Berwisata Ke Museum Bahari Jakarta. - Museum Bahari
merupakan tempat wisata publik yang sangat rekreatif dan memiliki segudang koleksi yang mengagumkan. Di Museum Bahari ini kita akan diajak ikut kedalam atmosfer sejarah dunia maritim Indonesia dalam dunia bahari nusantara.
Museum Bahari berlokasi di ujung kawasan barat muara Sungai Ciliwung, tepatnya di samping Pelabuhan Sunda Kelapa Kota Jakarta. Bangunan tua peninggalan VOC yang berdiri tegar, dan bekas tempat penampungan barang dagangan berupa hasil bumi dan perlengkapan kapal pada zaman penjajahan VOC.
Dari data informasi yang saya temukan di Museum Bahari Jakarta, museum ini dikenal dengan nama Westzijdche Pakhuizen
(gudang tepi barat). Gedung ini dibangun pada 1718 secara bertahap. Pada masa pendudukan Jepang, konon bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan militer.
Pada masa kemerdekaan gedung ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia sekaligus ditetapkan sebagai bangunan bersejarah.
Pada tahun 1976, Pemerintah DKI Jakarta mulai mempersiapkan gedung ini untuk dijadikan museum kemaritiman dan bahari, dan berhasil diresmikan pada 7 Juli 1977 dengan nama Museum Bahari.
Bagi para wisatawan Belanda, Museum Bahari menyimpan kenangan dan sejarah bagi bangsanya ketika menduduki Batavia. Dan ini merupakan fakta sejarah yang mau tidak mau menciptakan ikatan emosional yang erat antara masyarakat Belanda dan Indonesia.
Tidaklah heran bila museum bernilai historis tinggi ini menjadi tempat yang sakral dan menarik bagi para wisata asal Belanda tersebut untuk menggali pengetahuan sejarah atau pun hanya untuk bernostalgia akan kejayaan nenek moyangnya dalam membangun kota Batavia.
Museum Bahari yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1, Penjaringan, Jakarta Utara, Indonesia. Mengarungi lautan dan kenali semua koleksi bahari yang ada di Museum Bahari dengan segala koleksi-kolekasinya yang berkaitan dengan
arkeologi,
etnografi, dan
seni kriya dalam kaitannya dengan dunia bahari.
Museum Bahari menyimpan koleksi yang jauh lebih hebat dari pada yang dibayangkan orang. Keragaman dan kebanggaan tidak terasa tumbuh saat kita menelusuri seluruh koleksi yang ada di dalam Museum Bahari. Di dalam Museum Bahari ini kita dapat menemukan titik kesadaran diri, bahwa Indonesia merupakan bangsa bahari yang gagah tercipta dalam sanubari diri kita.
Masuk ke ruang penerima tamu, kita bisa langsung belok ke arah kanan untuk memulai penjelajahan di Museum Bahari ini. Kita akan menemukan denyut nadi pelayaran di masa lampau. Melalui poster-poster yang berisi teks plus foto klasik, kita bisa mengetahui kondisi
Pelabuhan Sunda Kelapa pada abad 16 Masehi. Dimana dimasa itu, pelabuhan yang indah dan menarik ini menjadi tempat peninggalan favorit orang-orang Eropa dan China yang melakukan pelayaran dan kegiatan bisnis.
Pelabuhan Sunda Kelapa yang pada saat itu telah menjadi urat nadi jaringan perniagaan internasional yang berdampak langsung pada perkembangan Batavia. Penampilan kapal-kapal yang pernah singgah di Batavia dengan visualisai sejarah VOC yang dapat kita lihat dan saksikan di dalam Museum Bahari ini.
Setelah kita menyaksikan visualisasi pada zaman VOC, kita dapat menuju ruang masyarakat nelayan untuk menyaksikan perahu tradisional dari berbagai daerah nusantara Indonesia. Dari miniatur hingga wujud aslinya kita dapat menemukannya disini.
Ada Perahu Kora-kora dari Maluku, dan Perahu Lancang Kuning dari Riau.
Yang unik ada juga yang dari Cadik Karere.
