketangkasan, sampai dengan pertempuran.
Dengan bantuan nasihat dan perancangan perdana menterinya, Gajah Mada mampu menaklukkan beberapa wisayah seperti : Wilayah Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumater Utara), Pahang (Tanah Melayu), Dompo , Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik (Singapura). Dan wilayah-wilayah ini menajdi satu kesatuan di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit, sebagai pembuktian Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada di hadapan Raja Ratu Tribhuwanatunggadewi.
Itulah sekelumit cerita sejarah dalam perjalanan wisata sejarah yang saya dapatkan di beberapa tempat wisata di Jakarta yang terdapat catatan perjalanan dan kisah dari Mahapatih Gajah Mada yang memiliki nama besar dari Kerajaan Majapahit.
Mengenal Gajah Mada Di Tempat Wisata Jakarta, mengantarkan kepada kita akan sebuah kerinduan seorang pemimpin yang berani mempertanggung jawabkan sumpah dan penjabaran program poltiknya di hadapan rakyatnya, walau ia terlahir dari rakyat biasa dan bukan bertopang kepada darah turunan ayah atau pun keluarga yang telah memiliki nama besar, ia pun acap kali selalu mendapatkan prilaku ketidak pedulian. Namun, perjalanan Gajah Mada di dalam catatan sejarah hidupnya dapat membuat nama Kerajaan Majapahit bahkan negeri Indonesia ini menjadi sebuah negeri nusantara yang besar dan disegani.[]
Salam Wisata,
Nama Gajah Mada memiliki arti Gajah yang galak dan tangkas, penuh dengan kegiatan ketika ia sedang memendam birahi. Hal ini dapat kit lihat dari perjalanan hidup nya dalam membaktikan dirinya kepada Kerajaan Majapahit pada tempo dulu.
Memperkenalkan sosok Gajah Mada dari dekat kepada anak-anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kita yang memiliki anak-anak di usia sekolah. Hal inilah yang membuat saya harus memutar otak untuk dapat membantu menjawab setiap pertanyaan dari anak saya dalam membantu mengarahkannya untuk mengenal sosok nama besar Gajah Mada dalam sejarah perjalanan negeri Nusantara Indonesia.
Langkah sederhana agar anak mengenal dan mengetahui sejarah biasanya saya mengajaknya berkunjung ke tempat wisata di Jakarta yang di dalamnya memiliki keterangan tentang perjalanan sejarah itu sendiri. Jadi mereka tidak terlalu merasakan sebuah kejenuhan. Namun, resikonya kita harus siap-siap menjawab dari setiap pertanyaan anak-anak kita dengan bahasa mereka.
Tempat wisata Jakarta untuk memperkenalkan toko Gajah Mada mudah kita temukan, salah satunya di Museum Keprajuritan TMII yang terletak di dalam area TMII Jakarta Timur. Atau kita dapat menemukan di tempat wisata Jakarta seperti museum lainnya yang terdapat di daerah atau pun kota di dekat tempat tinggal kita.
Lanjut.......
Asal usul Gajah Mada sampai hari ini tidak diketahui sumber sejarah yang pastinya, dari tanggal lahir atau pun tempat lahir dari tokoh Gajah Mada ini. Banyak versi yang menceritakan tokoh Gajah Mada ini. Baik versi cerita kepercayaan orang Bali yang mengatakan bahwa Gajah Mada dilahirkan di Pualu Bali Agung. Hal ini terungkap seperti tertulis dalam kitab Usana Jawa. Sedangkan menurut versi lain Gajah Mada di lahirkan di daerah aliran Sungai Brantas daerah Malang, Jawa Timur.
Terlepas dari perdebatan asal usul nama besar Gajah Mada ini berasal dari daerah mana ? Namun, ada pembelajaran yang bisa kita peroleh dari tokoh yang memiliki nama besar ini. Bila kita melihat masa lalunya Gajah Mada, ia adalah seorang anak yang di lahirkan dari rakyat jelata, tidak bertopang kepada darah turunan raja, dan merupakan rakyat murba yang acap kali dilangkahi oleh sejarah yang berpihak kepada yang dianggapnya lebih menarik dari perhatiannya.
Hal yang cukup membuat gempar dari Gajah Mada ini adalah bunyi dari Sumpah Palapa yang diucapkannya, yang hingga saat ini cukup dikenal di seluruh jagad Nusantara.
