WISATA SEJARAH DAN BUDAYA DI MUSEUM NASIONAL INDONESIA

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html
Wisata Sejarah Dan Budaya Di Museum Nasional Indonesia. - Unik, modern dan nyaman itulah kesan pertama kali saya pada saat memasuki area Museum Nasional yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat, Indonesia.

Kehadiran sebuah museum bukan hanya sebagai gedung yang dapat menampung, menyimpan, dan memajang benda-benda koleksi yang berfungsi sebagai tempat menggelar koleksi kolekium-kolekium ilmiah saja, namun lebih dari itu kita sebagai para pengunjung dapat menikmati setiap sajian yang berada di lokasi museum tersebut.

Namun, lebih dari itu kehadirannya kini juga dapat memberikan suatu tempat sarana hiburan keluarga yang bernilai edukatif dengan tampilan yang di suguhkannya di dalam setiap penataan ruang dengan konsep keanekaragaman budaya dalam kesatuan bangsa Indonesia.

Aset yang berharga tidak serta merta menjadi pemicu masyarakat untuk berkunjung ke museum ini. Namun penerapan konsep kreatif, informatif, edukatif, komunikatif, dan atraktif dari sajian di dalam museum inilah yang dapat menjadikan museum ini dicintai oleh masyarakat domestik maupun mancanegara.

Melalui museum inilah kita banyak menemukan benda-benda koleksi peninggalan sejarah bangsa Indonesia, dari jaman pra sejarah, jaman Hindu Budha, jaman Islam, dan masa kolonial Belanda.

Kesan pertama yang menggoda memang tidak bisa disalahkan. Melihat wajah depan museum pasti banyak orang yang tidak enggan menoleh ke sebuah area bangunan yang memiliki keunikan gaya arsitektur kolonial Belanda dan bangunan modern yang terkesan hijau dan nyaman ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Lokasi museum ini letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau dari arah mana saja. Karena letaknya berada di tengah-tengah pusat Kota Jakarta dan berada di dekat bundaran air mancur Monumen Nasional (MONAS). Untuk bisa sampai ke lokasi museum ini kita bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, motor, atau pun bagi kita yang menggunakan bus bersama rombongan. Kita hanya tinggal menemukan Jalan Merdeka Barat dari arah bundaran Hotel Indonesia menuju ke Istana Negara.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Sebuah pemandangan ikon "Patung Gajah" yang terbuat dari perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand Muangtai pada tahun 1871, menyambut kehadiran saya atau pun para pengunjung museum yang hadir di tempat wisata ini.

Bagi kita yang menggunakan kendaraan umum, kita bisa menggunakan Bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M - Kota, atau Bus City Tour Jakarta. Setelah turun dari angkutan umum di halte pemberhentian bus yang letaknya tidak jauh dari pintu gerbang museum ini.

Lanjut...........
Menelusri pintu gerbang masuk museum, kita akan melihat sebuah pemandangan bangunan lama bergaya masa kolonial Belanda yang merupakan bangunan lama dari museum. Bangunan ini memiliki bentuk keunikan gaya arsitektur dengan pilar-pilar penyanggah yang juga merupakan ciri khasnya.

Bila kita akan menelusuri museum ini kita bisa membeli tiket masuk melalui pintu utama yang berada di depan sebelah kanan gedung lama museum ini. Untuk informasi harga tiket dan jadwal hari serta jam kunjungan adalah sebagai berikut :

Harga tiket masuk museum :
1. Dewasa        ===>  Rp.  5.000,-/orang.
                                    Rp. 3.000,-/ orang (rombongan, minimum 20 orang)

2. Anak-anak   ===>  Rp. 2.000,-/orang.
                                    Rp. 1.000,-/orang (rombongan, minimum 20 orang).

3. Turis Asing  ===>  Rp. 10.000,-/orang.

Dan untuk hari serta jam operasinya museum ini adalah :
Hari Senin dan hari besar atau libur nasional tutup.
Hari Selasa - Jum'at   08:00  - 16:00 WIB.
Hari Sabtu - Minggu  08:00 - 17:00 WIB.

Daftar harga tiket masuk museum di atas merupakan daftar tiket masuk yang saya dapatkan informasinya melalui loket tiket yang tersedia di depan pintu masuk museum.Untuk informai selanjutnya anda dapat menghubungi pihak museum.

Lanjut.......
Konon dari keterangan catatan sejarah yang saya dapatkan di lokasi, museum ini dikenal dulunya dengan nama Museum Gajah, dan dibangun pada tahun 1862 oleh pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jendral Reinier de Klerk.

Awalnya Reinier de Klerk ini memiliki sebuah cita-cita untuk membangun sebuah gedung yang dapat menampung, menyimpan, dan memajang benda-benda koleksi yang berfungsi sebagai kantor dan tempat menggelar koleksi kolekium-kolekium ilmiah.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Singkat cerita perjalanan museum ini konon dulunya pengelolaannya di serahkan kepada Perhimpunan Bataviaasch Gonootschep va Kunsten en Wetenschappen pada tahun 1868 oleh Reinier de Klerk.