Perahu yang terbuat dari
sebatang pohon ini berasal dari Jayapura, Papua. Disini kita juga dapat
jumpai warna-warni hiasan bermotif biota laut yang ada pada perahu yang
bersumber dari pewarna alam.
Warna hitam dari cumi-cumi, merah dari
tanah liat, dan putih dari bunga karang. Dalam hati penulis bertandatanya dengan kagum, "Walaupun tidak pernah
menggunakan rumus matematika dalam pembuatan perahu, hebatnya perahu
dengan cadik sebelah itu yang mereka buat tidak pernah terguling. Luar biasanya mereka ? !"
Berbagai bentuk gaya perahu dan ragam hias perahu-perahu tradisional yang ada memberi pesan kepada para pengunjung bahwa kejayaan bangsa Indonesia dalam dunia bahari sudah ada sejak lama. Semangat heroik, kreativitas genius, dan spirit keberanian terpancar dari perahu-perahu yang bisa kita lihatpada saat
berwisata ke Museum Bahari Jakarta.
Di ruang lainnya kita dapat menemukan model kerangka perahu yang menunjukkan salah satu tahapan pembuatan perahu tradisional dengan bahan utama yang biasa dipakai dan peralatan membuat perahu seperti palu besi, tambang, jarum, terpal plastik, kampak, gergaji, parang, catok, linggis, mata serutan, sipatan, bor kayu, paku, kain layar, dan serutan kayu.
Selain memperkenalkan bahan dan alat untuk pembuatan perahu, di Museum Bahari ini kita juga mendapatkan informasi tentang teknologi dan cara pembuatan kapal tradisional. Sehingga kita dapat tahu bagaimana cara menyusun dinding-dinding kapal, cara memasang tali-temali dan informasi yang lainnya tentang dunia bahari.
Berwisata Ke Museum Bahari Jakarta kita akan dapat menjumpai berbagai jenis tumbuhan laut dan ragam binatang laut yang menghuni perairan Indonesia. Salah satunya kita akan menemukan ikan duyung, ikan pemakan plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di perairan dalam, yang mana semua itu menjadi koleksi favorit di Museum Bahari.
Banyak jenis ikan laut yang bisa dikonsumsi di perairan Indonesia. Dan Pada ruang teknologi penangkapan ikan di Museum Bahari saya melihat bentuk alat yang dipergunakan untuk menangkap ikan di laut, seperti ; jala, jaring, bubu, seser, mata tombak, dan sebagainya dengan penjelasan cara pembuatannya.
Di ruang perlengkapan penunjang pelayaran, penulis diperkenalkan dengan model jangkar, model menara suar, teropong, pelampung, dan alat navigasi. Pada zaman dulu, orang memperhatikan gejala alam sebagai petunjuk navigasi. mereka menggunakan matahari, bulan, bintang, arah mata angin, awan, serta migrasi burung-burung dan ikan.
Namun, pada zaman sekarang ini para pelaut lebih memanfaatkan teknologi kompas bahkan zaman modern ini jasa satelit dianggap sangat memudahkan dalam menentukan posisi kapal. Indonesia merupakan sebuah negeri bahari yang memiliki budaya tinggi dan nenek moyang pelaut. Sebuah negeri yang indah yang berada dibelahan dunia dengan kekayaan alam laut yang sangat luar biasa.
Dengan mengakhiri penelusuran di dalam Museum Bahari ada beberapa pelajaran yang dapat penulis daptkan dalam berkunjung dan menikmati setiap koleksi benda yang berada didalam Museum Bahari. Pelajaran berharga tentang dunia Bahari, dari sebuah alat tradisional hingga modern.
Berwisata Ke Museum Bahari Jakarta kita akan mendapatkan pelajaran yang lebih berharga. Dimana masyarakat Indonesia dengan segala bentuk alat sederhana, dengan kegigihannya dan semangat pantang menyerah, mereka mampu menguasai dan berselaras seiring berjalan dengan alam dalam mengarungi dunia bahari semuanya itu kita dapat temukan pada saat kita
Berwisata Ke Museum Bahari Jakarta.[]
Salam Wisata,