Isi Sumpah Palapa Gajah Mada
"Sira Gajah Mada Pepatih Amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa".
Arti Isi Sumpah Palapa Gajah Mada
"Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Gajah Mada berkata, "Bila telah megalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa"
Lanjut........
Konon, menurut cerita sejarah, pada saat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa seperti yang tertera di atas dihadapan Ratu Tribhuwanatunggadewi, dia mendapatkan perlakukan diejek sambil di caci maki, dan banyak yang tidak percaya, dan dihina oleh Arya Tadah. Hal ini di karenakan Gajah Mada mengucapkan sumpahnya dengan kesuguhan hati, dan ia pun sangat marah ketika menjadi bahan ejekan dan tertawakan. Dan kesungguhan Sumpah Palapa Gajah Mada pun dapat dia buktikan dalam menunaikan tugas Politik Nasantara-nya.
Pada hakikatnya, Sumpah Palapa Gajah Mada tersebut merupakan penguman resmi tentang program politik pemerintah yang dipimpinnya. Karena Ratu Tribhuwanatunggadewi yang saat itu memerintah. pada dasarnya banyak berhutang budi kepada Gajah Mada. Maka dalam kenyataannya, politik pemerintahan itu hampir seluruhnya ada di tangan Patih Amangku Bumi. Dan program politik Gajah Mada tersebut sebenarnya adalah kelanjutan gagasan Nusantara Raja Kertanegara. Lebih tepatnya disebut sebagai Gagasan Nusantara II.
Tentu ada dari teman-teman dan pemabaca setia Ejawantah Wisata yang memiliki pertanyaan siapakah tokoh Ratu Tribuwanatunggadewi ini, dan apa hubungannya dengan cerita Gajah Mada ?
Seperti yang pernah saya jelaskan dalam artikel postinga terdahulu bahwa Gajah Mada memiliki peranan penting di lingkungan Kerajaan Majapahit, hal ini bisa dibuktikan seperti yang tertulis dalam prasasti Gajah Mada. ( Baca : Mengenal Prasati Gajah Mada ).
Lanjut........
Bagitu kuat karismatik Patih Gajah Mada, sehingga hampir seluruh Nusantara dapat dipersatukan di bawah Kerajaan Majapahit. Patih yang sangat terkenal di jamannya, sebanding dengan pemerintah waktu tersebut di bawah Prabu Hayam Wuruk. Sampai saat ini nama besar dan kemasyuran Patih Gajah Mada cukup dikenal dan dikagumi, ia merupakan tokoh yang pandai dan piawai dalam segala hal seperti ; strategi, hubungan, ketangkasan, sampai dengan pertempuran.
Dengan bantuan nasihat dan perancangan perdana menterinya, Gajah Mada mampu menaklukkan beberapa wisayah seperti : Wilayah Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumater Utara), Pahang (Tanah Melayu), Dompo , Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik (Singapura). Dan wilayah-wilayah ini menajdi satu kesatuan di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit, sebagai pembuktian Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada di hadapan Raja Ratu Tribhuwanatunggadewi.
Itulah sekelumit cerita sejarah dalam perjalanan wisata sejarah yang saya dapatkan di beberapa tempat wisata di Jakarta yang terdapat catatan perjalanan dan kisah dari Mahapatih Gajah Mada yang memiliki nama besar dari Kerajaan Majapahit.
Mengenal Gajah Mada Di Tempat Wisata Jakarta, mengantarkan kepada kita akan sebuah kerinduan seorang pemimpin yang berani mempertanggung jawabkan sumpah dan penjabaran program poltiknya di hadapan rakyatnya, walau ia terlahir dari rakyat biasa dan bukan bertopang kepada darah turunan ayah atau pun keluarga yang telah memiliki nama besar, ia pun acap kali selalu mendapatkan prilaku ketidak pedulian. Namun, perjalanan Gajah Mada di dalam catatan sejarah hidupnya dapat membuat nama Kerajaan Majapahit bahkan negeri Indonesia ini menjadi sebuah negeri nusantara yang besar dan disegani.[]
Salam Wisata,
Label:
Wisata Jakarta,
Wisata Majapahit,
Wisata Sejarah