Sedangkan untuk pemberian nama museum ini berubah menjadi nama Museum Gajah asal mulanya adalah sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Chulalonkorn dari Thailand yang telah menghadiahkan sebuah "Patung Gajah" yang terbuat dari perunggu pada tahun 1871, di mana patung gajah tersebut sampai hari ini masih terdapat di halaman depan museum dan sebagai salah satu icon museum ini.

Selanjutnya pada tanggal 29 Febuari 1950 nama gedung ini berubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Tepat 100 tahun setelah pembangunan museum ini pada tanggal 17 September 1962 Museum Gajah diserah terimakan kepada pemerinatah Republik Indonesia. Dan pada tanggal 28 Mei 1979 namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia.

Sebuah pengenalan kilas balik perjalanan sejarah museum ini saya dapatkan dari pusat informasi museum dan pemandu wisata di lokasi yang memberikan keterangan tentang museum ini pada perjalanan wisata saya bersama para pengunjung dan tamu lainnya.

Lanjut.......
Menelusuri area pameran dalam museum ini, kita seperti diajak masuk dalam sebuah dimensi ruang masa mulai berdirinya museum ini. Seperti yang terdapat di dalam photo ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Semua terurai sangat jelas sekali, awal proses perjalanan sejarah museum ini didokumentasikan di dalam bentuk foto-foto dan keterangan berupa catatan yang memuat keterangan nama lokasi, tokoh, hingga kelembagaan yang terlibat dalam proses perjalanan museum ini di setiap lembarnya.

Di area pameran ini saya dapat menemukan sebuah koleksi dari hasil karya buah tangan kain batik  seorang tokoh emansipasi wanita Indonesia R.A. Kartini, dan sebuah pelana tunggangan kuda dari pahlawan nasional Diponegoro seperti yang terlihat di dalam foto di bawah ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html


Lanjut..........
Koleksi di museum ini di kelompokan dan tertata rapih mulai jaman pra sejarah sampai dengan Hindu Budha. Di area jaman pra sejarah, kita dapat mengetahui di mana manusia belum mengenal tulisan. Kita bisa melihat-lihat jaman poleotikum yang berasal dari kebudayaan Pacitan seperti kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih. Sedangkan yang berasal dari kebudayaan Ngandong kita dapat melihat kapak genggam, alat-alat tulang dan tanduk rusa.


http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Bergeser sedikit dari lokasi, kita bisa menemukan benda-benda koleksi yang berasal dari jaman mesolitikum. Di sini kita dapat menemukan alat-alat yang digunakan pada masa tersebut seperti ; kapak genggam Sumatera, alat-alat tulang dan tanduk, alat-alat serpih, kapak pendek dan lukisan gua.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Ada awal tentu juga ada akhir, seperti area koleksi ini. Era terakhir pra sejarah  disebut dengan jaman neolitikum, dan di lokasi ini kita dapat menemukan koleksi benda-benda peninggalan pada jaman tersebut seperti ; kapak persegi, kapak lojong, kapak bahu, gerabah, perhiasan berupa gelang dan manik-manik, serta alat memukul yang terbuat dari kulit kayu.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Setelah melihat dan menyaksikan koleksi benda-benda museum pada jaman pra sejarah, kita dapat melanjutkan perjalanan wisata untuk menyaksikan koleksi benda-benda jaman Hindu Budha di museum ini.

Lanjut.......
Di lokasi ini kita dapat menyaksikan koleksi patung-patung Dewa Hindu Budha seperti ; patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan Patung Dewa Syiwa. Dimana patung-patung tersebut merupakan perwujudan dari raja-raja jaman Hindu Budha seperti ; Raja Airlangga yang pernah berkuasa di Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur. Beliau digambarkan sebagai Dewa Wisnu yang sedang naik burung Garuda;  Patung selanjutnya adalah patung dari Raja Kediri, dan patung dari Raja Singasari dari Jawa Timur.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Konon menurut cerita, patung raja dengan tangan banyak merupakan simbol perwujudan sebuah dewa bagi rakyat banyak, patung tersebut merupakan perwujudan dari patung Raja Singasari yang perkasa seperti Dewa Siwa yang bertangan banyak.

Lanjut.........
Di museum ini juga terdapat koleksi benda-benda prasasti, di mana kita dapat menemukan sebuah prasasti yang merupakan catatan sejarah perjalanan pengabdian seorang Mahapatih dari Kerajaan Majapahit yang beranama Gajah Mada, di mana prasasti tersebut di kenal dengan nama prasasti "Gajah Mada"; Prasasti kaligrafi yang sangat indah, prasasti ini merupakan peniggalan dari kerajaan Islam di Indonesia,  prasasti Mulawarman. serta kolekasi prasasti-prasasti lainnya.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html


Lanjut..............
Selain itu ada juga koleksi benda-benda keramik Cina dari Dinasti Han yang memerintah Cina antara tahun 206 SM - 220 M; Dinasti Tang yang memerintah Cina 618 - 906; dan Dinasti Ming yang berkuasa di Cina sejak tahun 1368 -1644.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Benda-benda berupa keramik tersebut di atas bisa sampai di Indonesia antara lain dikarenakan adanya hubungan dagang antara pedagang dari Cina dan kerajaan-kerajaan yang berada di nusantara Indonesia.

Di dalam area museum ini pun kita dapat menemukan tradisi dan kebudayaan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah, dari bentuk kerajinan tangan, rumah tradisional dalam bentuk miniatur, alat kesenian musik dan masih banyak lagi yang lainnya. Melalui area ini kita dapat melihat dari satu daerah ke daerah lainnya beragam bentuk dan warna kehidupan tradisi masyarakat Indonesia yang beragam. Walau terpisah dan beragam bentuk semua ini bisa menjadi sebuah kesatuan.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Lanjut..............
Yang tidak kalah menarik di museum ini terdapat koleksi benda-benda perhiasan emas yang indah dan artistik, serta singgahsana raja yang terbuat dari emas.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Kita dapat menyaksikan koleksi benda-benda peninggalan dari jaman kolonial Belanda, seperti meriam, senjata, buku catatan, peta kuno, serta parabotan bergaya eropa dari abad ke -18.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Semua koleksi dari benda-benda tersebut di atas merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang besar,  tentu saja ini hanya merupakan bagian kecil yang dapat dilihat melalui artikel ini. Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan keanekaragaman tradisi dan budaya, tentu hal ini merupakan sebuah aset yang harus dijaga dan dilestarikan.

Museum ini bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi benda-benda bersejarah saja. Lebih dari itu museum ini juga sering mengadakan segala kegiatan aktifitas berupa pameran seni dan kriya yang ikut memperkenalkan sebuah tradisi dan budaya dari bangsa Indonesia seperti contohnya yang saya temukan di lokasi yaitu pembuatan batik, dan wayang kulit.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Menikmati wisata sejarah dan budaya Indonesia di museum ini bukanlah suatu perjalanan liburan yang membosankan bagi saya pribadi maupun banyak orang di lokasi museum ini. Ada banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari setiap penjelasan yang terurai dalam siratan koleksi benda-benda bersejarah di tempat ini.

Dengan suasana yang tenang dan nyaman serta hidupnya sebuah kegiatan yang dapat merangsang kreatiftas dalam bentuk pengenalan dari tradisi budaya yang di olah dengan inovasi tentu dapat membuat para pengunjung lebih dapat menikmati liburan di museum seperti ini.

Bila kita berkunjung ke museum ini sekarang, maka kita akan melihat lokasi yang berada di tengah museum sedang dalam tahap pengembangan perluasan area, di mana bangunan gedung museum ini rencananya akan selesai pada tahun 2017 nanti dengan penampilan yang lebih mengasyikan seperti yang bisa dilihat di dalam foto-foto di bawah ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/05/wisata-sejarah-dan-budaya-di-museum-nasional-indonesia.html

Bila melihat dari skema foto-foto cikal bakal dari area bangunan museum di atas, kita dapat membayangkan bahwa Indonesia akan memiliki sebuah bangunan museum yang bukan hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi  kolekium-kolekium ilmiah bersejarah saja, namun juga menjadi sarana liburan yang nyaman dan modern nantinya, di mana semua sarana ini mengusung konsep kreatif, informatif, edukatif, komunikatif, dan atraktif dari sajian yang akan diberikan kepada para pengunjungnya sebagai bentuk pengejawantahan pemersatu sejarah tradisi dan budaya bangsa Indonesia dari masa dulu, kini dan yang akan datang dalam bentuk yang lebih inovatif.

Di bawah ini merupakan salah satu kegiatan pada saat saya mengunjungi museum ini dalam even Festival Museum Internasional dan hari ulang tahun Museum Nasional Indonesia yang ke-236 tahun, yang saya coba rangkai dalam gambar video, teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat melihatnya dalam penayangan video di bawah ini. (Lihat Video : Gamelan Jawa "Acara Pembukaan Festival Museum Nasonal)

Wisata Sejarah Dan Budaya Di Museum Nasional Indonesia kita dapat ikut merasakan keindahan eksotisme tradisi dan budaya sejarah bangsa Indonesai. Semoga Museum Nasional Indonesia terus dapat mempertahankan dan melestarikan tradisi dan nilai sejarah budaya Indonesia yang sangat tinggi ini dan selamat ulang tahun ke-236.



Salam wisata,

MENGENAL GAMELAN BANJAR KAL-SEL

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-gamelan-banjar-kal-sel.html
Mengenal Gamelan Banjar Kal-Sel. - Gamelan Banjar ini merupakan seni tradisional karawitan yang di kembangkan di kalangan suku Banjar, Kalimantan Selatan. Di mana gamelan itu merupakan salah satu alat musik tradisional yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Alat musik ini terbuat dari perunggu dan kayu pilihan yang di ukir, namun walau terbuat dari bahan dasar sederhana dan tradisional, tidak semua orang mampu membuat alat musik tradisional gamelan ini. Karena diperlukan keahlian khusus untuk dapat membuat alat musik tardisional gamelan ini.

Melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat, biasanya kita akan menemukan atau pun mendapatkan suatu hal yang unik. Seperti alat kesenian tradisional gamelan ini. Walau terlihat sama alat kesenian gamelan ini dengan alat kesenian gamelan dari daerah Indonesia lainnya, namun yang memiliki perbedaan di dalamnya adalah kisah perjalanan sejarah dari masing-masing daerah.

Seperti gamelan yang berasal dari Banjar Kalimantan Selatan ini. Ternyata gamelan ini memilik jenis atau pun kriteria senidri loh..... ada gamelan jantan (laki-laki) dan gamelan betina (perempuan). Walau terdapat sepasang, namun keberadaannya tidak satu tempat. Namun, dengan atu jenis gamelan ini kita bisa mengenal gamelan Banjar Kal-Sel ini dari informasi yang bisa kita dapatkan dari nara sumber museum.

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-gamelan-banjar-kal-sel.html


Dimana perangkat gamelan yang terdapat di photo tersebut di atas merupakan peninggalan dari Kerajaan Banjar, Kalimnatan Selatan. Konon, informasi yang saya dapatkan gemlan ini di pesan dari daerah Surabaya, Jawa Timur. Dan gamelan ini dikneal dengan sebutan "Si Marigu Kecil" atau di kenal dengan nama "Gamelan Betina". Seperangkat gamelan ini bisa dilihat di Museum Nasional Indonesia.

Sedangkan untuk gamelang Jantannya atau yang disebut "Sri Marigu Besar" kini gamelan ini di simpan di Museum Propinsi Kalimantan Selatan sebagai "Lambung Mangkurat". Itulah sekelumit keterangan yang saya dapat dari pemandu wisata Museum Nasional Indonesia pada saat saya melakukan perjalanan wisata sejarah di salah satu tempat wisata di Jakarta.

Lanjut informasi yang saya terima..........
Berdasarkan naskah Tutur Candi yang menceritakan sejarah kerajaan Banjar khususnya dalam ceirta hikayat atau yang dikenal dengan sebutan cerita rakyat tercatat di dalamnya berupa tulisan seperti di bawah ini.
"Ayu Anaknda bermain-main, karena urang didalam negeri ini tiada biasa melihat wayang dan tuping, maka Panji itu pun menyuruhi temannya mamalu (memukul) gamelan maka sekalianbtaman-tamannya pun masing-masing dengan pekerjaannya ada yang menggusuk rebab dan memukul agung serta lain-lain, maka berbunyilah....."
Lanjut......
Bila dilihat dari cerita tradisi masayrakat Banjar Kalimatan Selatan sendiri. Tradisi gamelan ini mulai dikenal sejak masa Kerajaan Negara Dipa, yaitu pada abad ke-14 M. Dimana ketika itu Pangeran Suryanata berkuasa. Kerajaan yang di Amuntasi ini merupakan kerajaan maritim dan pertanian di kawasan Kalimatan Selatan.

Konon, menurut cerita yang saya dapat Pangeran Suryanata memiliki nama asli Raden Putera ini merupakan seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yang dinikahkan dengan seorang putri Banjar yang bernama Putri Junjung Buih. Dari kisah inilah terdapat sebuah anggapan bahwa Kerajaan Banjar merupakan Kerajaan Majapahit baru di wilayah Kalimantan Selatan.

Pada saat rakyat Kalimantan Selatan di anjurkan untuk meniru budaya Jawa, seperti gamelan, wayang, dan keris. Gamelan Banjar ini kemudian berkembang di kalangan keraton dan rakyatnya.

Lanjut.........
Setelah Kerajaan Negara Dipa runtuh, muncullh Kerajaan Negara Daha yang meneruskan tradisi gamelan ini pada tahun 1526. Dan pada saat Keraan Daha runtuh, ada beberapa orang tokoh pemuka adat yang telah mengerjakan atau melanjutkan kesenian gamelan ini, seperti : Data Taruma (pemain gamelan), Datu Taya  (Masuknya wayang kulit ke daerah ini), dan Datu Putih (penri topeng).

Lanjut........
Pada masa Raja Syakni Pangeran Hidayatullah (1570-1595), para penabuh gamelan di Kerajaan Banjar di perintahkan untuk belajar menabuh gamelan di keraton Solo.

Dan selanjutnya gamelan ini dimainkan untuk mengiringi upacara di kerajaan, seperti saat mengantarkan perjalanan raja menuju pusehan atau yang disebut dengan nama ruang pertemuan; upacara pernikahan keluarga raja; dan mengiringi pegelaran wayang kulit dan wayang orang pada saat pesta kerajaan.

Namun, seiring dengan dihapusnya Kerajaan Banjar oleh pemerintah Belanda pada tahun 1864, maka kesenin di keraton mengalami kemunduran, dan kemudian gamelan ini lebih berkembang di kalangan rakyat rakyat biasa. Itulah sekelumit cerita dari kisah perjalanan gamelan Banjar kalimanatan Selatan ini. Bila teman-taman atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata ingin mengetahui lebih jelas dan lengkap, bisa berkunjung ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat.

Mengenal Gamelan Banjar Kal-Sel atau yang di kenal dengan kepanjangan dari Kalimantan Selantan ini, merupakan penglaman yang mengasyikan dari perjalanan wisata sejarah yang bisa kita lakukan di tempat wisata khususnya di Museum Nasional Indonesia. Di mana kita akan mendapatkan segala bentuk informasi menarik untuk menganl lebih jauh tentang sejarah dan nilai sebuah tradisi suatu daerah Indonesia yang kaya akan beragam keunikannya, di mana konsep sederhana ini akan membuat kita dan keluarga lebih mengenal Indonesia yang sebenarnya.




Salam wisata,

DI BALIK CERITA ARCA BHAIRAWA BUDDHA

http://ejawantahtour.blogspot.ru/2014/03/di-balik-cerita-arca-bhairawa-buddha.html
Di Balik Cerita Arca Bhairawa Buddha - Cerita nama tokoh Bhairawa Buddha saya temukan pada saat berkunjung di area Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Secara pribadi cerita ini sangatlah menarik untuk di telusuri untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, apalagi pada saat kita melakukan perjalanan wisata di tempat wisata sejarah, arkeologi dan budaya Indonesia. Untungnya tempat wisata seperti ini mudah di kunjungi bagi saya yang berlokasi di kawasan Jakarta. Dan lokasi Museum Nasional Indonesia ini berada di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat.

Konon nama tokoh Bhairawa Buddha merupakan salah satu perwujudan seorang bangsawan Kerajaan Majapahit keturunan Melayu yang kemudian menjadi Raja di daerah Sumatera. Hal ini tercatat di dalam keterangan dari pihak Museum Nasional Indonesia yang berada di sekitar Arca Bhairawa Buddha. Arca ini berada di ruang depan Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Dan letak archa ini menghadap ke halaman tengah museum yang berada di gedung lama.

Informasi yang saya dapatkan dari pemandu wisata dari Museum Nasional Indonesia, Arca Bhairawa Buddha yang berdiri tegak ini memiliki ketinggian 4,41 meter dan berat arca Bhairawa Buddha sekitar 4 ton. Dan arca ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi saya dan para pengunjung yang hadir di Museum Nasional Indonesia. Hal ini dikarenakan arca Bhairawa Buddha merupakan salah satu koleksi patung artefak kuno tertinggi dan terbesar di antara artefak-artefak kuno koleksi museum yang lainnya yang berada di sekitar lokasi ruangan ini.

Lanjut...............
Dilihat dari dekat, arca ini sedang memegang mangkuk dan belati, mengenakan perhiasan berupa mahkota, kalung, kelat bahu, gelang tangan berupa belitan ulat dan juga ikat pinggang berukir kepala kala. Arca ini menggambarkan aliran Tantrayana yang menunjukan pengejawantahan dewa Siwa dan Buddha. Di mana bila kita perhatikan terdapat sebuah simbol yang menunjukan adanya pengaruh ajaran Buddha pada mahkota bagian depan yang berada di kepala arca ini, seperti photo yang di bawah ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/di-balik-cerita-arca-bhairawa-buddha.html

Lanjut informasi yang saya dapatkan...............
Dan untuk bagian bawah arca Bhairawa Buddha, kita bisa melihat bahwasanya arca ini berdiri tegak dengan menginjak manusia bertubuh kecil yang dikelilingi delapan tengkorak berupa kepala. Pada kakinya di beri gelang kaki belitan ulat yang sama seperti yang ada di tangan. Sedangkan untuk di daerah ke dua kaki di sekitar betis terlihat sangat jelas sekali bahwa arca Bhairawa Buddha ini di temukan dalam keadaan cacat, hal ini di akibatkan pada saat arca ini masih terpendam di dalam tanah dan yang terlihat berupa tonjolan batu, maka dengan ketidaktahuan masyarakat setempat batu tersebut di pergunakan untuk mengasah alat pertanian, seperti parang dan lesung padi.

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/di-balik-cerita-arca-bhairawa-buddha.html

Arca Bhairawa Buddha ini menggambarkan ritual aliran Tantrayana yang mengorbankan manusia untuk mengusir sifat-sifat jahat. Konon, mangkuk yang dipegang Arca Bhairawa Buddha itu berisi darah manusia untuk upacara ritual meminum darah. Sedangkan gambaran dari manusia kecil dan kepala tengkorang yang diinjak merupakan simbol-simbol pengorbanan dalam ritual tersebut. Konon dalam ajaran aliran Tantra menurut kepercayaan yang mereka yakini dulu, jika mereka mengorbankan manusia, maka manusia itu akan mudah masuk surga nirwana. Dan aliran ini  berkembang di agama Siwa yang di percaya dan diyakini sebagai dewa tertinggi kedudukannya pada masa itu.

Lanjut.........
Menurut informasi yang saya dapatkan di lokasi Museum Nasional Indonesia, penemuan arca Bhairawa Buddha ini tergolong tidak unik, karena posisinya tidak sengaja, dan di temukan oleh petani di daerah pesawahan kompleks percandian Padang Roso, Sumatera Barat. Setelah di lakukan penggalian di kawasan tersebut ditemukanlah arca besar ini. Dan arca ini dibawa pemerintah Hindia Belanda ke Kebun Margasatwa Bukittinggi pada tahun 1935, dan dipindahkan ke Museum Nasional di Batavia (saat itu belum berganti nama) pada tahun 1937.

Konon menurut informasi cerita, masyarakat di sekitar daerah penemuan arca Bhairawa Buddha di kawasan daerah Padang Roso, mereka percaya daerah tersebut merupakan sebagai pintu gerbang pusat pemerintahan Kerajaan Melayu. Dan keberadaan arca Bhairawa Buddha pada waktu itu berdiri menghadap sungai Batanghari yang mengarah ke arah timur, dan berfungsi sebagai markah tanah pada zaman tersebut.

Di Balik Cerita Arca Bhairawa Buddha yang saya dapatkan segala informasi ini adalah hasil perjalanan wisata sejarah yang saya lakukan di salah satu tempat wisata Jakarta. Di mana Jakarta memiliki tempat wisata yang indah dan bernilai sejarah yang banyak menyimpan kisah perjalanan catatan bangsa Indonesia yang panjang untuk di telusuri sebagai wahana edukasi dan rekreasi.




Salam wisata,

MENGENAL PRASASTI GAJAH MADA

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-prasasti-gajah-mada.html
Mengenal Prasasti Gajah Mada - Banyak informasi ilmu pengetahuan yang bisa kita dapatkan bila kita berkunjung ke salah satu obyek wisata di suatu daerah. Seperti perjalanan wisata sejarah yang bisa kita lakukan di tempat wisata sejarah Jakarta yang banyak menyimpan bukti-bukti otentik dengan fakta benda bersejarah yang bisa kita temukan dan lihat di lokasi tertentu. Seperti perjalanan wisata saya di lokasi Museum Nasional Indonesia ini.

Prasasti Gajah Mada yang saya temukan di lokasi museum menggambarkan sebuah bukti otentik sejarah cinta dan bhakti seorang Mahapatih Gajah Mada  kepada rajanya terurai dalam sebuah tulisan Jawa Kuno yang terpahat rapih untuk tokoh pendiri Kerajaan Majapahit yaitu Raja Kertanegara untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau sebuah candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada.

Mengenal prasasti Gajah Mada secara langsung dapat mengantarkan kita dalam sebuah dimensi dari sekelumit cerita sejarah dari kisah perjalanan panjang Kerajaan Majapahit, karena di dalam Prasasti Gajah Mada tersebut sangat jelas tertulis bahwa pembangunan caitya atau candi pemakaman yang di sebuat dengan bangunan suci di dirikan pada tahun 1273 Saka atau pada tahun 1351 Masehi.

Lanjut.....
Sedangkan untuk pembagian lokasi pemakaman di dalam prasasti Gajah Mada di jelaskan bahwa untuk para brahmana Siwa dan Buddha lokasinya berada di lingkungan sekitar pedharman atau percandian Kertanegara di Singosari (Siwabudha) yang wafat pada tahun 1213 Saka atau 1291 Masehi. Tempat ini di sediakan sebagai tempat pemberian bakti sanak saudara atau keturunan Kertanegara yang setia kepadanya.

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-prasasti-gajah-mada.html

Pada saat pembangunan Caitya ini Mahapatih Gajah Mada selaku inspirator dan tokoh utama Majapahit dan penasehat raja atau yang disebut "Sapta Prabhu" yaitu bernama Tribhuwantotungadewi yang tidak lain adalah ibu dari Maharaja Hayam Wuruk ikut hadir di lokasi.  Dan pada tahun tersebut Maharaja Hayam Wuruk baru menjabat selama 1 (satu) tahun menduduki tahta kerajaan sebagai kepala pemerintahan.  Dan sangatlah wajar jika langkah awal ini di jalankan dalam roda pemerintahannya sebagai bentuk mempersatukan keluarga besar atau "klan" Rajasa di sekitar Ibukota Majapahit.  ( Baca : Di Balik Pesona Keindahan Candi Jabung )

Itulah sebuah catatan kecil yang saya dapatkan dari nara sumber pusat innformasi Museum Nasional Indonesia tentang isi yang terdapat di dalam prasasti Gajah Mada. Dan informasi selanjutnya  yang saya terima dari pemandu wisata setempat,  Prasasti Gajah Mada ini di temukan pertama kalinya oleh penduduk setempat menemukan prasasti di sebuah kolam dekat dengan langar atau musholah milik Kyai Napii, di sebelah utara Candi Singosari, Malang, Jawa Timur.

Mengenal Prasasti Gajah Mada di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, merupakan salah satu pengalaman perjalanan wisata sejarah di tempat wisata Jakarta. Di mana obyek wisata ini merupakan pusat sejarah dunia arkeologi yang dapat membantu kita bukan hanya mendapatkan informasi pengetahuan, namun juga menyajikan nuansa tempat wisata yang menarik dan menyenangkan di lokasi museum ini. Bila teman-teman dan pembaca setia hadir di lokasi Jakarta, bisa menyempatkan hadir di lokasi museum ini dan melihat koleksinya yang bernilai tinggi seperti prasasti Gajah Mada ini.





Salam wisata,

MENGENAL TRADISI SARKOFAGUS

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/mengenal-tradisi-sarkofagus.html
Mengenal Tradisi Sarkofagus - Perjalanan wisata menuju ke suatu daerah tentu akan memiliki makna yang bisa kita dapatkan dari setiap tempat wisata yang kita kunjungi. Seperti hal nya dalam setiap perjalanan wisata yang bisa kita kunjungi di beberapa tempat yang memiliki situs purbakala  di daerah Indonesia.

Dari informasi yang saya dapatkan di lokasi tempat wisata sejarah dan arkeologi Museum Nasional Indonesia, Sartofagus merupakan sebuah batu yang digunakan untuk pemakaman. Di mana jenazah atau si mayit di masukan di dalam batu tersebut lalu di simpan di bawah tanah.  Biasanya pola konsep penguburan seperti ini di kenal pada jaman Yunani kuno, dan tempat ini di kenal sebagai penyimpanan mumi yang kremasi.

Kuburan batu atau Sarkofagus yang terdapat di dalam photo tersebut merupakan salah satu bentuk dari bangunan masa Megalitik. Dan penggunaannya hanya diperuntukan sebagai wadah orang-orang yang memiliki status sosial tinggi di mata masayarakat atau yang di kenal dengan nama tokoh masyarakat yang dituakan di suatu daerah tempat tinggal.

Sedangkan di Indonesia sendiri memiliki tempat wisata situs bersejarah yang memiliki situs purbakala seperti Sarkofagus, Dimana di kawasan tersebut terdapat obyek wisata yang memiliki +/- 1.000 situs purbakala yang bisa kita kunjungi di sana. Bila teman-teman akan mengunjungi kawasan tempat wisata tersebut tempat-teman dapat mengunjungi daerah Desa Grujukan, Bondowoso, Jawa Timur.

Mengenal tradisi Sarkofagus lebih dekat melalui perjalanan wisata sejarah akan memberikan informasi kepada kita bahwa konsep pemakaman dengan cara menyimpan jenazah di dalam batu seperti yang di lakukan pada jaman Yunani kuno pun pernah terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini terungkap dalam catatan kecil yang bisa kita temukan di Museum Nasional Indonesia, bahwa dari hari-hasil penelitian arkeologi di situs-situs penguburan di beberapa tempat daerah Indonesia.




Salam wisata,

MUSEUM BANK INDONESIA FENOMENA KLASIK DE JAVASCHE BANK OF BATAVIA


Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia berperan sangat penting demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Bila kita ingin tahu seluk beluk dan sepak terjang Bank Indonesia, kita bisa datang mengunjungi museum Bank Indonesia yang berlokasi persis di seberang  Stasiun Kereta Api Kota Beos. Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Sejak lahir Museum Bank Indonesia hingga kini telah menjadi wahana penjelajahan yang penuh dengan edukasi dan rekreatif bagi para pengunjungnya.

Sejarah kantor pusat pertama Bank Indonesia merupakan bangunan rumah sakit (Binnenhospital) dan De Javasche Bank yang berdiri pada 24 Januari 1828. De Javasche Bank sendiri memiliki fungsi tempat sirkulasi berbagai macam perdagangan hasil bumi yang datang dari berbagai penjuru wilayah Hindia Belanda.

Dalam perjalanannya gedung ini sempat direnovasi beberapa tahap dan mengalami perluasan, sampai akhirnya ditempati oleh Bank Indonesia yang berdiri pada 1 Juli !953. Setelah kantor Bank Indonesia pindah dan gedung ini tidak terpakai lagi, pemerintah memanfaatkannya sebagai museum yang diresmikan pada 15 Desember 2006. Selanjutnya, museum ini terbuka untuk masyarakat.


Sejak saat itulah Museum Bank Indonesia melakukan pembenahan dan mempercantik diri untuk kepuasan pengunjungnya. Puncaknya adalah pada saat Presiden Republik Indoneisa, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan kembali museum ini pada tanggal 21 Juli 2009. Semenjak itu, tampilan dalam Museum Bank Indonesia lebih terlihat mantap. Kaya akan visual modern-klasik dan mengajak untuk memasuki lorong waktu sejarah yang mengesankan.

Jangan kaget bila di dalam Museum Bank Indonesia ini kita dapat menemukan banyak jenis dan bentuk uang. Sebelum menjelajah lebih jauh, penulis dan para peserta harus melewati pintu kasir dan dipandu sembari diberi informasi tentang sejarah Bank Indonesia secara umum lewat monitor yang bisa dioperasikan sendiri.

Setelah kita melalui itu semua, maka kita akan mengalami sensasi petualangan yang menggembirakan di Museum Bank Indonesia. Kita akan memasuki suatu moment langka yang terdapat di dalam Museum Bank Indonesia, yaitu dimana kita dapat merasakan permainan mandi uang. Dan di lorong yang tidak terlalu besar, kita akan bisa menangkap uang logam yang berterbangan pada layar yang melengkung tanpa harus memegangnya secara nyata.


Setelah kita berhasil menggenggamnya, maka kita akan mendapatkan informasi dari mata uang yang didapatkannya. Mainan yang mebuat kita hanya dalam suatu atmosfer interaktif di dalam Museum Bank Indonesia. Wahana ini ditunjang dengan menggunakan proyektor multimedia yang menjadi salah satu wahana favorit bagi setiap peserta wisata yang penulis dampingi ditempat ini. Kita akan diajak bagaikan berada dinegeri khayalan dalam dunia mimpi yang sedang dihujani uang.

Perjalanan terus berlanjut, menuju ke arah ruang teater yang menyuguhkan film-film menarik. tentunya dengan kemasan yang dijamin tidak membosankan. Di bioskop mini itu kita atau pun pengunjung dapat menyaksikan sinema tiga puluh menit tentang sejarah Bank Indonesia. Ruang Teater yang dapat menampung enam puluh orang ini sangat nyaman, sehingga informasi penting yang ada dalam rangkaian cerita filmya bisa lebih gampang diserap. Pengetahuan soal visi dan misi Bank Indonesia serta perannya menambah pengetahuan kita.

Menikmati sajian pertunjukan dalam teater di Museum Bank Indoneisa membuat tubuh ini malas beranjak dari tempat duduk studio mini yang sejuknya terasa hingga ke daging dan tulang. namun, kita harus melanjutkan perjalanan menuju ruang sejarah pra-Bank Indonesia. Persis setelah keluar dari rung teater, kita akan diajak untuk memasuki ruangan medium masa lampau.

Pada dinding awal ruangan terbentang peta kuno sebagian daratan Asia. peta zaman dahulu kala yang menggambarkan penuh sumber kekayaan alam. masih diruang yang sama, panel aktiitas perdagangan sebelum kedatangan bangsa Barat samapai terbentuknya Bank Indonesia menjadi sebuah rangkaian peristiwa yang disuguhkan lewat papan informasi dan televisi modern. kali ini, display elektronik otomatis-lah yang menajadi pemandu setia dalam menjelaskan lewat audio visual canggih perihal sejarah kondisi ekonomi, politik sepanjang masa.

Di ruangan ini kita cukup menggunakan ujung ibu jari untuk untuk menyentuh layar monitor display agar dapat mengikuti kronologi perekonomian Indonesia mulai dari Masa Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, Masa Revolusi Fisil, Masa RIS, hingga Masa Berdirinya Bank Indonesia.

Di Museum Bank Indonesia kita juga dapat langsung berkenalan dengan sejarah kelembagaan Bank Indoneisa. Secara garis besar kita dapat memahami fungsi Bank Indoneisa sehubungan dengan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran dari beberapa kurun waktu. Banyak sekali peran Bank Indoneisa bagi pemerintah dan bagi pengembangan sektor swasta, terutama usaha-usaha kecil lewat pemberian kredit kepada perbankan.

Kita bisa melihat sekilas metamorfosis logo Bank Indonesia, mulai dari tahun 1953 sampai yang terakhir tahun 2005. Sampai saat ini logo Bank Indonesia sudah mengalami tujuh kali perubahan. Pengubahan bentuk logo yang dilakukan Bank Indonesia semata-mata bermaksud agar lembaga tersebut lebih berwibawa dan semakin berkarakter.

Dari semua ruang pamer, ruang emas moneter menjadi favorit penulis dan para peserta wisata. Di sini, kita akan melihat tumpukan batangan emas yang dilindungi oleh kaca transparan. Mengkilau, memancarkan cahaya, dan menggambarkan simbol kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Batangan emas yang memiliki kadar emas 99,99 % tiap batangnya, dan memiliki ketebatan 4 cm serta berat 13,5 kg. Emas tersebut didimpan sebagai cadangan devisa Negara dan biasanya digunakan jika negara mengalami krisis politik dan ekonomi yang mempengaruhi nilai tukar mata uang.

Di dalam ruang numismatika kita hanya dapat merasakan cahaya sinar lampu temaram yag terdapat banyak kepingan dan lembaran uang, serta uang terbitan khusus yang sangat langka. Uang-uang ini dibagi ke dalam sembilan kelompok dan dipilih berdasarkan periode terbitnya. Contoh-contoh uang yang pernah dipergunakan di Nusantara itu mampu mebuat decak  kagum. Betapa tidak, di sini ada uang kertas Bank Indonesia yang pertama kali dikeluarkan paa tahun 1952. terdiri atas tujuh pecahan mulai dari Rp. 5 hingga Rp. 1.000,-


Di sini kita dapat menemukan uang seperti robekan karung beras bernama Kampua, uang kerajaan Buto, Sulawesi Tengara yang diprediksi pernah dijadikan alat tukar pada abad ke-14 - 19. Kita juga dapat menemukan uang Token yang hanya terbit di komunitas tertentu. Biasanya di perkebunan, di tempat rekreasi dan tempat perjudian. uang Token bentunya berbagai macam (segitiga, segolima, bundar) dan terbuat dari kertas, kayu, bambu, dan logam.

Mengamati semua koleksi yang bertebaran di Museum Bank Indonesia kita akan berhenti sejenak untuk diajak berpikir, apa yang kita lihat didalam berupa uang sobekan kertas dan logam di dalam Museum Bank Indoensia merupakan koleksi yang bertebaran merupakan kepingan kabar yang bila kita satukan menjadi sebuah cerita perjalanan bangsa Indonesia

Jakarta yang merupakan kota metropolitan yang memiliki kisah historis yang unik dan mengagumi untuk ditelusuri dan dinikmati dengan sudut kacamata yang berbeda. Dimana kita akan selalu menemukan hal baru dan istemewah dibalik sebuah cerita dalam sejarah setiap gedung-gedung tua yang ada di Kota Tua Jakarta.

Selamat menikmati indahnya Kota Jakarta dari nuansa yang berbeda.


Salam Wisata,
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus